Klub

Kampanye Stop Pencemaran Sampah Plastik Diperluas

24-02-2018

Bali, beritasurabaya.net - Kampanye Satu Pulau Satu Suara (One Island One Voice) tahun ini diperluas, lebih dari 100 lokasi di Bali, Sabtu (24/2/2018), dengan melibatkan 25 ribu partisipan. Tahun lalu hanya 55 lokasi dengan 12 ribu partisipan.

Kampanye kali ini tidak hanya berpusat di Bali, namun juga mengajak partisipasi masyarakat di seluruh penjuru Indonesia untuk bersama-sama melakukan kegiatan bersih-bersih yang dilakukan mulai dari darat, pinggiran sungai, hingga sepanjang pesisir pantai di wilayah tempat tinggal mereka masing-masing. Kegiatan ini mendukung mewujudkan Indonesia bersih dan bebas sampah pada tahun 2025 dan digelar dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Co-Founder of Bye Bye Plastic Bags & Satu Pulau Satu Suara (One Island One Voice), Melati Wijsen, menegaskan Kampanye Satu Pulau Satu Suara ingin melakukan sesuatu yang lebih dari hanya meningkatkan kesadaran mengenai masalah sampah plastik tetapi juga ingin memberikan contoh bahwa organisasi, dunia usaha, desa dan individu menciptakan solusi masing-masing untuk mengurangi sampah plastik sehingga yang lain bisa melakukan hal yang sama. Melati optimis bahwa ke depan, Bali dapat menyusul keberhasilan Banjarmasin yang telah memiliki kebijakan larangan penggunanaan kantong plastik.

”Hal ini sangat mungkin diikuti pemerintah daerah khususnya di Bali karena dari segi teknologi dan masyarakat sudah siap menyukseskan agar Bali bebas sampah plastik,”ujarnya.

Dalam Kampanye Satu Pulau Satu Suara, Bersama Pemerintah STOP Pencemaran Plastik di Laut, juga dihadiri Suzy Hutomo (Aktivis Lingkungan Founder SustainableSuzy.com dan Executive Chairwoman The Body Shop Indonesia) ; Dr. Ir. Safri Burhanuddin, DEA., Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Kemaritiman); Dr. Ir. Haruki Agustina, MSc., Kasubsit sampah spesifik dan daur ulang, Direktorat pengelolaan sampah, Ditjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK); Erik Armundito, S.T., M.T, PhD., Direktorat Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas); Hamish Daud, Selebriti dan Pengamat Lingkungan; I Made Gunarta, Baga Palemahan (Komite Departemen Lingkungan Desa) Pakraman Padangtegal Ubud; I Ketut Mertaadi Co-founder and owner EcoBali; dan Eka Rock, Musisi (Superman Is Dead). (nos)

Teks foto :

Kegiatan Kampanye Satu Pulau Satu Suara, Bersama Pemerintah STOP Pencemaran Plastik di Laut, yang dipusatkan di Bali.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising