Klub

PRIMI Fasilitasi Orang Tua Dari Bayi Prematur

29-09-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Angka kelahiran di Indonesia hingga saat ini terbilang cukup tinggi. Menurut data, di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo Surabaya, setiap tahunnya terdapat sekitar 1.200 kelahiran dan 500 dari 1.200 kelahiran tersebut merupakan kelahiran sebelum waktunya atau biasa disebut dengan kelahiran prematur.

Bayi yang terlahir prematur memiliki risiko lebih besar terhadap masalah kesehatan. Untuk itu, diperlukan pembekalan kepada orang tua mengenai risiko kesehatan, cara perawatan, nutrisi, dan tumbuh kembang bayi prematur agar orang tua menjadi lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.

Pembekalan juga dibutuhkan agar orang tua dapat mengetahui seberapa besar perkembangan anak mereka. Maka dari itu, keberadaan komunitas bayi prematur yang terorganisasi sangat diperlukan, agar ilmu dan pengalaman yang telah didapat masing-masing orang tua dapat dibagikan kepada satu sama lain.

PRIMI atau Parents with Premature Infants merupakan acara berupa community development yang diadakan oleh CIMSA (Centre for Indonesian Medical Students Activities) Universitas Airlangga Surabaya dan bekerja sama dengan Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Tujuan dari diadakannya acara ini tidak lain adalah untuk memfasilitasi orang tua yang memiliki bayi prematur untuk salingberbagi pengalaman dan ilmu serta membekali mereka dengan pengetahuan dasar mengenai bayi prematur.

Mengingat komunitas bayi prematur di Indonesia, khususnya RSUD Dr. Soetomo dan Surabaya yang telah terbentuk namun belum saling terhubung, dengan adanya kegiatan ini kelompok-kelompok tersebut dapat menjadi lebih terhubung satu sama lain. Rangkaian acara PRIMI meliputi sarasehan dan intervensi-intervensi.

Sarasehan bertujuan untuk mendekatkan pihak-pihak yang terlibat, baik orang tua maupun panitia dan staf Dept. Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Sotemo serta untuk mendengarkan kisah para orang tua selama merawat bayi mereka. Sarasehan tersebut telah dilaksanakan pada Senin (23/9/2019) lalu dan dihadiri pembimbing PRIMI, Mahendra Tri Arif Sampurna, dr. SpA beserta residen Dept. Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo.

”Dari acara tersebut kami meminta kesediaan tujuh orang tua untuk menyampaikan kembali kisahnya saat intervensi pertama kami dihadapan para undangan yang merupakan orang tua bayi prematur yang baru saja keluar dari NICU RSUD Dr. Soetomo,”kata pembimbing PRIMI, Mahendra Tri Arif Sampurna, dr. SpA.

Rangkaian acara berikutnya yakni intervensi pertama yang diadakan pada Sabtu (28/9/2019) kemarin di Gedung AMEC (Airlangga Medical Education Centre) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Intervensi pertama PRIMI dihadiri dan dibuka oleh Prof. Dr. David Sontani Perdanakusuma, dr., SpBP-RE(K) selaku Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., SpKK(K), FINSDV., FAADV., selaku Direktur Pendidikan Profesi dan Penelitian RSUD Dr. Soetomo. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Divisi Neonatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, Dr. Risa Etika, dr., SpA(K), beberapa staf Dept. Ilmu esehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, termasuk Agus Harianto, dr., SpA(K), perawat NICU, serta Astri Pramarini, dr., IBCLC, selaku perwakilan komunitas bayi premature Indonesia.

Peserta intervensi pertama PRIMI juga tidak hanya datang dari Surabaya, sebagian merupakan orang tua yang berasal dari luar kota, seperti Mojokerto dan Jombang. Agenda pada intervensi pertama ini berupa sharing yang dilakukan oleh tujuh orang yang telah terpilih saat acara sarasehan dan tiga orang baru yang ingin membagikan kisah mereka.

Agenda acara dilanjutkan dengan pemaparan materi berjudul “Premature Infants: An Insight (Lebih Dalam Tentang Kelahiran Prematur)” yang disampaikan oleh Anisa Putri Amanda, Hanifah Nabilah, dan Salsabila Nurulnisa selaku PETRA (Peer Educator Trainers) SCORA (Standing Committee on Sexual and Reproductive Health and Rights including HIV & AIDS) CIMSA Universitas Airlangga.

Antusiasme peserta terhadap rangkaian acara PRIMI hingga intervensi pertama ini begitu besar, terutama saat sesi sharing dan pemaparan materi. Para orang tua yang hadir pun tampak senang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka dalam membesarkan dan merawat bayi Prematur.

Para orang tua dan juga staf tampak menaruh harapan besar kepada PRIMI untuk dapat menjadi pionir komunitas bayi prematur, khususnya yang ada di RSUD Dr. Soetomo dan Surabaya. “Kami selaku panitia berharap agar kerja sama ini dapat terjaga dengan baik dan komunitas bayi prematur tersebut dapat terbentuk. Selain itu, kami berharap apa yang telah didapatkan pada hari ini dapat bermanfaat dan dapat disebarkan agar terdapat lebih banyak orang tua yang merasakan Manfaatnya,”tambah pembimbing PRIMI, Mahendra Tri Arif Sampurna, dr. SpA.

“Pesan saya untuk orang tua dengan bayi prematur yakni agar mentaati jadwal kontrol agar tidak kecolongan”, pesan Dwi Anita, ibu dari Qiandra Aulia Risqia Ahmadi, bayi prematur yang lahir di RSUD Dr. Soetomo di minggu ke-32 kehamilan dengan berat 1,3 kilogram. (nos)

Teks foto :

PRIMI untuk dapat menjadi pionir komunitas bayi prematur, khususnya yang ada di RSUD Dr. Soetomo dan Surabaya.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising