Wisata & Budaya

Raja Ampat Banyak Dibicarakan Netizen Malaysia

24-10-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Popularitas Raja Ampat sebagai salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara memang tidak diragukan lagi. Banyak turis yang hobi mengeksplorasi dunia bawah laut berkunjung ke pulau yang berlokasi di area “Kepala Burung” Papua ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat yang dirilis tahun 2016, jumlah wisatawan asing yang datang ke Raja Ampat sebanyak 70,44 persen berasal dari Asia, dari Eropa sebanyak 21,38 persen, Amerika dan Australia masing-masing 3,14 persen. Selama periode 2011-2015, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Tahun 2015, terdapat 14.190 wisatawan dengan komposisi 2.751 turis domestik dan 11.439 adalah wisatawan mancanegara. Perusahaan media intelijen berbasis di Australia, Isentia merilis data percakapan warga internet dari empat negara terhadap Raja Ampat. Keempat negara itu adalah Australia, Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia.

Menurut General Country Manager Isentia Jakarta, Luciana Budiman, Selasa (24/10/2017), Raja Ampat memiliki spot-spot wisata yang cukup banyak dieksplorasi khususnya bagi pecinta olahraga menyelam dan snorkling. Keindahan panorama lautnya banyak dicari wisatawan mancanegara.

“Kami memantau pembicaraan dari warga internet keempat negara tersebut yang mewakili masing-masing benua sejak 1 Agustus hingga 16 Oktober. Hasilnya, ternyata netizen Malaysia lebih banyak membicarakan Raja Ampat dibanding tiga negara lainnya,”jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Isentia melalui teknologinya, pembicaraan dari warga internet Malaysia mendominasi hingga 53,85 persen atau 49 buzz diikuti dengan Amerika yang mencapai 38,46 persen (35 pembicaraan). “Pembicaraan warganet Amerika tentang Raja Ampat berkisar tentang scuba, spot-spot cantik untuk berfoto, dan bahkan ada juga yang memberikan kuis tentang Indonesia yang dihubungkan dengan destinasi wisata ini,”tambah Luciana.

Raja Ampat dalam kurun waktu tersebut hanya tertangkap tiga pembicaraan dari warganet Inggris (3.3 persen). Satu tingkat di atasnya adalah Australia yang menangkap empat pembicaraan atau 4.4 persen dari total buzz.

“Ini fenomena menarik mengingat Australia adalah negara yang cukup dekat secara geografis dengan Papua, namun ternyata mereka tidak terlalu banyak membicarakan Raja Ampat. Tentu ini bisa menjadi masukan bagi dinas pariwisata setempat dalam merumuskan strategi promosi,” imbuhnya.

Twitter merupakan media sosial yang paling banyak menjadi sumber pembicaraan tentang Raja Ampat selama periode tersebut, diikuti dengan halaman resmi Facebook untuk media-media global arus utama.

“Uniknya, sumber lain pembicaraan mengenai Raja Ampat ini juga berasal dari forum online yang tidak ada hubungannya dengan pariwisata, namun tentang produk teknologi yang menyelenggarakan kuis tentang Indonesia dan audiesnya menyebut Raja Ampat. Hal ini menunjukkan bahwa sebuah merk, termasuk destinasi wisata, bisa diperbincangkan melalui medium apapun tanpa harus berhubungan dengan industrinya,” katanya.

Keunikan Raja Ampat juga diakui oleh Sunny Hosea, penyelam berpengalaman pemilik Aquanots Dive. Menurutnya, Raja Ampat merupakan surga bagi para penyelam dan salah satu segitiga karang terbaik di dunia dengan berbagai macam variasi dan spesies ikan koral yang berwarna-warni.

“Di sini, kita bisa menyelam bersama manta, hiu karang, hu karpet dan masih banyak lagi. Selain bawah lautnya, gugusan pulau-pulau kecilnya pun juga menambah keindahan Raja Ampat yang bisa ditemukan di Piyanemo dan Wayag,”ungkapnya. (nos)

Teks foto :

Pesona Raja Ampat menarik perhatian dunia.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising