Wisata & Budaya

PMTT Jadi Ikon Surabaya Tarik Wisatawan

04-05-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Selama 9 kali digelar, Pasar Malem Tjap Toendjoengan (PMTT) telah menjadi ikon Surabaya dalam menarik wisatawan baik asing maupun domestik. Selama ini pengunjung PMTT, 10 persen merupakan wisatawan asing dan 20 persen wisatawan domestik.

Menurut Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, sebelum pembukaan PMTT yang ke-10 di outdoor Food Festival East Coast Center Pakuwon City, Jumat (4/5/2018) malam, dengan konsep “Pesta Kuliner Arek Suroboyo”, para wisatawan sangat familiar begitu PMTT ini digelar.

”Rata-rata jumlah pengunjung PMTT berdasarkan jumlah mobil yang parkir sekitar 3000 unit untuk weekday atau 9000 hingga 15 ribu orang. Sedangkan weekend sekitar 15 ribu hingga 20 ribu orang,”ujar Sutandi.

PMTT ini berhasil menarik wisatawan, papar Sutandi, dengan adanya penjual makanan dan minuman yang sebagian besar menghadirkan kuliner khas Jawa Timur, seperti aneka penyetan, kupang lontong, nasi cumi, nasi jagung, nasi Madura, aneka sate dan panggangan, aneka camilan tradisional seperti lekker, bubur Madura, Semanggi Suroboyo serta aneka bakso. Sedangkan untuk mencicipi semua makanan dan minuman, relatif sangat terjangkau.

Guna memperkuat ikon PMTT yang layak menjadi tujuan wisata kuliner dan menjadi agenda tahunan menyambut HUT Surabaya, Sutandi menjelaskan, pelaksanaan tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Diantaranya, seluruh penjual menggunakan seragam yang sama sehingga dari sisi penampilan lebih rapi dan terlihat adanya kebersamaan dalam mengangkat makanan dan minuman khas Jawa Timur.

Selain itu, untuk transaksi pembelian di PMTT, menggunakan e-money Brizzi. PMTT yang digelar hingga 3 Juni 2018 ini, papar Sutandi, sebenarnya sudah dikenal saat PMTT 2017. Hanya saja belum 100 persen menggunakan e-money.

Khusus di PMTT 2018, pihaknya kerjasama dengan BRI melalui Brizzi. Transaksi non tunai ini juga mendukung program pemerintah meningkatkan cashless di masyarakat.

Nilai positif dari aktivitas transaksi uang elektronik ini, lanjut Sutandi, baik pengunjung maupun pemilik stan tidak perlu lagi bingung mencari uang receh untuk kembalian. “Selain itu tangan juga tidak kotor karena pegang uang yang lusuh. Dari segi besaran transaksi selama PMTT, nantinya bisa diketahui dengan data yang akurat,”bebernya.

PMTT 2018 diikuti sekitar 61 tenan makanan. Para tenan ini juga sudah menandatangani kesepakatan hanya menerima pembayaran non tunai. Jika diketahui menerima uang tunai, akan diberikan sanksi tidak boleh ikut PMTT. (nos)

Teks foto :

Suasana PMTT di outdoor Food Festival East Coast Center Pakuwon City Surabaya.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising