Wisata & Budaya

Defile dan Pasar Tjab Soerabaja Tutup Dies Natalis

11-11-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Perayaan Dies Natalis ke-105 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) yang telah berlangsung selama dua hari ditutup dengan defile dan Pasar Tjab Soerabaja, Minggu (11/10/2018) pagi. Tema Defile yang diangkat pada Dies Natalis FK Unair tahun ini yaitu “Warna-Warni Nusantara”, dimana setiap angkatan berparade menggunakan properti dan kostum sekreatif mungkin sesuai tema.

Jalur yang dilewati yakni Pintu 3 FK Unair- Jalan Prof. Dr. Moestopo- Pintu 2 FK UNAIR- dan terakhir tampil di depan tenda para juri yang terletak di belakang arca Airlangga. Acara dimulai pukul 07.00 WIB dan diikuti oleh angkatan 1962 sampai 2012, dengan diluncurkannya panah oleh tim pemanah dari Srikandi Archery Entertainment yang disiapkan oleh Angkatan 1973.

Defile diawali oleh angkatan 1975. Angkatan 1975 unjuk gigi dengan membawa kereta kuda yang juga dinaiki oleh Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp. U(K) selaku Dekan FK UNAIR dan Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp. OG(K) selaku Ketua Panitia Dies Natalis. Alumni Fakultas Kedokteran Unversitas Airlangga sangat antusias dalam mengikuti kegiatan defile. Angkatan 1965 tampil kompak dengan properti becak warna-warnAngkatan 1974 tampil apik dengan tema “Dokter Jaman Dulu” lengkap dengan properti sepeda onthel dan belnya serta kereta kuda. Dengan pakaian yang disesuaikan dengan dokter jaman dulu, angkatan 1974 tampil unik dan menarik.

Selanjutnya, atraksi barongsai dan ular naga, hadir angkatan 1976. Sjahjenny Mustokoweni,dr.,Sp.PA(K),MIAC selaku perwakilan angkatan 1976 menjelaskan penampilan angkatannya menunjukkan rasa persatuan satu almamater. “Berbeda tetapi tetap satu, seduluran sampek tuwek” adalah pesan yang ingin disampaikan angkatan ini. Layaknya atraksi yang ditampilkan ada yang berperan sebagai barongsai dan ada yang menjadi ular naga, mereka tetap satu tim dalam menampilkan pertunjukan terbaik. Walaupun sekarang sudah berbeda peran dalam berprofesi sebagai dokter, angkatan 76 tetap satu sebagai Alumni FK Unair.

Tak kalah unik, angkatan 1981 tampil dengan menaiki Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga. Dengan tema pelaut, angkatan 1981 tampil dengan kostum pelaut dan juga bajak laut.Penampilan yang nyentrik dan lain daripada yang lain dihadirkan oleh angkatan 1989 dengan tema bonek. Mereka berkeliling Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dengan membawa spanduk dengan slogan “Lek Gak Mbonek Gak Dadi Dokter”.

Penampilan kreatif lainnya yaitu membawa kuda lumping, payung serta caping. Angkatan 1986 dengan semangat menyampaikan pesan “Doc Must Be Professional and Independent”. Dalam drama tersebut, BPJS, Makelar, Politik, dan Fraud diperankan sebagai raksasa yang mengganggu kedamaian dan niat baik penduduk desa. Memang pada acara ini tidak ada ketentuan memakai baju adat, namun setiap angkatan paham bahwasannya ulangtahun FK Unair bertepatan dengan hari pahlawan sehingga tidak sedikit yang mengangkat tema nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika.

Angkatan tertua dan termuda di FK Unair juga ikut serta dalam defile yang diadakan pada perayaan Dies Natalis FK Unairke-105. Angkatan senior yang merupakan gabungan dari angkatan 1952 sampai 1962 masih tetap semangat dan antusias. Tak kalah juga, Angkatan 2012 yang merupakan angkatan dokter termuda tampil semangat dengan tema Kemerdekaan.

Kegiatan defile yang dilaksanakan, juga dilombakan antar angkatan. Tim dewan juri terdiri dari Sesillia Sudreg Winarsih, S. Pd ahli dalam bidang seni tari, Drs. Tetra Yogiarta professional dancer & choreographer, Bungsu Arif Santoso selaku Founder dari Next Model MGM, Professional Senior Male Model, dan Nunky Jayanti Putri Runner Up Puteri Indonesia 2008.

Juara pertama kontes defile yakni dari angkatan 1984 dengan tema “Damai Indonesiaku”. Angkatan 2006 yang dinobatkan sebagai juara kedua tampil apik dengan tema “Pesona Laut Selatan Indonesia”. Mereka tampil unik dengan membawa maskot Nyi Roro Kidul. Dilanjutkan dengan juara tiga yang diperoleh dari angkatan 1969 dengan tema Kategori juara terakhir yakni juara Harapan I diperoleh oleh Angkatan Senior FK Unair.

Selain defile, Dies Natalis FK Unair dimeriahkan oleh pasar makanan rakyat. Makanan dan minuman yang ada disumbang dari beberapa angkatan Alumni FK Unair dan ditujukan untuk seluruh Alumni FK Unair dan Civitas Akademika yang hadir.

Tiga ratus porsi nasi rawon disumbang oleh angkatan 1985. Sedangkan angkatan 1979 menyumbang tiga ratus porsi gado-gado dan angkatan 1995 menyumbang lima ratus gelas es cincau. Tak lupa, makanan khas kota Surabaya yakni semanggi juga disajikan oleh angkatan 1974. Kegiatan Dies Natalis FK Unair dilanjutkan dengan penampilan oleh band Pacemaker dari angkatan 2016 dan Amycapella dari angkatan 2014. Pengumuman pemenang defile penyerahan hadiah defile jajaran dekanat menutup acara siang hari ini.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-105, Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp. OG(K) mengaku senang acara Dies Natalis ini dapat berlangsung lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. “Karnaval/defile angkatan ini merupakan puncak dari rangkaian acara Dies Natalis FK Unair ke-105. Tujuannya adalah mengakbrabkan dan kembali bertemu dengan almamater kita, guru-guru kita, senior, teman-teman seperjuangan, dan adik kelas,” jelasnya. (nos)

Teks foto :

Satu diantara peserta defile.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising