Wisata & Budaya

22% Wisatawan Mancanegara Tertarik Kunjungi Ini

09-09-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Lima destinasi paling populer di Asia Pasifik bagi wisatawan mancanegara yakni Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, Tokyo, dan Seoul, menyambut lebih dari seperlima atau 22 persen dari total wisatawan yang menginap di 161 kota dan pusat regional teratas di kawasan Asia Pasifik sepanjang tahun 2018. Hal ini diungkapkan oleh Asia Pacific Destinations Index (APDI) Mastercard, bagian dari Global Destination Cities Index (GDCI) di tingkat regional.

Didorong terutama oleh pertumbuhan pesat jumlah perjalanan internasional dari Tiongkok Daratan, kelima kota ini juga berkontribusi lebih dari seperempat atau 25,2 persen terhadap total pengeluaran wisatawan mancanegara di kawasan tersebut. Pada tahun 2018, Asia Pasifik menerima 342,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara, baik yang melakukan perjalanan bisnis maupun berlibur, naik dari 159,1 juta wisatawan di tahun 2009.

Angka tersebut menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) total wisatawan yang berkunjung ke wilayah Asia Pasifik sebesar 8,9 persen dalam kurun waktu sembilan tahun. Selama periode yang sama, total pengeluaran para wisatawan yang berkunjung ke Asia Pasifik meningkat lebih dari dua kali lipat, naik dari USD117,6 miliar menjadi USD281,1 miliar, atau setara dengan 10,2 persen tingkat pertumbuhan tahunan majemuk.

Bali, Indonesia berhasil meningkatkan posisinya dari posisi kesepuluh di tahun 2017 menjadi posisi kesembilan di tahun 2018, dengan total jumlah wisatawan yang datang untuk bermalam sebesar 8,3 juta. Jumlah tersebut menunjukkan CAGR total wisatawan yang berkunjung ke Bali sebesar 12,3 persen dalam sembilan tahun terakhir.

Sementara itu, total pengeluaran para wisatawan mancanegara yang datang ke Bali mencapai USD8,9 miliar atau setara dengan 12,1 persen CAGR. Mayoritas wisatawan berasal dari Tiongkok Daratan (22,4 persen), Australia (19,3 persen), dan India (5,8 persen). Rata-rata wisatawan yang berkunjung ke Bali menghabiskan 8,6 malam dengan jumlah pengeluaran per hari sebesar USD125. Sebanyak 96,7 persen wisatawan berkunjung ke Bali untuk berlibur, sementara 3,3 persen wisatawan berkunjung untuk tujuan bisnis.

“Meskipun lanskap ekonomi, geopolitik, teknologi, dan sosial masyarakat dunia telah berubah secara drastis sejak Mastercard meluncurkan penelitian ini, kata Senior Vice President, Data & Services, Asia Pasifik, Mastercard, Rupert Naylor, Senin (9/9/2019), terdapat satu hal yang tetap konsisten, yakni keinginan banyak orang untuk menjelajahi dunia di luar negara asal mereka. Dengan 20 kota destinasi teratas menarik hampir setengah (49,8 persen) dari total seluruh wisatawan mancanegara yang menginap di 161 destinasi yang berada di daftar peringkat APDI.

”Penting untuk dipahami bahwa bukan hanya bagaimana meningkatkan jumlah kunjungan akan membawa dampak positif bagi kota dan destinasi tujuan, tetapi juga tantangan yang muncul seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan tersebut. Laporan ini akan membantu pemerintah, merchants dan industri perjalanan global dengan informasi serta berbagai wawasan yang mereka butuhkan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat asal dan para wisatawan yang berkunjung,”tukasnya.

“Selain Tiongkok Daratan yang berperan besar atas jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi teratas di Asia Pasifik; Korea Selatan, Jepang, dan India juga menunjukkan peningkatan. Jumlah wisatawan dari negara-negara tersebut terus meningkat dengan persentase yang luar biasa dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, sangat penting bagi kami untuk menyatukan berbagai sumber daya dari sektor publik dan swasta untuk membantu para mitra kami di sektor pariwisata agar memahami berbagai pola perdagangan serta memberikan pengalaman yang menarik bagi para wisatawan yang berkunjung dari seluruh wilayah," kata Naylor. (nos)

 

Advertising
Advertising