Wisata & Budaya

Traveler Gen Z: Bucket List Generasi Masa Depan

23-10-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Berbagai spekulasi muncul mengenai keinginan traveling Gen Z (berusia antara 16-24 tahun). Booking.com, pemimpin travel digital yang menghubungkan traveler dengan pilihan tempat menginap paling luar biasa, berbagai pengalaman wajib coba, hingga bermacam opsi transportasi, telah melakukan riset global tentang Gen Z dengan 22.000 responden dari 29 pasar, yang bertujuan untuk memahami keinginan traveler Gen Z.

Traveling masuk dalam prioritas utama Gen Z dan berada di puncak daftar hal yang mereka rencanakan ketika ditanya tentang cara untuk menghabiskan uang selama lima tahun ke depan (65 persen). Traveling juga dianggap lebih penting daripada menabung untuk membeli rumah atau properti pertama mereka (60 persen).

Buktinya, hampir tujuh dari sepuluh (69 persen) Gen Z telah merencanakan perjalanan mereka. Mereka juga mempertimbangkan dampak lingkungan saat traveling dengan lebih dari enam dalam sepuluh (63 persen) mengungkapkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk menghindari destinasi pariwisata yang terlalu ramai.

Dengan bucket list yang sudah dipetakan, Gen Z memiliki ide spesifik tentang perjalanan dan pengalaman apa yang ingin mereka dapatkan, yakni mengunjungi keajaiban alam (49 persen), berkunjung ke taman hiburan (38 persen), liburan sambil berkontribusi ke komunitas lokal (44 persen), dan naik gunung (21 persen).

Pengalaman perjalanan yang paling menarik Gen Z adalah atraksi wisata (67 persen), one-off event (59 persen), bertualang (56 persen), trekking ke lokasi ekstrem (52 persen), dan menjadi sukarelawan saat traveling (37 persen). Booking.com telah mempelajari lebih dari 28 juta listing di lebih dari 150.000 destinasinya untuk menggabungkan perjalanan dan pengalaman yang disukai Gen Z dengan berbagai akomodasi di seluruh dunia. Tujuannya agar Gen Z bisa mencoretnya dari bucket list mereka.

Sungai Lima Warna, Kolombia Taman Nasional Sierra de La Macarena memiliki salah keajaiban alam berupa sungai lima warna yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai Caño Cristales (baca: Kanyo Kristales). Destinasi ini dianggap menarik bagi hampir setengah (49 persen) Gen Z karena keindahan dan keanekaragaman hayatinya yang berupa air terjun, aliran, dan sungai penuh warna sepanjang 100 km dari Juni hingga November.

Keajaiban alam yang unik ini disebabkan oleh fenomena biologis tanaman langka dan endemik yang disebut macarenia clavigera yang melapisi dasar sungai. Dalam satu tahun, sungai ini umumnya berwarna rona hijau tua tetapi ketika musim hujan, sungai berubah menjadi kaleidoskop warna.

Tempat menginap, terletak jauh di tengah hutan, La Manigua Lodge yang terletak di La Macarena adalah akomodasi di sebuah komunitas peternakan kecil. Penginapan tenang ini akan memberi Anda suasana hutan belantara otentik yang dikelilingi oleh keindahan alam.

Bersantailah di rumah pohon panggung atau amati flora dan fauna tropis di atas dan di bawah Anda dari jaring-jaring yang berada di rumah pohon pribadi. La Manigua Lodge sangat cocok bagi traveler yang ingin melihat sungai lima warna karena lokasinya dapat dicapai dengan perjalanan singkat dengan perahu.

Taman Hiburan menegangkan, Abu Dhabi Hampir tujuh dari sepuluh (67 persen) traveler Gen Z tertarik untuk mendapatkan pengalaman yang berhubungan dengan atraksi wisata saat traveling, dan 38 persen diantaranya tertarik dengan atraksi seperti taman hiburan. Berlokasi di Abu Dhabi, Ferrari World bisa dijadikan salah satu opsi destinasi traveling Gen Z.

Taman hiburan ini dikenal sebagai taman hiburan paling mendebarkan dan bermerek Ferrari pertama di dunia. Traveler bisa naik roller coaster tercepat di dunia dan berlatih seperti pengemudi Ferrari dengan Scuderia Challenge. Ferrari World adalah salah satu dari banyak atraksi yang dapat dipesan melalui Booking.com Attractions, platform pemesanan atraksi wisata dengan konfirmasi instan dan e-tiket langsung untuk berbagai atraksi terbaik di seluruh dunia. Ideal untuk traveler Gen Z.

Tempat menginap: Yas Hotel memiliki desain yang unik karena setengahnya terletak di darat dan setengahnya lagi di atas air. Pulau Yas adalah pilihan tepat bagi traveler yang tertarik dengan taman hiburan, dengan Ferrari World terletak di dekatnya.

Yas Hotel juga menghadap ke objek wisata populer lainnya yakni sirkuit Formula 1. Setelah hari yang menyenangkan di taman hiburan, regangkan otot tubuh dengan berenang di salah satu dari dua kolam renang di puncak gedung dan nikmati pemandangan matahari terbenam yang spektakuler. Jatiluwih, Indonesia.

Hampir setengah (44 persen) dari traveler Gen Z ingin berkontribusi kepada masyarakat setempat ketika traveling dengan menyumbangkan waktu mereka. Cara untuk mencapai hal ini adalah melalui startup pariwisata berkelanjutan,

I Like Localstartup ini adalah kelas memasak kuliner Bali di desa Jatiluwih.

Tempat menginap: Dekat dengan teras sawah Jatiluwih yang indah, terdapat tempat peristirahatan yang tenang yakni Sang Giri - Mountain Glamping Camp. Sang Giri menyediakan akomodasi tenda mewah dan memiliki restoran, hot tub outdoor, platform yoga, dan pemandangan gunung dan hutan yang indah. Tamu yang ingin menjelajahi daerah ini dapat memanfaatkan penggunaan pelengkap peta daerah sekitar, teropong saku, payung, dan lampu obor.

Taman Arkeologi Choquequirao, Peru. Satu dari lima (21 persen) Gen Z senang memulai perjalanan hiking dan lebih dari setengahnya (52 persen) tertarik untuk melakukan trekking ke lokasi yang ekstrem. Namun, traveler Gen Z semakin sadar akan dampak merusak dari pariwisata yang berlebihan dan 63 persen akan mengunjungi destinasi yang kurang terkenal jika itu dapat mengurangi dampak buruk bagi lingkungan.

Taman Arkeologi Choquequirao bisa dijadikan destinasi alternatif selain Machu Picchu. Bukan hanya karena alasan lingkungan, tapi karena ukuran taman ini tiga kali lipat dari Machu Picchu. Gen Z juga akan senang mengetahui bahwa Choquequirao hanya mendapatkan sekitar 20 pengunjung per hari, memastikan reruntuhannya tidak rusak dan tetap tenang.

CasaNostra Choquequirao adalah guest house nyaman yang berlokasi di Cachora, yang merupakan kota terdekat dengan Taman Arkeologi Choquequirao. Hirup udara pegunungan yang segar dari balkon Anda dan setelah perjalanan berat, cicipi hidangan nasional dan internasional yang lezat disajikan di restorannya.

Berbagai acara menarik untuk Anda, New York City. Sebanyak 59 persen traveler Gen Z ingin datang ke acara seperti konser, festival, atau acara olahraga. Tempat terbaik untuk mengikuti peristiwa sekali seumur hidup ini adalah di New York, kota yang tidak pernah tidur.

New York City adalah rumah bagi produksi teater kelas dunia, tim olahraga ikonis, klub komedi yang akan membuat Anda tertawa terbahak-bahak dan pertunjukan musik langsung dari klub jazz intim hingga konser pop yang terjual habis tiketnya. Booking.com Events sekarang sudah bisa digunakan di New York City dan menawarkan traveler di Big Apple pengalaman acara yang bebas repot dengan menghilangkan hambatan dan ketidakpastian seputar tiket acara.

Tempat menginap: Terletak di sebuah bangunan bersejarah yang baru saja direnovasi dan dekat Central Park, HI NYC Hostel adalah tempat sosial untuk menginap yang terletak di Upper West Side, Manhattan. Penuh dengan area umum, seperti teras luar ruangan yang besar dan ruang hijau pribadi, hostel ini juga menyelenggarakan banyak aktivitas termasuk berkunjung ke pub, acara kelab malam, dan pertunjukan inhouse, menjadikannya sebagai kesempatan sempurna untuk bertemu dengan traveler yang berpikiran sama dari seluruh dunia. (nos)

Teks foto :

 Dekat dengan teras sawah Jatiluwih yang indah, terdapat tempat peristirahatan yang tenang yakni Sang Giri - Mountain Glamping Camp terletak di Jatiluwih, Indonesia. Sang Giri menyediakan akomodasi tenda mewah dan memiliki restoran, hot tub outdoor, platform yoga, dan pemandangan gunung dan hutan yang indah. Tamu yang ingin menjelajahi daerah ini dapat memanfaatkan penggunaan pelengkap peta daerah sekitar, teropong saku, payung, dan lampu obor.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising