Wisata & Budaya

Ngulik Rasa Kreasikan Fusion Food Indonesia

22-11-2019

Jakarta, beritasurabaya.net - Unilever Food Solutions adakan Kompetisi “Ngulik Rasa” untuk membangkitkan kreativitas pebisnis kuliner Indonesia dalam menciptakan kreasi fusion dari makanan khas Indonesia yang tengah digemari milenial Indonesia. Lebih dari 2.900 pebisnis kuliner dari seluruh Indonesia tertantang memberikan sentuhan fusion pada tiga kategori masakan yakni Sate, Soto, dan Nasi Goreng.

Managing Director Unilever Food Solutions, Joy Tarigan, Jumat (22/11/2019), menjelaskan, kompetisi “Ngulik Rasa” ini merupakan sebuah kompetisi yang unik, yang diciptakan sebagai wadah bagi para chef dan pebisnis kuliner untuk berkreasi menciptakan fusion food untuk memberi warna baru dalam industri kuliner Indonesia serta memenuhi kebutuhan dari konsumen milenial yang kini mendominasi populasi.

Menurut laporan dari Euromonitor, 52,5 persen milenial Indonesia menikmati makan di luar rumah 3x seminggu. Sementara riset Unilever Food Solutions di Asia Tenggara mengungkapkan, era globalisasi membuat milenial terpapar dengan banyak hal yang baru, termasuk dalam hal kuliner, salah satunya fusion food yang menjadi salah satu tren kuliner.

”Didorong tren ini, para pebisnis kuliner dituntut untuk terus berinovasi membuat kreasi yang berbeda dan dapat memikat para milenial. Unilever Food Solutions (UFS) berupaya memfasilitasi kebutuhan tersebut melalui kompetisi Ngulik Rasa dan juga varian produk UFS yang lengkap,”ujarnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Chef Bambang Nurianto, Ketua Perkumpulan Chef Profesional Indonesia juga menambahkan, kompetisi “Ngulik Rasa” ini memberikan kesempatan bagi para chef dan pebisnis kuliner untuk mengasah kreativitas mereka, dan memunculkan ide masakan unik dan baru, bagi dunia kuliner tanpa meninggalkan rasa khas Indonesia.

”Hal ini juga sesuai dengan visi dan misi PCPI sebagai pengerak dalam mengangkat kuliner indonesia jauh lebih tinggi dan makin dikenal ke dunia internasional. Saya harap, dengan semangat mereka, masa depan kuliner Indonesia akan semakin berkembang,”tukasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor kuliner telah berkontribusi sebesar 41,69 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Ekonomi Kreatif pada tahun 2016. Badan Ekonomi Kreatif dalam surveinya juga menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki kontribusi paling besar dibandingkan sektor lainnya.

Angka ini merupakan angka tertinggi dibandingkan sektor lainnya. Dengan fakta ini, tidak dapat dipungkiri bahwa, saat ini, banyak bisnis kuliner yang berlomba-lomba untuk menarik perhatian konsumennya yang sebagian besar merupakan milenial.

Chef Yuda Bustara, Celebrity Chef, salah satu juri dalam kompetisi “Ngulik Rasa” menanggapi, pasar milenial sendiri cukup menantang untuk ditembus lantaran mereka selalu ingin mencoba sesuatu yang baru, sehingga sebagai chef maupun pebisnis kuliner, kita harus harus pintar berinovasi dalam menciptakan rasa dan menu baru. Saat menjadi juri “Ngulik Rasa”.

”Saya kagum melihat banyak kreasi fusion para peserta yang unik dan menarik. Mereka mampu memberikan sentuhan unik pada makanan bercita rasa khas Indonesia, dan memberikan warna baru pada masakan tersebut dengan gaya masing-masing, karena itulah fusion food sesungguhnya. Mengombinasikan satu jenis masakan khas Indonesia, dengan masakan lain baik dari Indonesia atau dari negara lain, dan menciptakan kreasi masakan baru yang belum pernah ada sebelumnya,”paparnya.

Adapun para pemenang kompetisi “Ngulik Rasa” yakni Eka, dari Karunia Bumbu Pawon asal Lamongan, Jawa Timur - Pemenang Kategori Soto dengan kreasi Soto Seafood Lamongan Koya Telur Asin; Fabian Budi Seputro dari Sate Ratu asal Sleman, DI Yogyakata Pemenang Kategori Sate dengan kreasi Sate Kanak; Gozali dari Gozali Catering asal Balikpapan, Kalimantan Timur Pemenang Kategori Nasi Goreng dengan kreasi Nasi Goreng Borneo. Masing-masing pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 50.000.000,- serta memberikan workshop digital marketing bagi para peserta dari Foodizz.id.

“Kami berharap kompetisi dan workshop ini dapat memberikan nilai tambah dari rangkaian produk UFS terutama kategori savory, mendukung pengembangan bisnis kuliner yang berkelanjutan di tengah tren fusion food di kalangan milenial Indonesia,” tutup Joy. (nos)

Teks foto :

Pembicara dan Pemenang Kompetisi Ngulik Rasa.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising