CSR

ACT : Indonesia Bisa Selamatkan Rohingya

08-09-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Apa yang bisa bangsa ini lakukan untuk meredam kalutnya masalah kemanusiaan di tiap-tiap petak dunia? Bangsa ini adalah bangsa yang besar, tak pernah ada yang memungkiri hal itu.

Guyub dan rukun sudah menjadi identitas bersama Indonesia bahkan jauh sebelum sebuah negeri bernama Indonesia itu merdeka. Allah sudah memberikan nasib begitu baik bagi Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang besar.

Perbedaan yang beragam, warna-warni yang berbeda, tapi punya satu identitas sebagai Merah Putih yang tangguh. Inilah Indonesia, yang tak pernah sampai dirundung perpecahan. Tapi tak jauh dari batas wilayah di sebelah barat laut Indonesia, tiba-tiba datang lagi kabar yang membuat hati tak tega untuk membiarkan.

Etnis Rohingya, etnis yang “dinobatkan” oleh Badan Dunia sebagai kaum paling teraniaya di dunia, kembali berteriak menangis. Dari gambar yang datang bersahutan di jejaring sosial, tampak si ibu menggendong anaknya yang masih balita menyeberangi Sungai Naf yang lebar dan dingin. Wajahnya takut, kalut, penuh guratan trauma, sementara si anak kaki dan tubuhnya penuh lumpur amis.

Adapula si bapak tua yang menggigil menahan dingin, badannya sudah basah kuyup berjalan sembari tenggelam di aliran deras Sungai Naf. Headline di sejumlah media internasional mengatakan hal yang serupa: Rohingya kembali diusir dari kampung halamannya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Kampung mereka dibakar.

Beberapa yang nekat melawan sampai dibunuh dan dipersekusi tanpa ampun oleh militer Myanmar. Maka tak ada pilihan lagi selain lari, kabur, menyeberangi Sungai Naf, sungai yang menjadi perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar.

Tidak cuma narasi, selamatkan Rohingya itu tentang aksi! “Alhamdulillah Tim ACT sudah di Myanmar dan Bangladesh, bergerak cepat mendistribusikan kebutuhan paling mendesak. Sebanyak 10 ribu paket nasi biryani dari Indonesia untuk ribuan Rohingya yang baru saja datang menyeberangi Sungai Naf.

”Kini mereka tinggal sementara di kamp pengungsian di Bangladesh,” kata Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin, dalam video pernyataannya di ruang Media Center for Rohingya Crisis, Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (7/9/2017) kemarin.

Ahyudin memohon doa dari semua masyarakat Indonesia, agar bisa secepatnya melakukan yang terbaik untuk penyelamatan Muslim Rohingya yang terusir. “Tim kami di Bangladesh dan Myanmar sudah melakukan apa yang bisa kami lakukan sebagai pembuktian bahwa bangsa Indonesia mampu melakukan penyelamatan,”ungkapnya.

Dalam beberapa hari ke depan, Ahyudin juga menegaskan komitmen untuk menggerakkan 100 truk logistik ke perbatasan Bangladesh dan Myanmar. “Kami tahu bahwa jumlah pengungsi di perbatasan yang sudah masuk ke Bangladesh sudah di atas 100 ribu jiwa. Maka kami berkejaran dengan waktu. Setidaknya 20 truk logistik akan masuk ke perbatasan setiap harinya. Mudah-mudahan semangat bangsa ini bukan sekadar semangat narasi,”tegas Ahyudin.

Masih teringat tentang cerita 1000 ton beras dari Indonesia untuk Somalia beberapa bulan lalu? Mengulang lagi cerita heroik Indonesia ketika kirimkan beras untuk kelaparan Afrika, Ahyudin juga mengatakan bangsa Indonesia mampu untuk melakukan lagi hal serupa bagi Rohingya.

“Karena pangan adalah kebutuhan utama. Mulai hari ini Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya sudah melakukan penggilingan 1000 ton beras. Jika tak ada aral melintang, dalam waktu tak lama lagi Kapal Kemanusiaan siap diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” ungkap Ahyudin.

Bersikap untuk Rohingya disadari betul memang butuh waktu panjang, sebab ini bukan urusan tentang penyelamatan puluhan atau ratusan keluarga. Setidaknya ada sejuta lebih komunitas Rohingya di Rakhine juga di perbatasan antara Bangladesh dan Myanmar yang butuh segera uluran tangan. Pilihannya hanya tinggal dua, bertahan di Rakhine dengan segala persekusi dan ancaman bahkan pembunuhan, atau pergi dari Rakhine, lari ke Bangladesh menyelamatkan nyawa dan menjadi pengungsi.

“Saya mohon doa, doa itu senjata umat Islam. Kami sadar kami merasa dipercaya, kami merasa diberi tugas oleh Allah SWT untuk menyampaikan amanah bangsa Indonesia sampai ke orang-orang Rohingya. Mudah-mudahan apa yang ACT lakukan selalu Allah ridai. Betul-betul bisa menyebabkan penyelamatan kemanusiaan. Bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun untuk menjadi solusi kemanusiaan,” pungkas Ahyudin. (nos)

Advertising
Advertising