CSR

Astra Apresiasi 7 Mutiara Bangsa

19-10-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Tidak mudah menemukan “mutiara bangsa” yang terpendam di dalam lumpur. Melalui serangkaian upaya seperti penjaringan awal, seleksi persyaratan, peninjauan lokasi, analisis proses kerja serta dampak program bagi masyarakat sekitar melalui wawancara komprehensif dengan pihak terkait, Dewan Juri akhirnya memilih 7 “mutiara bangsa: tingkat nasional dari 82 penerima tingkat provinsi yang berasal dari Sabang sampai Merauke.

Ketujuh pemuda-pemudi, mayoritas didaftarkan oleh orang lain untuk mengikuti kompetisi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2017. Mereka menerima apresiasi sebagai penghargaan, Rabu (18/10/2017) kemarin, karena telah menginisiasi program pemberdayaan masyarakat yang bekerja dalam “sunyi” (tanpa pamrih).

Setiap penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 menerima dana pengembangan kegiatan sebesar Rp60 juta (naik dari Rp55 juta, seiring dengan HUT ke-60 Astra) agar kegiatan mereka dapat berkelanjutan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dari penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 sejalan dengan empat bidang kontribusi sosial yang telah dilaksanakan Astra, yakni Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, serta tambahan untuk kategori Teknologi dan Kelompok.

“Mereka memiliki kontribusi positif terhadap lingkungan sekitar tanpa memikirkan keuntungan pribadi yang akan diterimanya. Itu adalah wujud kunci utama dimana memberi kebahagiaan bagi orang lain, maka secara tidak langsung kebahagiaan akan mereka miliki. Astra mengapresiasi tindakan mereka melalui ajang ini dan akan mendampingi pengembangan kegiatan selanjutnya,”ujar Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto.

Dalam proses pencarian, Astra didukung oleh Dewan Juri yang kompeten dan memiliki nilai-nilai sejalan dengan filosofi Astra. Mereka adalah Dosen Ilmu Lingkungan Pasca Sarjana Universitas Indonesia Prof. Emil Salim, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Nila F. Moeloek, Guru Besar Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta Prof. Fasli Jalal, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan Tri Mumpuni dan Pakar Teknologi Informasi Onno W. Purbo.

“Astra mencari anak-anak muda yang memiliki semangat menyala. Anak-anak muda yang mengerjakan tugas di ambang batas/beyond duty. Kami tidak mencari orang yang bekerja dengan biasa, tapi mencari tokoh-tokoh yang menginspirasi banyak orang karena kecintaannya terhadap pekerjaannya,”tambah Emil Salim.

Adapun meraih apresiasi tersebut adalah “Relawan Edukasi Preventif Bahaya Human Trafficking dari Tambolaka”, Ronaldus Asto Dadut, Tambolaka, Nusa Tenggara Timur; “Pendamping Masalah Kejiwaan”, Triana Rahmawati, Surakarta, Jawa Tengah; “Sang Pencerdas Anak Petani dari Gowa”, Jamaluddin, Gowa, Sulawesi Selatan; “Transformer Pembalak Liar”, Ritno Kurniawan, Padang Pariaman, Sumatra Barat; “Anjani, Si Batik Bantengan”, Anjani Sekar Arum, Malang, Jawa Timur; “Pembaru VCO dari Tadulako”, Bambang Sardi, Palu, Sulawesi Tengah; dan “Penyuluh Penangkapan Ikan Sidat Ramah Lingkungan”, PPILAR Bengkulu, Provinsi Bengkulu. (nos)

Teks foto :

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (keempat kiri) berbincang bersama para Penerima Apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) Awards 2017 usai penyerahan apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 di Jakarta.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising