CSR

Banyak Perusahaan Terpuruk Penerapan GCG

03-11-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Masih banyak perusahaan yang terpuruk penerapan karena tata kelola perusahaannya tidak baik sehingga banyak fraud yang terjadi atau tidak ada investor yang mau membeli saham perusahaan tersebut. Oleh karenanya, penting bagi sebuah perusahaan untuk memiliki pengetahuan tentang Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan roda bisnisnya.

Hal tersebut disampaikan pendiri sekaligus Direktur Utama Economic Review Hj.RAy. Irlisa Rachmadiana,S.Sn,MM, di sela Malam penganugerahan IGCGA-III-2017 terlaksana Kamis (2/11/2017), di Tiara Ballroom, Crown Plaza, yang dihadiri jajaran Direktur Utama, Komisaris, Direksi dan Manajemen seluruh perusahan pemenang di Indonesia.

Irlisa mengatakan penerapan prinsip GCG pasalnya akan membuat perusahaan di Indonesia makin kompetitif di ASEAN. Hal ini sesungguhnya masih menjadi tantangan, bagaimana memberikan edukasi kepada perusahaan untuk menerapkansistem GCG yang baik.

”Oleh karenannya malam ini kami mengapresiasi kepeda beberapa perusahaan terbaik dalam hal penerapan prinsip GCGnya. Perusahaan peraih IGCGA-III-2017, merupakan perusahaan yang terbukti mempuni bertahan dan tangguh dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, serta dapat menerapkan etika bisnis, sehingga dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan transparan, perusahaan-perusahaan inilah jawaranya,”ujar Irlisa.

Adapun para pemenang IGCGA-III-2017 yakni berasal dari perusahaan Swasta, Tbk, BUMN, BUMD, BPD, BPR,dll. PT Pembangkitan Jawa-Bali salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero) mendapatkan Platinum Award dengan menempati peringkat 1 untuk kategori anak perusahaan BUMN non TBK dengan skor 95.07.

Direktur PT Sinergi Daya Prima sekaligus juri IGCGA-III-2017 Eri Sumiarso, SE, MM, mengatakan proses Penjurian IGCGA-III-2017 dilakukan secara obyektif, fair, oleh Dewan Juri Independen yang berkompeten serta independen di bidang GCG. Adapun Indiktor penilaian berdasarkan Laporan Keuangan Audited 2016 (25 persen), Laporan Tahunan 2016 (40 persen), Kelengkapan Infra-Struktur GCG (20 persen), Kelengkapan soft-structure GCG (10 persen) dan Keterbukaan atas Masalah yang dihadapi Perusahaan (5 persen).

Ditambahkan Eri Sumiarso, bila perusahaan di Indonesia nanti memiliki pengelolaan perusahaan yang baik, otomatis akan menarik minat investor. Kemudian, akan ada inflow investasi yang akan masuk ke Indonesia. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik pada perusahaan menjadi syarat yang tak boleh terlewatkan.

“Masih banyak hal-hal yang diperlu diperhatikan oleh perusahaan yang masih belum menerapkan prinsip GCG yang benar, diantaranya, kelengkapan publikasi di website, tidak adanya pernyataan dari Direktur Utama dan Direktur Keuangan sebagai pertanggung-jawaban atas laporan keuangan audited Perusahaan dan ada yang tidak menggunakan materai, bahkan ada Laporan Tahunan belum mengungkap 5 tahun terakhir,”pungkas Eri. (nos)

Teks foto :

PT PJB satu diantara pemenang IGCGA-III-2017.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising