CSR

Danamon Peduli Dukung Pembangunan Indonesia Hijau

01-02-2018

Bandung, beritasurabaya.net - Yayasan Danamon Peduli (Danamon Peduli) bermitra dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri (Wanadri) melakukan penanaman 3.000 pohon di area kurang lebih 8 hektare di Kkwasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dalam acara “Adopsi 3.000 Pohon untuk Pembangunan Indonesia yang Hijau dan Berkelanjutan”, hadir Pengendali Ekosistem Hutan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat SKW III, Toni Setiana; Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi; Danamon Regional Head Wilayah Jawa Barat Pinastika Junia; serta masyarakat setempat yang terlibat aktif dalam pemeliharaan dan pengasuhan pohon. Memiliki luas 12.429,70 hektar Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi (KKMK) masuk dalam tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut.

Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Restu Pratiwi, mengatakan masih dalam semangat “Hari Sejuta Pohon Sedunia” yang jatuh pada 10 Januari lalu, Danamon Peduli akan terus berkontribusi pada perbaikan kualitas lingkungan hidup, salah satunya melalui kegiatan menanam dan merawat pohon. “Dari beberapa informasi, kita dapati fakta bahwa bumi kehilangan 15 miliar pohon setiap tahunnya. Padahal keberadaan pohon sangat vital bagi kehidupan mahluk hidup. Keberadaan pohon mampu memitigasi perubahan iklim, polusi dan bencana, menahan laju air dan memastikan air terserap ke tanah, melindungi keanekaragaman hayati dan pastinya untuk mendukung kehidupan masyarakat yang berkelanjutan,” jelasnya.

Program konservasi ini mencakup kegiatan penanaman yang dilakukan guna menghijaukankembali lahan-lahan kritis, khususnya di wilayah KKMK dengan tujuan mengembalikan fungsi hutan. Salah satunya yakni sebagai daerah hulu dan mata air dari beberapa anak sungai yang bermuara di sungai besar Cimanuk dan Citarum. Terdegradasinya kawasan ini akibat pembalakan liar dan kebakaran hutan yang menyebabkan beberapa bencana banjir serta tanah longsor di sekitar aliran sungai.

Pada akhir 2008, BBKSDA dan Wanadri meluncurkan kegiatan penanaman pohon dengan pola adopsi (tree adoption program) sebagai kanal alternatif bagi masyarakat maupun institusi agar dapat terlibat langsung pada upaya penghijauan dan konservasi. Biaya asuh sebesar Rp50.000,- per pohon mencakup penyediaan bibit, penanaman dan perawatan pohon (berada dalam area konservasi maka tiap pohon tidak boleh ditebang dan dilindungi oleh undang-undang). Sedangkan untuk memastikan keberadaan dan perkembangan pohon, Danamon Peduli melakukan monitoring secara daring. Selain dampak positif pada lingkungan, kegiatan adopsi pohon ini juga terbukti mampu menjaga keberadaan hidup pohon serta membuka lapangan pekerjaan, seperti penjaga dan pengasuh pohon yang berdampak pada ekonomi. (nos)

Teks foto :

Penanaman 3.000 pohon di area kurang lebih 8 hektare di Kkwasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising