CSR

Total Sudah 1.175 Ton Beras Indonesia Masuk Gaza

05-04-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Sudah satu pekan berjalan, setiap harinya di gerbang perbatasan Kerem Shalom, gerbang yang membatasi Gaza dan Israel, ada konvoi truk logistik yang tak biasa. Muatan yang diangkut dalam tiap truk berupa karung-karung beras, jumlahnya ribuan. Tapi ini bukan beras biasa, di tiap karung beras tertanda jelas bendera Merah Putih sebagai identitas.

Muatan yang hilir mudik dimasukkan ke dalam Gaza setiap harinya itu mengangkut beras dari Indonesia. Tiap-tiap truk dengan muatan tunggal atau gandeng itu mengangkut ratusan ton beras per harinya. Di bagian kanan dan kiri truk, sekali lagi berkibar bendera Indonesia bersanding dengan bendera Palestina.

Tujuan terakhirnya sampai ke Gaza. Sejak diberangkatkan dari Indonesia 21 Februari 2018 lalu, perjalanan bantuan beras dengan tajuk Kapal kemanusiaan Palestina secara bertahap telah melewati berbagai fase perjalanan.

Direktur Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap (ACT), Bambang Triyono, Kamis (5/4/2018), memaparkan, perjalanan Kapal Kemanusiaan Palestina “terpaksa” harus berlabuh di Pelabuhan Ashdod di Israel, untuk membongkar muatan. Karena hanya Ashdod satu-satunya gerbang laut membawa masuk bantuan sampai ke Gaza, Palestina.

“Dari Ashdod, setiap harinya sejak Senin (2/4/2018) kemarin, berlangsung proses masuk ke dalam Gaza. Konvoi truk mengangkut beras dari keluar dari Ashdod, ratusan kilometer mengarah ke selatan. Kemudian masuk ke Gaza melewati gerbang Kerem Shalom,” ujar Bambang.

Tercatat sudah 1.175 ton dari total 2.000 ton beras masuk ke Gaza. Berangkat dari Indonesia 21 Februari silam, total muatan Kapal Kemanusiaan mengangkut sebanyak 2.000 ton beras.

Bambang menambahkan, setiap harinya, sekitar 100-400 ton beras masuk bertahap. Sampai Senin, mitra ACT di Gaza mengatakan, sudah ada 1.175 ton beras yang masuk dan ditampung sementara di gudang di Gaza bagian selatan. Setiap satu truk yang masuk mengangkut 25-50 ton beras, tunggal maupun gandeng.

“Dalam satu hari, Alhamdulillah kami bisa membawa masuk ke Gaza 4 hingga belasan truk, atau setara dengan 100 sampai 400 ton beras. Bendera Merah Putih dan Palestina berkibar di atas truk sebuah kebanggaan untuk kami, bahwa Indonesia dekat sekali dengan Palestina,”kata perwakilan mitra ACT di Gaza, Mohammad Najjar.

Saat ini masih ada kurang lebih 800 ton beras dari Indonesia yang bakal dibawa masuk sampai ke Gaza. Sementara itu, di dalam sebuah gudang di bagian selatan Gaza, beras bantuan dari Indonesia ditampung, proses pendistribusian akan dilakukan sesegera mungkin. (nos)

Advertising
Advertising