CSR

ACT Antarkan Ribuan Khobz Bagi Pengungsi Suriah

06-04-2018

Reyhanli, beritasurabaya.net - Mesin berdengung, koki roti mulai mempersiapkan adonan, sementara pekerja lain bersiap di ujung mesin konveyor. Semua berbaur dalam ritme kesibukan pagi di dapur sebuah pabrik roti yang ada di Reyhanli, Turki.

Sejak pukul 07:00 waktu setempat, produksi ribuan roti pipih berdiameter 25 cm ini mulai dilakukan. Warga lokal menyebut roti tersebut khobz. Roti-roti inilah yang diberikan secara gratis untuk para pengungsi Suriah, pada hari peluncuran Program Pabrik Roti, Rabu (4/3/2018), waktu setempat.

Program Pabrik Roti merupakan ikhtiar jangka panjang Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam hal penyediaan pangan untuk pengungsi Suriah. Bekerja sama dengan pabrik roti lokal, sekitar 2.400 paket khobz diproduksi setiap harinya.

Ribuan lembar khobz ini selanjutnya dibagikan kepada pengungsi Suriah, baik yang ada di perbatasan Turki-Suriah maupun di dalam Suriah. Pada peluncuran Program Pabrik Roti di Reyhanli tersebut, ribuan lembar khobz diangkut menuju beberapa wilayah di Idlib, Suriah.

Dari Reyhanli, roti-roti pipih ini dibawa masuk ke Idlib melalui gerbang perbatasan Cilvegozu dengan mengantongi izin baik dari Pemerintah Turki maupun Suriah. Ribuan khobz tidak hanya diberikan untuk pengungsi lama, namun juga untuk para warga Suriah yang umumnya baru mengungsi dari Ghouta Timur.

Sejak adanya gencatan senjata di Ghouta Timur pada akhir Maret lalu, Idlib dipenuhi gelombang pengungsi baru dari daerah tersebut. Direktur Global Humanity Response ACT, Bambang Triyono mengatakan, mereka banyak berasal dari wilayah Saqba, Hammuriyah, Masraba, Kafr Batna, Zamalek, dan Arbin.

“Di masa tanggap darurat seperti ini, mereka tentu membutuhkan suplai pangan yang mencukupi. Insya Allah, roti-roti ini akan terus didistribusikan ke Idlib untuk pengungsi Suriah, baik yang baru datang dari Ghouta Timur maupun pengungsi lama,” jelas Bambang.

Kehadiran Program Pabrik Roti di Reyhanli menjadi penegas komitmen ACT untuk menyediakan suplai pangan dan logistik kepada pengungsi Suriah. Sebelumnya, Program Indonesia Humanitarian Center yang berfungsi sebagai pusat penyediaan bantuan logistik telah lebih dahulu beroperasi.

Sebanyak 1.000 paket pangan dan kebutuhan pokok didistribusikan untuk pengungsi Suriah setiap bulannya. Paket pangan dan logistik ini juga menjangkau para pengungsi di perbatasan Turki-Suriah dan di dalam Suriah.

Perang sipil yang berkepanjangan di Suriah terus menambah jumlah pengungsi setiap tahunnya. Sebagian besar dari mereka amat membutuhkan pangan, di tengah kondisi yang serba terbatas. Oleh karena itu, ACT didukung oleh segenap rakyat Indonesia berkomitmen untuk menyediakan pangan dan logistik secara berkesinambungan. Sebab, ini menjadi kebutuhan pokok yang paling mereka butuhkan, apalagi untuk pengungsi baru.

“Melalui program IHC dan Pabrik Roti ini, Insya Allah secara berkelanjutan kami akan distribusikan bantuan pangan. Tidak hanya melalui program IHC dan Pabrik Roti, namun juga program Kapal Kemanusiaan Suriah yang akan membawa 1.000 ton beras dari Indonesia. Karena seperti yang kita tahu, selain roti, masyarakat Suriah juga mengonsumsi nasi sebagai panganan utama sehari-hari,” terang Bambang.

Muhammad, pengelola pabrik roti di Reyhanli yang bekerja sama dengan ACT mengaku senang bisa terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. Ia berharap semoga roti-roti tersebut bisa membahagiakan para fakir dan pengungsi. “Terima kasih kepada masyarakat Indonesia, semoga Allah membalas kebaikan kita semua,”doa Muhammad.

Program Pabrik Roti di Reyhanli ini menjadi lanjutan program serupa yang berjalan di Kilis, Turki, dan Idlib, Suriah pada awal 2017 lalu. Insya Allah, ribuan khobz akan senantiasa diantar ke kamp maupun flat pengungsi Suriah, seiring besarnya amanah kepedulian dari masyarakat Indonesia. (nos)

Teks foto :

Program pabrik roti di Reyhanli buat pengungsi Suriah dari ACT.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising