CSR

Kurban Tahun Lalu, 40 Negara Dijangkau

06-07-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Kurang dari dua bulan, Iduladha akan menyapa kita. Umat Muslim di seluruh dunia mempersiapkannya dengan cara yang berbeda, sesuai budaya masing-masing, tapi sarat dengan kemeriahan yang serupa. Semua berada dalam spirit meraih takwa dan kebahagiaan berbagi. Hal ini terekam dalam delapan tahun perjalanan Global Qurban.

Selama perjalanannya, Global Qurban telah menyebarkan manfaat kurban ke penjuru negeri dan dunia. Pada tahun pertamanya, yakni tahun 2011, Global Qurban berhasil mendistribusikan 3.645 ekor hewan kurban untuk 175.400 penerima manfaat di empat negara. Angka tersebut kian meningkat setiap tahunnya, menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Tahun lalu, nikmat kurban menjangkau lebih dari tiga juta jiwa di 40 negara. Mereka umumnya para pengungsi konflik kemanusiaan di sekat perbatasan, sampai keluarga pra-sejahtera di desa terpencil.

Tidak hanya Muslim, gurihnya daging kurban juga dinikmati oleh non-Muslim yang membutuhkan uluran tangan di kawasan rawan bencana. Tahun lalu, mereka semua mendapatkan manfaat yang sama, sesuai dengan fitrah Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Lalu, tepatnya negara mana saja yang dijejaki Global Qurban dalam misinya memberikan daging kurban terbaik dari Indonesia? Indonesia memang dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbanyak di Asia, bahkan dunia.

Namun, Muslim di Asia juga menyebar hingga ke pelosok stepa Mongolia. Dari Indonesia hingga Asia Tengah, kurban dibagikan untuk mereka yang paling membutuhkan.

Di kawasan ASEAN, Global Qurban menyambangi Indonesia, Filipina, Thailand, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Kamboja. Beberapa komunitas Muslim di negara-negara ini jarang sekali merayakan Iduladha, sehingga kedatangan daging qurban ke pintu rumah mereka disambut dengan sukacita.

Di Asia Timur, Global Qurban menyapa Taiwan dan masyarakat Uyghur di Tiongkok. Bergeser ke tengah, Global Qurban mengirimkan daging qurban ke Mongolia, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan. Di negara-negara eksotis ini, Global Qurban bertemu mereka yang rentan terhadap bencana alam.

Di Asia Selatan, Global Qurban juga menyambangi India, termasuk di dalamnya Kashmir, Nepal, Sri Lanka, Bangladesh, dan Pakistan. Di negeri-negeri plural ini, Muslim hidup berdampingan dengan non-Muslim dalam damai. Sayangnya, mereka masih harus menghadapi serangkaian bencana alam yang membuat mereka rentan tidak memiliki makanan.

Kemiskinan pun menghantui di tengah geliat pariwisata. Bagi mereka, daging qurban yang diantarkan Global Qurban merupakan berkah yang jarang mereka rasakan.

Di perpotongan Asia dan Eropa, Global Qurban pun mengulurkan tangan pada pengungsi Suriah di Turki. Setelah menyaksikan tahunan konflik berdarah, dikejar trauma dan kehilangan, nikmat qurban menjadi pelipur lara temporer bagi mereka. Sejenak, para pengungsi dapat merasakan nikmatnya kehidupan normal yang biasa mereka rasakan dulu.

Kawasan Timur Tengah pun merasakan nikmatnya daging kurban tahun lalu. Yaman yang masih dirundung konflik, menderita kelaparan, dan terserang epidemi kolera, sejenak bisa berbahagia dengan daging kurban yang ada. Begitu pula dengan Irak yang masih dirundung konflik.

Suriah dan Palestina yang masih berdarah, menyaksikan solidaritas masyarakat Indonesia. Tidak lupa juga, pengungsi Suriah dan Palestina di Yordania dan Lebanon. Kurban dikirim ke tenda-tenda pengungsian, rumah-rumah yang tidak memiliki akses listrik dan air bersih. Daging lezat menjadi penghibur sementara ibu yang kehilangan suaminya, ayah yang kehilangan anggota tubuhnya, dan anak yang dikejar trauma.

Kegersangan dan instabilitas politik yang masih menghinggapi benua Afrika pun tidak menghentikan langkah Global Qurban. Di Afrika Timur, ada Madagaskar, Kenya, Ethiopia, Uganda, Somalia, Sudan, dan Sudan Selatan. Global Qurban menyambangi tenda-tenda pengungsian rapuh, menambahkan gizi untuk anak-anak yang menderita malnutrisi.

Di Afrika Tengah, ada Chad dan Kamerun. Di dua negara ini, Global Qurban mengantar daging untuk mereka yang menderita di tengah aktivitas terorisme Boko Haram. Global Qurban juga memberikan penghiburan untuk mereka yang baru menjadi mualaf. Semua diingatkan lagi akan kebesaran Allah dan rezeki yang diturunkan-Nya melalui berbagai pintu.

Di Afrika Barat, ada Sierra Leone, Mali, Gambia, Nigeria, dan Ghana. Terakhir, di Afrika Utara, ada Mauritania. Beragam isu masih bertahan di negara-negara ini, mulai dari kekerasan terhadap perempuan, rasisme, kekeringan, kelaparan hingga konflik bersenjata.

Semua menjadikan mereka rentan dan berusaha mencari suaka di tempat yang lebih baik. Di Idul Adha tahun 2017, Global Qurban meringankan beban mereka dan merekatkan ukhuwah mereka di tengah gempur masalah.

Empat puluh negara telah dijajaki Global Qurban, empat puluh negara menggulirkan cerita penuh suka dan duka, empat puluh negara mengenal Indonesia sebagai bangsa murah hati. Semua itu karena dukungan dan keyakinan masyarakat Indonesia.

“Sejak 2011, Global Qurban telah menjadi ikon kepedulian Muslim kepada dunia melalui kurban. Ini akan terus kami pertahankan dan tingkatkan sehingga kepedulian bangsa Indonesia, khususnya Muslim, terus meluas dan dirasakan masyarakat dari berbagai latar belakang,” jelas Presiden Global Qurban Aksi Cepat Tanggap, Rini Maryani, Jumat (6/7/2018).

Sekarang, hanya tersisa kurang dari dua bulan hingga umat Muslim kembali menjemput Iduladha. Tim Global Qurban sedang bersiap dan berbenah, sepenuh hati bertekad menghadirkan kurban terbaik bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Tahun ini, Global Qurban akan mendedikasikan kurban ke lebih dari 40 negara di dunia. (nos)

Teks foto :

Global Qurban di Somalia.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising