CSR

Dampak Gempa Terparah di Lombok Utara

06-08-2018

Lombok Utara, beritasurabaya.net - Korban gempa di Pulau Lombok terus bertambah. Dalam konferesi pers, Senin (6/8/2018), Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, sebanyak 91 orang meninggal dengan 72 orang berasal dari Lombok Utara.

Selain itu, gempa yang terjadi sejak Minggu (5/8/2018) kemarin, juga menyebabkan 209 luka-luka, ribuan bangunan runtuh, dan puluhan ribu jiwa mengungsi. “Jumlah korban sementara meninggal dunia terbanyak berasal dari Lombok Utara yakni 72 orang. Lombok Utara memang termasuk wilayah yang paling besar terkena dampak, sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan. Dan jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah,”terang Sutopo.

Sutopo memaparkan dari data yang masuk saat ini, perkiraan kerusakan rumah yang terjadi di Lombok Utara yakni di Kecamatan Kayangan sebesar 80 persen, Kecamatan Gangga sebesar 65 persen, Kecamatan Tanjung sebesar 85 persen, dan Kecamatan Pemenang sebesar 55 persen. Selain itu, tiga jembatan dilaporkan rusak yakni jembatan Bayan, jembatan Lokok Tampes, dan jembatan Gangga.

Juaini dari Tim Emergency Response Aksi Cepat Tanggap (ACT) NTB di Lombok, melaporkan Lombok Utara termasuk wilayah yang terkena dampak terparah. “Jembatan-jembatan pada retak, aspalnya naik dan banyak pohon tumbang. Ambulans ACT dari Kecamatan Bayan muter ke atas bukit karena kondisi gelap, sampai di Kecamatan Tanjung pagi. Di jalanan bangunan roboh, mulai dari Desa Sambik Jengkel, Desa Lokok Beru sampai ke Senggigi rusak berat. Bangunan beton hancur semua,” terangnya.

Juaini memaparkan kondisi pengungsi cukup memprihatinkan. Mereka membutuhkan obat-obatan dan bantuan logistik lainnya. “Kondisi pengungsi di Kecamatan Tanjung termasuk yang parah. Banyak yang patah tulang kaki dan tangan ketimpa tembok. Mereka termasuk yang telat di evakuasi,” lanjutnya.

Tim ACT merespon cepat dengan mengirimkan bantuan langsung pada korban gempa Lombok. Direktur Plt. Disaster and Emergency Response Management (DERM) ACT Bambang Triyono menyebutkan, grup relawan ACT sudah mulai disebar di beberapa lokasi gempa termasuk Mataram.

“Insya Allah Selasa besok, akan disalurkan bantuan lanjutan berupa ambulans, Humanity Food Truck, kendaraan rescue dan truk logistik. Semua akan diangkut menggunakan pesawat Hercules,” terangnya.

Bambang memaparkan, relawan akan dibagi membagi beberapa bidang sesuai dengan kualifikasi masing-masing. Tim penyelamatan dan medis akan diterjunkan langsung ke wilayah pesisir Lombok Utara dan relawan logistik akan membantu distribusi Dapur Umum dan logistik lainnya.

“Siang ini relawan medis yang terdiri dari dua dokter dan dua fisioterapis langsung bergerak ke Rumah Sakit Tanjung di Lombok Utara. Smentara relawan logistik akan fokus di dua titik Dapur Umum ACT, yakni di Sembalun dan Obel-Obel,”pungkasnya. (nos)

Teks foto :

ACT akan terus memberikan dukungan berupa logistik, obat-obatan dan tenaga kesehatan untuk membantu korban gempa di Lombok.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising