CSR

Wujud Kepedulian Sompo Insurance Buat Korban Gempa

02-10-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Guncangan gempa yang terjadi di wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat sepanjang bulan Agustus lalu mungkin telah mereda. Namun Jumat lalu, gempa berkekuatan 7,7 SR kembali menimpa Kota Palu dan Kota Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.

Dua kejadian ini menjadi perhatian nasional dan meninggalkan dampak kerusakan yang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 17 Agustus 2018 pukul 17.00 WIB, gempa Lombok tercatat 729 gempa susulan telah terjadi sejak gempa besar pertama pada 5 Agustus 2018 dan menewaskan lebih dari 483 Jiwa, 1.054 luka-luka, 81.813 rumah rusak dengan total jumlah terdampak dan pengungsi sebanyak 431.416 Jiwa. Sedangkan gempa yang terjadi di Palu dan Donggala per minggu, 30 September 2018 mencatatkan 832 korban jiwa untuk sementara waktu.

Kedua kejadian ini juga menjadi perhatian segenap manajemen dan karyawan PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) dan sebagai wujud kepedulian kepada para korban gempa Lombok, segenap manajemen dan karyawan PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) memberikan bantuan dana senilai Rp 50.000.000, yang disalurkan melalui Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Denpasar, akhir September 2018. Penyerahan dana dilakukan oleh Kepala Kantor Pemasaran Sompo Insurance Denpasar, Dina Isana kepada Bendahara Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bali, Andreas Nugroho di Kantor Cabang AAUI Denpasar, Bali.

Sedangkan wujud kepedulian untuk korban gempa Kota Palu dan Donggala masih berproses. Head of Human Resources Department Sompo Insurance, Diah Safiati Amurwani, Selasa (2/10/2018), menjelaskan, dana bantuan yang diberikan kepada korban gempa Lombok merupakan wujud kepedulian manajemen dan para karyawan Sompo Insurance yang selaras dengan filosofi manajemen untuk selalu berusaha menyediakan perlindungan, kesehatan dan kesejahteraan bagi setiap individu sebagaimana yang dibutuhkan pula oleh para korban.

“Kami juga berharap wujud kepedulian kami dapat membantu mencukupi kebutuhan para korban selama berada di area pengungsian dan mempercepat proses pemulihan pasca-bencana yang akan disalurkan pada 13 Oktober 2018 mendatang,”tukasnya.

Berdasarkan simulasi Maipark Catastrophe Modelling yang dirilis pada 20 Agustus 2018 lalu, estimasi kerugian ekonomi (kerusakan rumah tinggal) akibat gempa Lombok diperkirakan mencapai Rp 300-700 miliar. Sejak gempa besar terjadi pada 5 Agustus 2018, Sompo Insurance sendiri telah menerima 21 pengajuan klaim terkait gempa Lombok dengan estimasi share kerugian yang ditanggung Sompo Insurance mencapai USD1,158,318 dan Rp. 650,196,050.

Total klaim bruto untuk produk Asuransi Harta Benda Sompo Insurance juga mengalami kenaikan yang signifikan dimana pada Juni 2018 total klaim bruto yang dibayarkan yakni sebesar Rp 52 miliar melonjak pesat hingga Rp 75 miliar pada Agustus 2018. Sedangkan laporan kerugian untuk gempa Palu dan Donggala masih belum dapat dipastikan. (nos)

Advertising
Advertising