CSR

PJB Pembangkit Harapan Punya Makna Bagi Masyarakat

08-10-2018Surabaya, beritasurabaya.net - Merayakan ulang tahunnya ke-23 pada tanggal 3 Oktober 2018, PT PJB mengadakan sejumlah aksi kepedulian bagi lingkungan hidup dan masyarakat sekitar. Aksi tersebut merupakan bagian dari strategi triple bottom line yang dilakukan korporasi untuk memberikan makna bagi kehadirannya di tengah masyarakat. Selain itu juga menjadi bagian dari kampanye pembangkit harapan yang tengah digelorakan perusahaan energi listrik itu.

PJB melakukan sejumlah aksi sosial berupa roadshow ke pondok pesantren di Lamongan dan pemberian santunan anak yatim dengan total bantuan lebih dari Rp 581 juta. Selain itu juga mengirim relawan ke Palu, memberikan bantuan mobil kebersihan masjid dan meluncurkan program Akustik.

Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dan wujud rasa syukur di hari kelahiran PJB. Pihaknya ingin kehadiran PJB memiliki makna bagi masyarakat. Bukan sekedar membangkitkan listrik, namun keberadaannya memberikan value added yang mampu mendorong munculnya harapan-harapan baru.

”Menjadi Pembangkit Harapan sebagaimana tagline peringatan HUT PJB kali ini. Artinya, kehadiran PJB senantiasa berupaya mewujudkan harapan kustomer dan masyarakat terkait dengan kinerja, inovasi, kreativitas, kepedulian sosial dan lingkungan dalam operasional perusahaan,” papar Iwan Agung.

Bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah mendatangkan keprihatinan mendalam bagi PJB. Pada momen ulang tahun kali ini diadakan acara PRAY FOR PALU & DONGGALA dan penggalangan dana dari hadirin. Sebelumnya pada Senin (1/10/2018) PJB telah mengirim 14 orang relawan yang akan bergabung dengan PLN untuk memulihkan aliran listrik di daerah bencana.

Sementara itu, penggalangan dana dari karyawan PJB di seluruh unit juga sedang berjalan berbarengan dengan dana yang tengah disiapkan oleh manajemen untuk disalurkan secara korporat. Program Akustik (Ayo kurangi sampah plastik) merupakan kampanye untuk menumbuhkan kesadaran bagi karyawan dan mitra kerja PJB dalam mengurangi penggunaan plastik.

Ada tiga program besar dalam Akustik meliputi pembatasan air minum kemasan, snack meeting dan lunch box yang ramah lingkungan, serta pengurangan plastik di kantin dan koperasi. Pada tahun 2022 Akustik ditargetkan dapat mengurangi sampah plastik di lingkungan PJB hingga 90 persen.

Program Akustik dilatarbelakangi keprihatinan PJB terhadap sejumlah permasalahan lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah plastik. Permasalahan ini makin berkembang karena pertumbuhan volume sampah plastik yang cenderung meningkat.

Akustik dikuatkan dengan Surat Edaran Direksi PT PJB Nomor: 003.K/012/DIR/2016 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Plastik di Lingkungan PT PJB yang berisi hierarki pengelolaan sampah plastik. Surat Edaran itu diantaranya berisi prioritas penggunaan material berbahan dasar non plastik, inventarisir potensi sumber serta segregasi sampah plastik, konsep 3R dalam pengelolaan sampah plastik terintegrasi, kerja sama dengan pihak ketiga, dan penerapan konsep Extended Producer Responsibility.

Roadshow ke Pondok Pesantren Lamongan dilakukan pada 27 September 2018. Rombongan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqoh (LAZIS) PJB mengunjungi sejumlah pondok pesantren (PP), meliputi PP At-Taqwa, PP Karang Asem, dan PP SPMAA. Dalam kegiatan ini diserahkan bantuan pendidikan dan santunan bagi kaum dhuafa dengan jumlah total Rp 481 juta.

Santunan bagi 200 anak yatim dilakukan pada Senin 1 Oktober 2018 di kantor pusat PJB Surabaya. Santunan diserahkan oleh Direksi PJB kepada anak yatim yang berasal dari sekitar kantor PJB dan beberapa daerah di Surabaya. Masing-masing anak menerima uang saku sebesar Rp 500 ribu dan alat sekolah.

Bantuan mobil untuk kebersihan masjid dari LAZIS PJB diserahkan kepada LasNas LMI (Lembaga Amil Zakat Nasional Lembaga Manajemen Infaq) Surabaya pada Senin 1 Oktober 2018. Pada kesempatan itu dilakukan juga penandatanganan MoU Program Bersih-bersih Masjid antara Direktur Utama LasNas LMI Agung Haru Setiawan dan Ketua LAZIS PJB Miftahul Huda. Nota kesepahaman berisi kerjasama dalam program bersih-bersih masjid.

Rangkain kegiatan sosial dan kepedulian lingkungan yang dilakukan PJB dalam memperingati hari kelahirannya diharapkan dapat membawa kebaikan dan berkah bagi masyarakat. Sehingga perusahaan dapat terus tumbuh dan berperan sebagai pembangkit harapan bagi masyarakat di sekitarnya. (nos)

Teks foto :

Tim Relawan PJB yang diberangkatkan ke Palu-Donggala.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising