CSR

Temu PINTAR Apresiasi Tokoh Inspiratif

04-11-2018

Yogyakarta, beritasurabaya.net - Yogyakarta akan menjadi tuan rumah bagi para tokoh inspiratif, Pandu Inklusi Nusantara (PINTAR) yang bekerja dan berjuang untuk pemenuhan hak-hak dasar kelompok yang terpinggirkan serta mewujudkan Indonesia yang inklusif. Pada 6-8 November mendatang, lebih dari 150 PINTAR dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul. Pihak pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak beserta dengan beberapa tokoh masyarakat akan memberikan apresiasi sebagai ucapan terima kasih atas dedikasi PINTAR untuk kelompok marjinal.

Di tengah pembangunan Indonesia untuk menyejahterakan masyarakatnya, masih terdapat kelompok yang mendapatkan stigma, terabaikan, dan tidak mendapatkan manfaat dari kemajuan pembangunan. Kelompok ini merupakan kelompok masyarakat yang miskin dan minoritas, disingkirkan oleh masyarakat dominan dan tidak dapat berpartisipasi penuh dalam kehidupan politik dan ekonomi. PINTAR bekerja untuk mengubah hal tersebut.

Berkat PINTAR, lebih dari 20.000 orang akhirnya memiliki identitas legal seperti Kartu Tanda Penduduk, Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga. Sekitar 10.000 orang dapat mengakses bantuan sosial dan layanan publik. Sekitar 20.000 orang terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Lebih dari 5 miliar Rupiah dikucurkan pemerintah untuk pembangunan dan kebijakan yang inklusif di tingkat lokal dan nasional.

Theresia Titahing Ruci atau yang biasa dipanggil Ibu Tice salah satu PINTAR dari Kota Yogyakarta telah berhasil mengubah persepsi dan stigma terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ada di lingkungannya. Ia aktif mendatangi rumah-rumah keluarga ODGJ yang biasanya tidak dapat menerima kondisi ODGJ dan cenderung mengurung mereka di rumah.

Ia mendampingi keluarga dan mendorong ODGJ untuk dapat berbaur dengan masyarakat melalui Terapi Aktivitas Kelompok di kelurahan. Kegigihan Ibu Tice membuahkan hasil. Dona misalnya, kini menjadi terapis akupresur dan Suwarni mampu mengakses obat secara mandiri.

Doddy Kurniawan Kaliri yang akrab disapa Doddy dari Kabupaten Sleman adalah seorang disabilitas daksa yang dulunya berpandangan orang dengan disabilitas masih perlu bergantung pada bantuan orang lain dan program pemerintah. Kini Doddy berdaya dan aktif mengadvokasikan program pembangunan dan anggaran pemerintah untuk disabilitas; mengembangkan sistem ekonomi yang inklusif melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan merintis Ikatan Pengusaha Inklusif; fokus dalam mengembangkan literasi digital; serta mengadvokasikan partisipasi disabilitas dalam pemilihan umum dan politik.

Ibu Tice dan Doddy adalah dua contoh PINTAR yang bekerja untuk kelompok disabilitas. Masih ada lebih dari 5.000 PINTAR lainnya yang tersebar di 75 kabupaten/ kota, 21 provinsi di Indonesia yang berdedikasi untuk kelompok marjinal lainnya.

Siapa saja bisa menjadi PINTAR mulai dari kelompok marginal yang menerobos stigma dan diskriminasi, berdaya dan menjadi penggerak bagi kelompoknya; tokoh masyarakat, tokoh agama, anggota masyarakat lainnya yang tergerak dan peduli; aparat sipil negara yang berdedikasi menunaikan kewajiban dan melakukan pembaharuan dalam melayani kelompok marjinal. Bahkan mereka yang tadinya mengeksklusi, mendiskriminasi, dan menjadi bagian dari intoleransi juga bisa berubah menjadi pelindung dan membantu pemenuhan hak-hak kelompok marjinal.

PINTAR patut dan harus diapresiasi. Mereka adalah modal yang sangat penting dan berharga untuk bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang inklusif dimana proses pembangunan melibatkan seluruh kelompok masyarakat dan tidak boleh ada yang ditinggalkan. Kehadiran PINTAR diharapkan juga menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli, berpartisipasi dan berkontribusi dalam gerakan inklusi sosial untuk Indonesia yang warganya setara semartabat dan sejahtera. (nos)

Teks foto :

Theresia Tit (kiri) dan Doddy Kurniawan dua contoh PINTAR yang bekerja untuk kelompok disabilitas.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising