CSR

Festival Rumah Pintar Cegah Pekerja Anak

27-12-2018

Lombok Timur, beritasurabaya.net - Sebagai wujud komitmen mencegah dan meminimalisir keterlibatan anak-anak dalam perkebunan dan pengolahan tembakau, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) secara konsisten melaksanakan program “Rumah Pintar” di NTB sejak 2016. Rumah Pintar merupakan program layanan bagi anak-anak usia 7-18 tahun (SD-SMA) dengan kegiatan positif dan edukatif.

Program ini juga merupakan upaya Sampoerna mendukung kebijakan pemerintah mencapai “Indonesia Bebas Pekerja Anak 2022”. Sebagai puncak rangkaian kegiatan, selama dua hari berturut-turut Sampoerna menggelar dua kegiatan, yakni Kompetisi Anak di Bencingah, Lombok Tengah bermitra dengan Koalisi Perempuan Indonesia, Rabu (26/12/2018) kemarin dan Festival Rumah Pintar di Desa Sakra, Lombok Timur bermitra dengan Lembaga Transform, Kamis (27/12/2018). Kedua acara tersebut bertujuan untuk menampilkan hasil pembelajaran dan keterampilan anak-anak yang beraktivitas di Rumah Pintar dalam rangka memotivasi serta menjauhkan mereka dari aktivitas di ladang tembakau.

Atas inisiatifnya mengurangi keterlibatan anak-anak di pertanian tembakau, program Rumah Pintar oleh Sampoerna ini pun mendapatkan sambutan yang positif dari pemerintah. Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan dan Anak (PNKPA) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Asep Gunawan menyampaikan, pemerintah pusat mengapresiasi Sampoerna yang telah mengembalikan anak-anak untuk belajar dan ke sekolah. “Kami juga mengapresiasi atas kerja sama Sampoerna, Lembaga Transform, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang telah bahu membahu dalam rangka mengentaskan pekerja anak melalui program Rumah Pintar. Semoga terus menjadi motivasi untuk mengembangkan di daerah-daerah lain,”ujarnya.

Pada tahun 2018, terdapat 22 Rumah Pintar di berbagai wilayah NTB. Dari jumlah tersebut, 8 Rumah Pintar bermitra dgn Koalisi Perempuan Indonesia dan 14 Rumah Pintar bermitra dengan Lembaga Transform. Kedua acara puncak dilaksanakan untuk menampilkan keterampilan anak-anak selama mengikuti kegiatan belajar di Rumah Pintar. Ajang tersebut diharapkan dapat memberi motivasi bagi anak-anak untuk secara aktif terlibat kegiatan yang sesuai dengan usianya.

Lebih lanjut mengenai Rumah Pintar, Kepala Hubungan Daerah & CSR Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan menjelaskan, bersama mitra, baik LSM maupun pemasok, berkomitmen mencegah dan mengeliminasi praktik pekerja anak di Lombok. Oleh karena itu, melalui payung program tanggung jawab sosial perusahaan “Sampoerna Untuk Indonesia”, pihaknya mempersembahkan program Rumah Pintar untuk menyediakan ruang belajar dan bermain yang produktif bagi anak-anak di luar waktu sekolah.

Berdasarkan data Lembaga Transform, program Rumah Pintar telah menjadi tempat bermain dan belajar bagi 7.037 anak atau 74 persen dari total jumlah anak-anak di 14 desa, sehingga mereka tidak menggunakan waktu luangnya untuk kegiatan di ladang tembakau. Daerah yang dipilih untuk lokasi program adalah desa penghasil tembakau, seperti Desa Padamara, Setanggor, Jantuk, Kabar, Rumbuk, Sukadana, Montong Baan, Sakra Selatan, Gelanggang, Bungtiang, Senyiur, Batu Putik, Sepapan, dan Jerowaru. Program ini juga melibatkan 163 orang warga setempat sebagai fasilitator lapangan, pengelola, dan mentor.

”Dari hasil evaluasi yang kami lakukan, ternyata program ini mampu mengubah kebiasaan dari 74 persen anak-anak yang dulunya turut beraktivitas di kebun tembakau setelah pulang sekolah. Sekarang, alih-alih pergi ke kebun, anak-anak dapat singgah ke Rumah Pintar untuk mengembangkan minat dan bakat mereka,” ujar Direktur Lembaga Transform, Suyono. (nos)

Teks foto :

Anak-anak bermain dan belajar dengan laptop di stan Rumah Pintar dalam kegiatan Festival Rumah Pintar di Sakra, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising