CSR

Industri Kuliner Tetap Eksis di Masa Pandemi

22-01-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Untuk mengetahui kondisi bisnis UMKM di berbagai daerah, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) menyelenggarakan jelajah UMKM secara virtual, Jumat (22/1/2021). Jelajah virtual ini menampilkan 2 UMKM di Kalimantan Selatan, yakni UMKM Madu Kelulut Sahabat dan UMKM Gula Semut La’ang Balangan.

Kedua UMKM tersebut merupakan UMKM binaan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Banua Lima di Tabalong Kalimantan Selatan. LPB Pama Banua Lima sendiri merupakan salah satu LPB yang didirikan YDBA bersama PT Pamapersada Nusantara untuk membina UMKM di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan.

Dalam jelajah virtual ini, Pemilik Madu Kelulut Sahabat, Khair Riftia dan Pemilik Gula Semut La’ang Balangan, Rinawati bercerita mengenai bagaimana mereka menjalankan bisnisnya di masa pandemi, mengapa memilih bisnis tersebut, apa saja manfaat produknya bagi kesehatan, bagaimana tantangan yang dihadapi serta bagaimana pandemi berdampak kepada bisnis keduanya.

Di samping itu, Rinawati dan Khair Riftia juga memperlihatkan secara virtual bagaimana memproduksi madu kelulut serta memproduksi gula semut yang memiliki banyak varian rasa. Hadir dalam jelajah virtual ini, yakni Bendahara Pengurus YDBA, Handoko Pranoto serta Sekretaris Pengurus YDBA, Ida. R. M. Sigalingging.

Dalam sambutannya, Handoko menyampaikan bahwa jelajah virtual yang bertema “Industri Kuliner, Tetap Eksis di Masa Pandemi” ini sejalan dengan kondisi industri kuliner di masa pandemi ini. Industri kuliner menjadi salah satu industri yang menciptakan tren dan tetap eksis di masa pandemi ini, seperti produk kuliner yang mendukung kesehatan, diantaranya produk madu maupun produk gula semut.

UMKM Madu Kelulut Sahabat Madu kelulut menjadi salah satu produk yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat. Terlebih madu dipercaya sebagai salah satu booster untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pada tahun 2017, salah satu UMKM binaan LPB Pama Banua Lima, Khair Riftia memutuskan untuk melakukan budidaya madu kelulut yang dimulai dengan 20 koloni/ sarang dengan brand Madu Kelulut Sahabat. Seiring berjalannya waktu, permintaan akan madu semakin besar, hingga saat ini Khair sapaan akrabnya memiliki 150 koloni.

Seluruh madu yang dihasilkan dari koloni tersebut, dipasarkan oleh pria berusia 32 tahun ini ke pasar offline maupun online. Berbagai program yang diberikan oleh LPB Pama Banua Lima, seperti Pelatihan Branding dan Packaging pun mendukung Khair untuk memasuki pasar online yang omsetnya saat ini bisa meningkat 100 persen dari omset yang didapat di pasar offline.

UMKM Gula Semut La’ang Balangan Pada tahun 2018, YDBA bersama PT Pamapersada Nusantara mendirikan LPB Pama Banua Lima untuk membina UMKM, salah satunya UMKM gula semut dengan brand “La’ang Ba’langan” yang berarti “Gula Aren dari Balangan”. Berbagai program pembinaanpun diikuti oleh UMKM ini, seperti Pelatihan Basic Mentality dan Kewirausahaan, Pelatihan Branding & Packaging, Pelatihan Pembukuan Sederhana, Pelatihan dan Pendampingan 5R, Pelatihan Pembuatan Produksi Gula Semut Berbasis SNI dan lainnya. Saat ini produk La’ang Ba’langan memiliki 6 varian rasa antara lain gula semut original, gula semut jahe, gula semut kunyit sirih, gula semut kunyit jeruk nipis, gula semut temu lawak, dan gula semut kunyit asam.

Semua varian menggunakan bahan dasar air nira dari pohon aren yang dicampur dengan berbagai bahan sebagai penambah rasa seperti jahe merah, temulawak, kunyi, atau jeruk nipis. Saat ini produk gula semut La’ang Balangan sudah dipasarkan di berbagai daerah seperti di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Yogyakarta, dan Jakarta. Produk ini juga sudah masuk ke pasar online yang omsetnya mendominasi dari bisnis yang dijalankannya. (nos)

Teks foto :

Suasana Jelajah Virtual UMKM di Madu Kelulut Sahabat Balangan, Kalimantan Selatan dengan narasumber Pemilik Madu Kelulut Sahabat, Khair Riftia (kanan) dipandu oleh Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Pama Banua Lima, Amirullah (kiri) yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Jumat (22/1/2021).

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927