CSR

Maybank Indonesia Lanjutkan Program RISE 2.0 Daring

09-02-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia”) bersama Maybank Group Foundation, melanjutkan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas dan komunitas marjinal RISE (Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship) 2.0 di awal 2021 secara daring. Pelaksanaan secara daring dilakukan sehubungan masih berlangsungnya pandemi Covid-19 yang membuat pelaksanaan program pelatihan secara tatap muka belum dapat dilangsungkan.

Sejak 18 Januari hingga 5 Februari 2021, pelatihan RISE 2.0 level Standard telah berlangsung secara daring dengan total peserta 235 penyandang disabilitas dari provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tengah. Para peserta pelatihan memiliki berbagai latar belakang usaha seperti penjahit, penjual makanan, toko kelontong, servis elektronik, pangkas rambut, dekorasi, kerajinan tangan serta peserta lainnya yang sedang berencana untuk membuka usaha.

Program RISE 2.0  di berbagai wilayah tersebut merupakan awal pelatihan level Basic dan Standard, dimana pelatihan untuk tahun ini yang akan berlangsung sampai dengan Desember 2021, yang menargetkan sekitar 2.000 peserta. Pada 8 Februari hingga 25 Maret 2021, pelatihan ini juga akan dilaksanakan di Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah, Maluku, Sulawesi Selatan, Aceh dan Kalimantan Tengah.

CEO Maybank Foundation, Shahril Azuar Jimin, mengatakan, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility (CR) Maybank Indonesia. Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas yang mandiri, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat, selaras dengan misi humanising financial services.

Program ini juga selaras dengan misi ASEAN dan lima sasaran United Nations Sustainable Development Goals yakni mewujudkan kehidupan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak dan mengurangi kesenjangan.

Head, Corporate & Brand Communications, Tommy Hersyaputera, Selasa (9/2/2021), mengatakan, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, Maybank Indonesia melanjutkan komitmen untuk memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan semangat, juga  meningkatkan percaya diri, keterampilan hingga kapasitas usaha untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE 2.0.  “Dengan melakukan program secara daring, kami berharap program ini tetap dapat membangun sekaligus meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM dan menciptakan komunitas yang mandiri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarnya,”tukasnya.

Tahun 2020 lalu, program RISE 2.0 telah dilaksanakan sebanyak 35 kali di 16 kota dengan jumlah peserta sebanyak 1.647 penyandang disabilitas dan komunitas marjinal. Ada pun target peserta yang direncanakan untuk mengikuti pelatihan mencapai 7.350 peserta hingga akhir 2023 untuk tiga level yakni Basic, Standard & Premium.

Program ini secara regional telah diluncurkan pada 26 September 2019 di Manila, Filipina dan telah diperluas cakupan pelatihannya hingga ke enam negara di Asia Tenggara, yakni Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Laos dan Myanmar. Program pelatihan RISE diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta.

Pada tahun 2016 program ini mulai dikembangkan ke kawasan ASEAN, termasuk ke Indonesia dan Filipina. Selama rentang waktu pelaksanaan program RISE tahap pertama di Indonesia, tahun 2016 sampai dengan 2019, sebanyak 2.267 peserta penyandang disabilitas dan komunitas marjinal dari 17 kota telah mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan kemandirian.

Keberhasilan dari program RISE tahap pertama ini dapat dilihat dari peningkatan yang signifikan terhadap penghasilan rata-rata per bulan peserta. Pada September 2019 sebanyak 40 persen dari peserta semula berpenghasilan Rp1.264.782 telah meningkat menjadi Rp5.543.735, atau naik sebesar 338,3 persen dan kian meningkat kembali sebesar 403.7 persen pada Oktober 2019 dan 60 persen dari 2.267 peserta secara keseluruhan juga telah memulai usaha atau meningkatkan usaha mereka selama tiga bulan pasca pelatihan. “Kami berharap dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas dapat mandiri, mampu berwirausaha namun juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas lainnya. Dengan demikian dapat mendorong dan menciptakan motivasi usaha bagi masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan multiplier effect,” tutup Tommy.

Sejak pertama kali dikenalkan di Indonesia, program RISE 2.0 sudah diikuti lebih dari 4.000 peserta yang tersebar di 27 kota seluruh Indonesia. (nos)

Teks foto :

Satu diantara peserta program RISE 2.0.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising