Seni & Hiburan

Musik Puisi Awali Festival Seni Surabaya

28-11-2013

Surabaya, beritasurabaya.net - Fileski n Friends menyajikan pertunjukan musik puisi yang bertajuk ''The Sound of Poem'' membawakan 6 komposisi musik yang diangkat dari puisi-puisi Chairil Anwar dalam pembukaan Festival Seni Surabaya, Selasa (26/11/2013) malam.

Dalam konsernya Fileski menggandeng para seniman muda berbakat dari berbagai disiplin seni seperti, Awan Paperland pemain Kendang dan Ethnic Voice, Redy Eko Prastyo yang bermain Panting alat musik etnik Kalimantan dalam puisi Sajak Putih, Ratna Mestikasari Putri bermain Saxophone dalam Puisi Derai Cemara, Arif Mime Pause yang merespon puisi ''Pemberian Tahu'' dengan Pantomime yang dikombinasikan dengan seni debus, Bije Dance yang merespon puisi ''Sia-Sia'' dengan gerak tari, dan dua orang perwakilan dari komunitas Susastra Nusantara yakni Alveng Subrata & Nada Haroen yang membacakan nukilan cerpen dan puisi ''Taman'' memuaskan para pecinta sastra dan khalayak umum yang memadati sekitaran panggung arena Festival Seni Surabaya yang berada di area komplek Balai Pemuda Surabaya.

Dalam pertunjukan yang berdurasi sekitar 1,5 jam tanpa jeda. Eksperimental solo violin dan pembacaan puisi oleh Fileski dari puisi karya Chairil Anwar yang berjudul ''Aku'' membuka pertunjukan sebelum Fileski berkolaborasi dengan para seniman muda lainnya. Para penonton yang sebagian diantaranya warga sekitar dan para mahasiswa, merasa tertegun dengan penampilan Fileski yang berbeda dengan yang ada dibenak mereka.

Seperti diketahui, Fileski telah merubah orientasi musikalnya sejak 2010 lalu. Fileski tidak lagi menyajikan komposisi musik puisi secara pop, namun justru menggali kekayaan musik etnik khas nusantara yang dipadukan dengan kata dalam puisi dan sentuhan eksperimental instrumen, sehingga tagline dari Fileski sekarang menjadi ethno music within the poetry of experimental sound.

Para penonton juga dipuaskan dengan permainan solo dan improvisasi dari para seniman muda yang berkolaborasi dengan Fileski. Satu persatu seniman muda dari berbagai disiplin seni mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi.

Di komposisi musik dalam puisi ''Pemberian Tahu'' contohnya, Arif Mime mempertontonkan pantomim yang dipadukan seni debus membuat para penonton menjadi terkesima, lantaran memang belum pernah melihat pantomime yang dipadukan dengan kesenian yang mistis ini. Atau pada Redy Eko Prastyo bermain Panting alat musik etnik pedalaman Kalimantan dalam puisi ''Sajak Putih'' yang dibuka dengan permainan Sitar India oleh Kang Ucrit , lantas disusul Awan pada kendang dipadu tetembangan Jawa, lalu diikuti, dentingan Gitar oleh Firman Swing.

Gerak tari kontemporer oleh Bije (Beautifull Javanese) Dance yang merespon puisi ''Sia-Sia'' juga begitu memukau melambungkan imajinasi interpretasi dari puisi dan gerak tari. Menyusul dibelakangnya suara saxophone yang dimainkan dengan ngalamus, maksudnya dimainkan dengan suara yang tidak terputus oleh Ratna Mestikasari Putri.

Sontak para penonton memberikan applaus yang meriah pada pertunjukan Fileski 'n friends. Konser musik puisi tadi malam ditutup dengan pembacaan puisi dan nukilan cerpen dari dua orang perwakilan komunitas Susastra Nusantara yakni Alveng Subrata & Nada Haroen.

Dengan suksesnya konser musik puisi Fileski n friends di pembukaan Festival Seni Surabaya 2013 ini semoga menjadi inspirasi dan spirit positif bagi seluruh insan seni di Surabaya untuk terus berkarya dan mempersembahkan yang terbaik dalam even seni berikutnya. (nos).

Teks foto :

Penampilan Fileski dalam pembukaan Festival Seni Surabaya.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising