Seni & Hiburan

ITA Beri Apresiasi Insan Pertelevisian

20-08-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Industri penyiaran khususnya pertelevisian berkembang kian pesat di berbagai sisinya. Mulai dari skala usaha, luas jangkauan penyiaran, jumlah lembaga penyiaran sampai pada sisi kreatifitas.

Data Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyebutkan, saat ini ada sedikitnya 374 stasiun televisi bersiaran di seluruh Indonesia, baik yang nasional maupun lokal. Ada kurang lebih 8.760 jam penayangan materi setiap tahunnya.

Uang yang berputar di industri penyiaran televisi diperkirakan  mencapai triliunan rupiah dan akan terus naik. Sementara industri ini juga melibatkan jumlah sumber daya manusia yang mencapai ratusan ribu orang. Belum lagi bertumbuh kembangnya industri pendukung seperti rumah produksi, manajemen artis dan lain-lain.

Perkembangan ini juga menuntut adanya strategi yang jitu dalam mengelola kegiatan penyiaran mulai dari menemukan sumber daya kreatif yang mampu melahirkan inovasi sampai pada kepiawaian dalam mengatur strategi penyusunan program dan menetapkan pemirsa sasaran. Tak heran persaingan semakin ketat, di semua segmen waktu, prime time maupun non prime time bermunculan program-program unggulan.

Program yang tentu saja diharapkan tidak hanya menghibur namun harus dapat memberikan pencerahan karena sarat dengan muatan yang mendidik. Bukan sekedar tontonan tetapi juga tuntunan.

Sebagai wujud dukungan untuk semakin meningkatkan kreatifitas dan perkembangan industri pertelevisian di Indonesia, digelarlah  Indonesian Television Awards (ITA). Pada tahun kedua ini  Indonesian Television Awards akan memberikan penghargaan kepada program televisi dan insan pertelevisian di Indonesia dengan 13 kategori penghargaan.

Project Director ITA, Kanti Mirdiati, mengatakan, di balik media televisi, ada pihak-pihak yang patut diapresiasi karena karya maupun kerja keras mereka diterima oleh masyarakat luas. Tahun kedua ini, Indonesian Television Awards memberikan 13 penghargaan untuk kategori program televisi dan insan pertelevisian sebagai bentuk apresiasi kepada mereka.

“Kami menjaga dan memastikan bahwa proses penilaian di  Indonesian Television Awards harus dilakukan secara komprehensif. Karenanya, Indonesian Television Awards melibatkan berbagai pihak agar dapat memberikan proses penilaian yang adil dan akurat, dengan merangkul tim independen Roy Morgan Research, serta Provetic sebagai konsultan riset dan data,”ucap Project Leader ITA, Dini Putri.

Seluruh nominator di 13 kategori, terpilih dari  hasil survei yang dilakukan tim Roy Morgan Research dengan melakukan survei secara  langsung yang melibatkan 1800 responden di 22 kota di 17 provinsi di Indonesia. Roy Morgan Research merupakan lembaga survei independen dari Australia yang sudah berada di Indonesia sejak  2004.

Roy Morgan Research melakukan survei langsung ke  penonton televisi untuk mengetahui program acara televisi yang menjadi favorit, dilihat dari top of mind (yang diingat secara spontan) pemirsa dan untuk program yang masih tayang selama periode Agustus 2016- Juli 2017. Selanjutnya, penilaian terhadap masing-masing nominasi dilanjutkan dengan melibatkan masyarakat untuk menentukan  penerima penghargaan Terpopuler.

Publik secara langsung memberikan suara melalui media sosial (twitter, facebook dan instagram) serta melalui website www.indonesiantvawards.com. Dengan memakai sistem one vote one  id, pemirsa akan menentukan pemenang dari masing-masing kategori. Perhitungan dan analisa voting dilakukan oleh Provetic untuk menjaga akurasi perhitungan serta validasi data para voters dan hasil voting akan diverifikasi oleh auditor independen. (nos)

Teks foto :

Indonesian Television Awards memberikan 13 penghargaan untuk kategori program televisi dan insan pertelevisian sebagai bentuk apresiasi kepada mereka.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising