Seni & Hiburan

Ari Lasso Tutup Reunienacht FK Unair

11-11-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Halaman Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), dipenuhi ribuan alumni dari angkatan 1962 hingga 2012 serta civitas akademika lainnya, Sabtu (10/11/2018) malam. Para alumni menikmati berbagai macam hiburan yang dibawakan alumni FK Unair sendiri hingga bintang tamu.

Acara ini merupakan acara ketiga dari lima acara dalam rangkaian Dies Natalis ke-105 FK Unair. Penampilan pertama dari paduan suara yang bernama Swara Svarna. Swara Svarna merupakan paduan suara yang anggotanya merupakan kumpulan dari alumni FK Unair.

Setelah menyanyikan beberapa lagu dengan koreografinya, dilanjutkan dengan penampilan band yang bernama “Ferina”. Band garapan beberapa dokter alumni FK Unair salah satunya yakni dr. Aucky Hinting, Ph.D, Sp.And, seorang androlog ternama dan konsultan dari bayi tabung.

Band ini terdiri dari dokter-dokter alumni FK Unair mulai dari angkatan 1965 hingga angkatan 2002. Band Ferina ini membawakan beberapa lagu barat lawas seperti lagu dari Rolling Stone, Guns N Roses, Peterpan, dan lagu hits lainnya.

Tidak hanya penampilan dari band alumni saja, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam paguyuban Tari Tradisional juga turut unjuk gigi menampilkan Tari Saman dari Aceh. Penampilan saman oleh 21 anggota paguyuban tersebut juga bertujuan untuk launching sebuah aplikasi mobile, bertajuk Dokter-IKA FK Unair.

Aplikasi DOKTER mobile ini merupakan platform bagi para Alumni FK Unair untuk berdiskusi, dan juga menjalin tali silaturahmi antar angkatan. Tidak hanya untuk alumni saja, masyarakat umum juga dapat men-download aplikasi ini untuk dapat juga ikut diskusi dan bertanya mengenai berbagai macam penyakit dalam bentuk forum.

Untuk meramaikan launching aplikasi ini, 1000 peserta registrasi pertama akan mendapatkan boneka mascot dari aplikasi dokter IKA FK Unair yang dapat diambil pada penutupan Dies Natalis FK.

Sebelum mencapai puncak acara, ada juga penampilan dari sebuah band yang sangat “unik” karena menggunakan pakaian yang mencolok yang berwarna merah dan kuning. Tidak hanya sampai disitu saja, band yang akrab dipanggil Deredia ini membawakan beberapa lagu lawas seperti Bersuka Ria, Teman Seperjuangan, Ratu Sejagad, dan Nurlela.

Selain membawakan lagu lawas, band yang satu ini juga membawakan single terbaru mereka yang berjudul Lagu Dansa dan mengajak para penonton untuk berdansa dan menari poco-poco. Pada akhir penampilannya, Deredia membawakan 2 buah lagu daerah yang berjudul Anak Kambing Saya dan Rasa Sayange dan mengajak seluruh penonton untuk bernyanyi bersama. Setelah deredia selesai membawakan 7 lagu, dilanjutkan dengan penampilan oleh Ari Lasso.

Acara malam keakraban yang bertajuk “Reunienacht” ini mencapai puncaknya saat Ari Lasso tampil di panggung. Penyanyi kondang asal Surabaya ini membuka penampilannya dengan membawakan lagu Mengejar Matahari.

Selain lagu Mengejar Matahari, Ari Lasso juga membawakan lagu-lagu yang membuat penonton semakin bersemangat. Lagu-lagu tersebut diantaranya Cinta Sejati, Penjaga Hati, dan Pelarianmu. Tidak hanya itu saja, Om Ari (sapaan akrab untuk Ari Lasso) juga mengajak penonton berinteraksi seperti mengajak melompat bersama dan menyanyikan lagu bersama dengan menyalakan flashlight dari smartphone para penonton.

Di akhir penampilannya, Om Ari dan kawan-kawan bandnya membawakan lagu Hampa dan Kangen sebagai persembahan terakhir dari Ari Lasso. Terakhir pada saat membawakan salah satu lagunya, Om Ari mengganti lirik lagunya menjadi “FK Unair satu-satunya” layaknya alumni FK Unair yang senantiasa bersatu. (nos)

Teks foto :

Ari Lasso tampil pungkasi malam keakraban yang bertajuk “Reunienacht”, bagi alumni FK Unair angkatan 1962 hingga 2012 serta civitas akademika lainnya.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising