Seni & Hiburan

Musikal Di Rumah Aja Hadirkan Cerita Sangkuriang

13-08-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Setelah menghibur para penikmat seni dengan beragam cerita rakyat seperti Malin Kundang, Timun Mas dan Rara J, program #MusikalDirumahAja yang menampilkan 6 cerita rakyat Indonesia dan melibatkan 6 sutradara teater, 6 sutradara film, 6 sinematografer, 7 penata musik, serta 44 aktor, aktris dan penari Indonesia, dengan format online ini, kembali hadir dengan episode terbaru.

Hari ini, Musikal yang dipersembahkan oleh BoowLive X Indonesiakaya.com menampilkan lakon berjudul “Sangkuriang” yang dapat disaksikan secara bebas mulai pukul 20.00 WIB di akun Youtube Indonesia Kaya.

Cerita rakyat Sangkuriang ini, tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kisah klasik yang sudah diceritakan secara turun temurun ini, telah mewarnai masa kecil banyak anak Indonesia. Namun mengemasnya dalam bentuk musikal di tengah pandemi Covid-19 tentu menjadi sesuatu hal yang baru dan dinanti.

”Kami harap, seperti episode-episode sebelumnya, kisah Sangkuriang juga dapatmenginspirasi, menambah wawasan dan tentunya juga mendapat apresiasi yang tinggi dari masyarakat seperti kisah-kisah rakyat yang telah kami suguhkan sebelumnya,” ujar Direktur Program Indonesiakaya.com, Renitasari Adrian, Kamis (13/8/2020).

Episode keempat dari #MusikalDiRumahAjaini, mengisahkan kehidupan DayangSumbi yang penuh dengan keajaiban. Lahir dari perut seekor babi, menikah dengan seekor anjing bernama Tumang, hingga kemudian sang putranya yang bernama Sangkuriang jatuh cinta kepada Dayang Sumbi, ibuny asendiri. Para dewa lalu menyelamatkan Dayang Sumbi dari nafsu putranya sendiri.

Sebuah kisah tragedi yang menjadi asal muasal terjadinya Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat. Tanta Ginting selaku sutradara film dan sinematografer dalam episode Sangkuriang ini mengungkapkan, dalam proses produksi #MusikalDiRumahAja episode Sangkuriang ini, ia membangun set di rumah dan halaman rumah untuk pengambila ngambar di tengah keterbatasan yang ada. Bekerjasama dengan sutradara teater Maera yang juga berperan sebagai penulislirik bersama Titin Wattimena, produksi Sangkuriang ini juga memberikan nuansa kesederhanaan namun mempunyai efek yang kuat dalam memberikan story telling yang kuat untuk menampilkan sisi cerita dari Sangkuriang secara libretto dan dialog yang dalam.

Kisah Sangkuriang ini diramaikan oleh para pemain yang mendukung pertunjukan #MusikalDirumahAja seperti Taufan Purbo sebagai Sangkuriang, Kikan Namara sebagai Dayang Sumbi, Bima Zeno sebagai Tumang dan Chandra Satria sebagai Radjiman/Narator. Episode ini juga diproduseri Bayu Pontiagust dan disutradarai oleh sutradara teater Maera sekaligus penulis lirik bersama Titin Wattimena. Sutradara teater ini juga berkolaborasi dengan sutradara film dan sinematografer Tanta Ginting.

“Dengan keterbatasan yang ada, memerankan sosok Dayang Sumbi dalam #MusikalDiRumahAja Sangkuriang ini menjadi sebuah pengalaman yang unik bagi saya dan tentunya juga para pemain lainnya. Banyak proses yang dilakukan secara virtual seperti proses reading, latihan hingga workshop lagu. Dalam musikal ini juga saya mencoba membawakan sinden. Semoga penampilan saya dan juga para pemain lainnya dapat menghibur dan menginspirasi para penikmat seni. Selamat menikmati!” ujar Kikan Namara yang berperan sebagai Dayang Sumbi.

Selain itu banyak juga pihak-pihak yang turut terlibat seperti Ava Victoria dan Ifa Fachir yang memberikan sentuhan melodi indah sebagai penata musik dan komposer, penata suara oleh Mahardika dan Alunan selaku audio post. Adit Dipo sebagai penata rias dan rambut, Super 8MM studio sebagai penyunting video dan Ufa Sofura sebagai koreografer.

“Kami juga ingin mengingatkan, bahwa setiap episode dari #MusikalDiRumahAja adalah milik BoowLive dan Indonesia Kaya serta seluruhpihak yang terlibat, dan telah dilindungi Undang-Undang Hak Cipta. Mohon untuk menghargai karya anak-anak bangsa dengan tidak mengunggah ulang dan/atau menyebar luaskan materi yang ditayangkan. Pelanggarakan dikenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku di negara Republik Indonesia,” tutup Renitasari Adrian. (nos)

Teks foto :

Bima Zeno sebagai Tumang dalam pementesan Teater Sangkuriang.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising