Seni & Hiburan

Penikmat Seni Diajak Peduli Lingkungan

30-10-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Galeri Indonesia Kaya senantiasa menghadirkan beragam hiburan menarik bagi para penikmat seni di rumah. Di akhir pekan ini, bersama Garin Nugroho, Galeri Indonesia Kaya kembali menghadirkan program #PentasDaringRuangKreatif, yang menampilkan 14 kelompok terpilih Program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan 2019 dari berbagai daerah di Indonesia. Direktur Program Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian, Jumat (30/10/2020), mengatakan, program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia telah melahirkan dan memberikan wadah bagi banyak kelompok seni di berbagai daerah di Indonesia, untuk mengasah dan menumbuhkan bakat mereka di dunia seni pertunjukan Indonesia. Kali ini menjadi tantangan baru lagi bagi para peserta terpilih, karena harus menghibur penikmat seni secara virtual.

“Kami harap kedepannya kelompok-kelompok terpilih dalam program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia dapat terus berinovasi dan semakin mewarnai dunia seni pertunjukan di Indonesia. Semoga sajian #PentasDaringRuangKreatif pekan ini dapat menemani dan menjadi solusi hiburan para penikmat seni dalam mengisi kegiatan libur panjang di rumah,” ujarnya.

#PentasDaringRuangKreatif menghadirkan pementasan berjudul SEHA: A Rise of Nature yang ditampilkan oleh kelompok Bellacoustic Indonesia pada Sabtu (31/10/2020) pukul 15.00 WIB, di website www.indonesiakaya.com  serta akun YouTube Indonesiakaya. Melalui pementasan ini, kelompok seni yang berasal dari Palangka Raya, Kalimantan Tengah ini menghibur para penikmat seni dengan sebuah pertunjukan yang  kental dengan nuansa alam.

Dengan arahan dari produser independen yang karyanya sudah mendunia, Restu Kusumaningrum, Kelompok Bellacoustic Indonesia menceritakan prosesi pembukaan lahan bagi para peladang tradisional.  Pertunjukan yang ditulis oleh Kalvery Ben Gorio bersama Abd. Khafizd Amrullah yang juga berperan sebagai  sutradara ini, juga berkolaborasi bersama seorang rapper, Arif Trve Kvli dan desainer grafis, Zein Alitamara.


“Bisa bertukar pikiran dan mendapatkan ilmu baru dengan tokoh dalam dunia seni pertunjukan Indonesia, Restu Kusumaningrum merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Beliau banyak memberikan masukan dan membuka ruang diskusi dalam menjahit, mengemas dan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru untuk pertunjukan ini. Selain itu dalam program mentoring, kami juga banyak memperoleh banyak saran dalam hal teknis pertunjukan serta diingatkan tentang pentingnya memiliki akar dan landasan yang kuat dalam berkarya. Semoga ilmu yang kami terima dapat bermanfaat tidak hanya dalam pementasan ini, namun juga untuk karya-karya kami mendatang,”papar Abd. Khafizd Amrullah.

Dengan dekorasi, tata panggung dan kostum yang khas dengan kebudayaan Kalimantan Tengah, alunan musik dan koreografi yang indah, serta kata-kata dan multimedia yang menarik, kelompok Bellacoustic Indonesia menjelaskan bagaimana para peladang menjaga alam yang diciptakan oleh yang Maha Kuasa, hingga prosesi penanaman dan ucapan rasa syukur atas segala yang diterima. Perpaduan antara alat musik tradisional dan juga modern seperti garantung, kangkanung, kecapi, rebab, suling, djimbe, waterstick, karinding, gitar, bass dan drum  sangat kental dalam pertunjukan ini.

Selain menyaksikan penampilan kelompok Bellacoustic Indonesia, para penikmat seni juga diajak untuk menyaksikan karya Komunitas Seni Samar yang berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Komunitas yang para anggotanya berasal dari beragam latar belakang ini, akan menampilkan teater tari berjudul Rananggana yang dapat disaksikan pada Minggu (1/11/2020) pukul 15.00 di website www.indonesiakaya.com  serta akun YouTube Indonesiakaya.

Dengan bimbingan dari sastrawan dan maestro teater dari Teater Satu Lampung, Iswadi Pratama, pertunjukan yang disutradarai oleh Ramuna Putri Widyastuti dan ditulis oleh Leo Katarsis ini bertujuan untuk menyadarkan pola pikir manusia agar lebih mencintai dan merawat alam. Dengan konsep cine-theater, pertunjukan ini tidak menggunakan set panggung yang permanen. Komunitas Seni Samar mengutamakan eksplorasi tubuh dan akting para pemain.

“Pertunjukan ini merupakan salah satu upaya positif dari Komunitas Seni Samar dalam melestarikan, menjaga, dan mencintai lingkungan serta budaya. Keseimbangan alam dan budaya merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, karena keduanya saling berkaitan. Semoga pertunjukan ini mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat terutama generasi muda untuk terus berkarya, sehingga rasa cinta dan kepedulian generasi muda dalam menjaga lingkungan sekitar yang sangat bersinergi dengan kebudayaan lokal,” ujar Iswadi Pratama selaku mentor dari Komunitas Seni Samar.

Dalam pertunjukan ini, Komunitas Seni Samar juga menggunakan kostum dari bahan-bahan alami serta properti dari perabotan tradisional sehari-hari yang juga terbuat dari bahan alami, sebagai wujud artistik dari kampanye mereka dalam merawat alam dan lingkungan. Para penikmat seni, juga dibuat tertawa dengan gaya “sampakan” ala Komunitas Seni Samar, di mana para pemain secara leluasa, lucu, spontan dan bisa improvisasi dalam karakter peran atau diri sendiri. “Rananggana merupakan sekuel atau kelanjutan dari pertunjukan kami sebelumnya yang berjudul Bregada Merudhandha. Banyak masukan dan saran yang kami terima dari mentor kami Iswadi Pratama,  dalam kelanjutan cerita yang kami tampilkan dalam #PentasDaringRuangKreatif ini, misalnya seperti cara menggali dan mengeksplorasi pertunjukan teater agar lebih menarik. Semoga semua ilmu yang kami peroleh dapat berguna bagi karya-karya kami kini dan nanti,” ujar Ramuna Putri Widyastuti.

Masing-masing kelompok terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia juga akan berbagi pengalaman dari proses produksi, setiap Sabtu & Minggu di IG Live @ruang.seni.pertunjukan pukul 13.00 WIB.

#PentasDaringRuangKreatif merupakan bagian dari Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia yang telah diselenggarakan sejak 2016 yang lalu dengan menghadirkan serangkaian kegiatan mulai dari, roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan, seleksi Art Project Development Proposal, Pitching Forum, Workshop, Mentoring proses produksi seni pertunjukan. Sebanyak 22 narasumber, mulai dari seniman, produser, promotor, akademisi, hingga seniman muda juga sudah berbicara ke sekitar 2.805 peserta sejak awal digelar. Garin Nugroho, Ratna Riantiarno, Eko Supriyanto, Iswadi Pratama, Subarkah Hadisarjana, Hartati, Sari Madjid adalah beberapa nama yang turut serta berbagi pengalaman dan pengetahuannya tentang seni pertunjukan Indonesia. (nos)

Teks foto :

#PentasDaringRuangKreatif menghadirkan pementasan berjudul SEHA: A Rise of Nature yang ditampilkan oleh kelompok Bellacoustic Indonesia pada Sabtu (31/10/2020) pukul 15.00 WIB, di website www.indonesiakaya.com  serta akun YouTube Indonesiakaya.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising