Seni & Hiburan

Karya Prabu Perdana Raih UOB Painting of the Year Indonesia

19-11-2020

Jakarta, beritasurabaya.net - Pentingnya kebersamaan dan persatuan bahkan saat kita memperoleh kekuatan dari kesendirian di tengah jarak sosial untuk mengatasi pandemi ini. Hal ini juga melambangkan harapan bahwa di tengah ketidakpastian yang disebabkan Covid-19, kita harus tetap tangguh dalam solidaritas untuk menghadapi masa depan.

Hal ini disampaikan Prabu Perdana pemenang penghargaan UOB Painting of the Year (Indonesia) 2020 terkait proses kreatif dalam karyanya yang meraih hadiah Rp250 juta, yang diumumkan UOB Indonesia, Kamis (19/11/2020).

Seniman berusia 36 tahun dari Bandung, Jawa Barat, menjelaskan lukisan di atas kanvas 150x150 cm menggunakan cat akrilik diberi judul Isolated Garden. Dalam karya seninya, Perdana merefleksikan tema “Solidaritas” dengan menggambarkan kesadaran untuk menjaga jarak di tengah pandemi yang sedang berlangsung.

Perupa tersebut terinspirasi oleh kesendirian saat berada di taman dan ia mengubahnya menjadi ruang kerja yang nyaman dan kondusif. Kreativitasnya berkembang saat ia mengelilingi dirinya dengan barang-barang pribadinya, ditemani oleh ketenangan lanskap taman.

“Suasana taman tersebut menyerupai suasana di Taman Batu yang terletak di dataran tinggi Bandung Jawa Barat. Dan saya merasa terhormat memenangkan dan saya berharap dapat mewakili Indonesia untuk bersaing mendapatkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year,”tukasnya.


Dirinya selalu mengikuti perkembangan kompetisi ini dan tahun ini merupakan keempat kalinya berpartisipasi. “Kemenangan ini sangat berkesan bagi saya karena momen ini berlangsung di tengah pandemi global yang belum pernah terjadi sebelumnya,”ungkapnya.

Karya seni Prabu Perdana telah memberi kesan tersendiri bagi para juri yang terdiri dari para praktisi seni rupa Indonesia, yaitu Dr Agung Hujatnikajennong, kurator seni independen dan dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung; Asikin Hasan, kurator Salihara dan anggota Dewan Kurator Galeri Nasional Indonesia; dan Ay Tjoe Christine, salah satu perupa wanita kontemporer terkemuka di Indonesia yang karyanya telah dipamerkan di Asia, termasuk retrospektif besar di Museum of Contemporary Art di Kanazawa, Jepang pada tahun 2018.

Sebagai pemenang kompetisi UOB Painting of the Year (Indonesia) 2020, karya seninya akan bersaing dengan pemenang dari Malaysia, Singapura dan Thailand untuk penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year yang akan diumumkan pada 3 Desember 2020. Ia juga berkesempatan untuk memenangkan program residensi di Fukuoka Asian Art Museum.

Kategori Perupa Pendatang Baru, Michelle Felicia Darmawan yang berusia 17 tahun memenangkan penghargaan Most Promising Artist of the Year 2020 untuk lukisannya yang berjudul This Too Shall Pass. Karya seni tersebut mewakili situasi pandemi yang tidak pasti dan dampak yang ditimbulkan.

Masyarakat di seluruh dunia dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hidup mereka, dan tetap menghadapi masa yang sulit dengan semangat yang gigih. Bagi mereka yang melihat ketidakpastian sebagai kemunduran, mereka mungkin akan merasa putus asa dan lelah.

Michelle berharap lukisannya tidak hanya menjadi catatan masa-masa sulit bagi mereka yang menghadapi gejolak batin, tetapi juga sebagai pengingat bahwa situasi ini akan berlalu.

Presiden Direktur UOB Indonesia, Hendra Gunawan, mengatakan, tahun 2020 menandai tonggak penting  karena tahun ini adalah peringatan 10 tahun UOB beroperasi di Indonesia. Dan juga tahun ke-10  menyelenggarakan kompetisi UOB Painting of the Year di Indonesia.

“Tahun ini tentunya menjadi ujian bagi kita semua, tetapi situasi ini seharusnya tidak menghentikan kita untuk melakukan sesuatu demi kebaikan masyarakat yang lebih besar,”ungkapnya.

Kompetisi ini merupakan wadah untuk menghubungkan perupa lokal dengan lebih banyak peluang di pentas seni regional dan internasional. Pihaknya telah melihat seni Indonesia berkaliber tinggi yang diciptakan oleh banyak perupa berbakat, termasuk para alumni pemenang UOB Southeast Asian Painting of the Year.

Ia berharap dapat melihat lebih banyak perupa berbakat Indonesia yang memperoleh pengakuan atas prestasi mereka. “Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang tahun ini atas pencapaian mereka dan saya berharap mereka akan terus mengejar prestasi dan mencapai kesuksesan yang lebih besar dalam karir artistik mereka,"tambahnya.

Di tengah ketatnya pembatasan jarak fisik, tahun ini UOB Indonesia telah meluncurkan portal daring bagi para peserta agar dapat mengirimkan karya mereka dengan mudah dan aman selama kurun waktu 14 Agustus hingga 18 Oktober 2020. Hal ini dilakukan untuk menjangkau  lebih banyak peserta di seluruh Indonesia. Acara penghargaan virtual yang diadakan hari ini juga dapat diakses oleh publik di Indonesia maupun dari luar negeri. (nos)

Teks foto :

1.Virtual press conference bersama pemenang UOB Painting of the Year di Indonesia.

2.Isolated Garden karya Prabu Perdana.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising