Seni & Hiburan

Galaxy Movie Studio Wujudkan Impian Hasilkan Film Epic

04-03-2021

Jakarta, beritasurabaya.net - Setiap orang memiliki bakat yang dapat dikembangkan, terlebih untuk mewujudkan cita-cita mereka. Kini, tidak jarang memproduksi film sendiri merupakan idaman dari banyak anak muda kreatif Indonesia.

Galaxy Movie Studio, yang hadir sejak tahun 2019, terus menginspirasi dan menjadi wadah bagi mereka yang hendak memperkaya kemampuan dalam membuat konten video layaknya film. Berawal dari kompetisi, pelatihan langsung denganpara sutradara terkenal mengenai seluk-beluk pembuatan film profesional dan dibekali denganteknologi perangkat pintar dari Samsung, tiga pemenang Galaxy Movie Studio 2020 merasakan siap kembali mengadu karya terbaik mereka demi dapat mewujudkan impiannya miliki film dengan memproduksi filmnya bersama dengan sutradara terkenal Indonesia.

IT & Mobile Marketing Director, Samsung Electronics Indonesia, Miranda Warokka, Kamis (4/3/2021), mengatakan, Samsung percaya bahwa setiap teknologi yang dihadirkan dapat menghadirkan perubahan positif yang dapat dinikmati oleh semua orang. Seperti yang dihadirkan melalui Galaxy Movie Studio, setiap individu berkesempatan membuat film ke tahap yang lebih serius.

Galaxy Movie Studio di tahun ketiga ini sangat optimis dengan potensi yang dimiliki oleh para pesertadari pemenang tahun lalu. Mereka kembali ikut berkompetisi untuk menjadi salah satu yangterbaik agar dapat bersanding bersama sutradara profesional dalam pembuatan film pendek menggunakan Galaxy S21 Ultra 5G.

“Kami merasa senang akan adanya kemajuan dari segi skill dan perspektif berbeda yang didapatkan oleh mereka, sehingga kami berharap galaxy Movie Studio 2021 ini memberikan dampak yang lebih besar lagi dan menghadirkan pengalaman yang semakin epic”ungkap Miranda.

Memasuki tahun ketiga, Galaxy Movie Studio menghadirkan kembali kompetisi lanjutan dari ketiga pemenang Galaxy Movie Studio 2020, yakni Rezy Junio Bernessa sebagai pemenang kategori Best Picture, Hasna Rafida Sari sebagai pemenang kategori Best Cinematography dan Kenza Luthfiani sebagai pemenang kategori People’sChoice.

Mereka telah mendapatkan hal-hal baru tentang dunia perfilman selama dan setelah mengikuti kompetisi dan pelatihan yang diberikan Samsung melalui Galaxy Movie Studio. Seperti diungkapkan Rezy Junio Bernessa, yakin bahwa semua orang bisa membuat film. Berawal dari kecintaan menonton film sejak bangku SMP, Rezy Junio Barnessa bertekad untuk menonton satu film setiap harinya hingga saat ini.

Masa-masa SMA dia habiskan untuk belajar dan menggali informasi tentang perfilman secara otodidak. Dia yang akrab disapa Rezy sempat pesimis dalam membuat film karena keterbatasannya dalam melihat saat senja datang, namun ini menjadikan Rezy sadar bahwa hal ini membawa sudut pandang yang berbeda pada video-video yang dia buat.

Galaxy Movie Studio membuat dirinya bereksplorasi dalam menciptakan film menggunakan ponsel pintar dan semakin yakin siapa saja bisa membuat film. Dari rangkaian acara yang ada, dia mendapatkan tips dan bisa bertanya secara langsung dengan para pelaku industri film Indonesia seputar seluk beluk pembuatan film dari awal hingga akhir.

“Setelah meraih penghargaan Best Pictures, kesempatan ini menambah portofolio baru dan menjadi hal yangmembanggakan bagi saya. Karya saya semakin dikenal oleh banyak orang dan saya yakin semuayang saya dapatkan bisa menjadi bekal untuk terjun ke industri film nantinya,” ujar Rezy.

Rezy menambahkan bahwa ponsel pintar Samsung yang digunakan selama membuat video sangat memudahkan dia dari proses pengambilan gambar hingga editing. Tentunya Rezy juga merasa senang mendapatkan kesempatan kembali untuk merasakan bagaimana pembuatan film sesungguhnya bersama dengan sutradara dan mendalami industri perfilman Indonesia.

Melalui Galaxy Movie Studio, Rezy berharap dapat menginspirasi teman-teman dengan ketertarikan yang sama untuk membuat film sudah semudah dalam genggaman, sehingga semakin banyak cerita yang disampaikan melalui film-film yang ada.

Sejak bangku SMA, Hasna Rafida Sari telah mencoba mengikuti festival sinema yang diadakan oleh sekolahnya. Gadis asal Jawa Timur ini menjadi penulis naskah serta peran utama wanita yang akhirnya juga mendapatkan kesempatan menjadi pemeran wanita terbaik pada saat itu. Hasna yang sekarang ini sudah menjadi mahasiswa, tentunya tertantang kembali untuk memperdalam bakatnya pada industri perfilman walau dia bukan dari mahasiswa perfilman.

Hasna pemenang kategori Best Cinematography, Galaxy Movie Studio 2020, mengungkapkan, saat mengetahui adanya kompetisi Galaxy Movie Studio di tahun 2020, mengatakan sangat berharap dapat memproduksi film kembali semasa dia di SMA dulu. Dia yang bukan mahasiswa perfilman sangat tertarik untuk terlibat lebih jauh dalam produksi film yang bermodalkan pengalaman.

Namun ketika terlibat dalam pelatihan selama acara Galaxy Movie Studio berlangsung, dia menjadi paham bagaimana proses memproduksi film.

“Saya hingga saat ini juga terus memproduksi konten sosial media dan konten untuk pekerjaan melalui teknologi ponsel pintar yang dimiliki oleh Samsung, di mana sekarang kita tidak perlu repot lagi saat ingin menghasilkan suatu video yang kualitasnya epic,”tukasnya.

Kompetisi yang semakin dipersempit ini membuat Hasna juga menjadi lebih tertantang dan sangat semangat untuk menjadi yang terbaik. Hasna berharap agar kompetisi lanjutan ini juga dapat membawa pengaruh positif yang dirasakan oleh para peserta dan khalayak luas.

Kenza Lutfhiani,tidak cukup menjadi penikmat film saja. Sebagai mahasiswa yang tertarik dengan dunia perfilman, Kenza berfikir bahwa kita juga dapat membuat sebuah film yang berasal dari ide dan imajinasi yang ada dalam benak. Bermula dari sebuah peran kecil yang  pernah dijalani pada sebuah pembuatan film, akhirnya Kenza dapat membuat sendiri film seperti yang diharapkan olehnya.

Setelah rangkaian Galaxy Movie Studio yang ia jalani,  merasakan perubahan skill terutama dari segi pembuatan film. Mungkin dulu dirinya hanya gemar menonton film-film, namun akhirnya bisa mendapatkan insight dari para filmmaker di Indonesia dan membawanya untuk berhasil membuat film pendek karya sendiri.

Selama proses pembuatan film yang dilakukan, smartphone Samsung sangat membantu terutama dari segikualitas kameranya. Proses syuting menjadi cepat karena kualitas yang memang sudah sangat bagus.

“Saya tentunya sangat ingin mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan lebih dalam bersama dengan sutradara sungguhan.Tapi saya berharap dengan pengalaman yang saya miliki sekarang dapat terus menghasilkan karya yang berkelanjutan dan lebih banyak lagi karyayang bisa saya hadirkan ke masyarakat,” ungkap Kenza.

Para peserta akan memberikan hasil karya terbaik mereka melalui film pendek yang nantinya akan menjadi penentu salah satu dari mereka untuk dapat merasakan pembuatan film secara nyata bersama sutradara profesional. Terus menjadi pertama yang mengetahui update keseruan momen epic Galaxy Movie Studio 2021 melalui sosial media Samsung Indonesia @SamsungIndonesia#GalaxyMovieStudio2021. (nos)

Advertising
Advertising
Pemadam Kebakaran
Surabaya Pusat
031-3533843-44
Surabaya Utara
031-3712208
Surabaya Timur
031-8411113
Surabaya Barat
031-7490486
Surabaya Selatan
031-7523687
Rumah Sakit & Klinik
RSUD Dr. Sutomo
031-5020079
RS Darmo
031-5676253
RS ST Vincentius A Paulo
031-5677562
RS William Booth
031-5678917
RS Adi Husada
031-5321256
Kepolisian
Polda Jatim
(031) 8280748
Polrestabes
(031) 3523927