Kuliner

Lemonilo Gagas Gerakan Cafe & Ropang Sehat

27-07-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Bisnis kuliner memang sangat menjanjikan di Indonesia, khususnya di Jakarta. Riset Jakarta Dining Index oleh Qraved menyatakan bahwa penduduk Jakarta setiap tahunnya mengunjungi restoran hingga 380 juta kali dan merogoh kocek hingga USD1,5 miliar atau setara dengan Rp 21,4 triliun (USD 1 = Rp 14.300).

Fakta ini ditopang dengan pertumbuhan restoran kelas menengah sepanjang lima tahun yang meningkat hingga 250 persen. Tak heran bila Ibukota Jakarta memiliki banyak sekali pilihan restoran (data Market Access Secretariat Global Analysis Report).

Di sisi lain, gaya hidup sehat juga tengah marak di Indonesia. Sayangnya, jumlah restoran yang menawarkan menu makanan sehat selain masih sangat terbatas, harganya pun terkadang tidak pas untuk kantong.

Seakan-akan, bisnis kuliner di Indonesia memfokuskan diri dalam menawarkan gaya hidup yang tidak sehat melalui junk food. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa di tahun 2016, penduduk Jakarta menempati posisi pertama untuk angka obesitas dengan persentase sekitar 39.7 persen  (data Renstra Kemenkes 2015-2019).

Persentase ini 2.5 kali lebih besar daripada persentase tingkat  obesitas terendah yakni Nusa Tenggara Timur yang hanya 15.2 persen. Dr. Mahesa Paranadipa, MH, Ketua bidang Organisasi dan Sistem Informasi Kelembagaan PB IDI mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh kebiasaan dan pola makan orang Jakarta yang hobi mengkonsumsi makanan tidak sehat (junk food), stres serta  kurangnya aktivitas fisik.

Melihat hal ini, Lemonilo hadir sebagai brand berbasis teknologi yang membuat berbagai produk sehat dan alami bersama-sama ratusan UKM di berbagai wilayah Indonesia sebagai mitra produsen. Kali ini, bersama-sama puluhan pengusaha kuliner Ibukota, Lemonilo mencanangkan “Gerakan Cafe & Ropang Sehat”.

Gerakan ini dimulai dengan menawarkan menu mie berbahan alami dengan harga terjangkau yang bebas dari bahan pengawet, pewarna, serta tanpa tambahan MSG sebagai salah satu menu di berbagai restoran & cafe di Jakarta. Saat ini, gerakan ini diikuti oleh What’s Up Cafe (yang saat ini memiliki 12 cabang), Department of Juicetice, Warung Overtaste, Farmer’s Bowl, Roti Eneng, Kolary Coffee, dan Medifit.

Lemonilo juga membuka kesempatan bagi pelaku bisnis kuliner lain untuk bergabung dalam gerakan ini. Peresmian gerakan ini untuk pertama kalinya telah diadakan di What’s Up Café cabang Tanjung Duren, Kamis (26/7/2018) kemarin. Nantinya, Lemonilo dan berbagai pengusaha kuliner yang tergabung dalam gerakan ini juga akan melangsungkan berbagai event yang mengusung hidup sehat.

CEO Lemonilo, Shinta Nurfauzia, berharap dengan adanya pilihan menu yang lebih sehat di tempat-tempat yang sebelumnya tidak menawarkan menu sehat, bisa membantu masyarakat Indonesia untuk memulai pola hidup yang lebih sehat secepatnya. “Harga menu di berbagai tempat ini juga sangat terjangkau, mulai dari Rp18 ribu sehingga siapapun bisa menikmatinya,” ujarnya.

Ke depannya, Lemonilo akan memperluas gerakan ini. Pihaknya mengundang seluruh pengusaha kuliner di Indonesia untuk turut mensukseskan gerakan ini untuk membangun Indonesia yang lebih sehat.

”Caranya sangat simple, mulai dari menawarkan pilihan menu yang lebih sehat dengan harga yang terjangkau bersama Lemonilo,” ujar Presiden Lemonilo, Ronald Wijaya.

Dengan “Gerakan Cafe & Ropang Sehat” ini, Lemonilo berharap masyarakat Indonesia bisa mulai menjaga kesehatan tubuh mereka dengan memilih menu yang lebih sehat dan terjangkau, bahkan di tempat-tempat yang tidak sehat sekalipun. Bersama Lemonilo, nongkrong di café pun bisa dilakukan dengan cara yang sehat dan tidak merusak tubuh. (nos)

Teks foto :

Gerakan menawarkan menu mie berbahan alami dengan harga terjangkau yang bebas dari bahan pengawet, pewarna, serta tanpa tambahan MSG sebagai salah satu menu di berbagai restoran & cafe di Jakarta.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising