Nusantara

Pemilik Gedung BEI Fasilitasi Perawatan Korban

23-01-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - PT First Jakarta International, pemilik Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Cushman & Wakefield, pengelola Gedung BEI melalui siaran pers yang diterima beritasurabaya.net, Selasa (23/1/2018), mengungkapkan, mereka terus berupaya untuk memberikan bantuan perawatan medis dari para korban terluka. Termasuk keperluan-keperluan pasca perawatan serta dukungan logistik bagi keluarga mereka yang diakibatkan insiden pada 15 Januari lalu.

Penyebab dari kejadian ini masih masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian. Pemilik dan pengelola gedung terus bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan.

Direktur PT First Jakarta International, Yoseph Aribawa, menyampaikan seluruh keluarga besar manajemen PT First Jakarta International, pemilik Gedung Bursa Efek Indonesia dan PT Cushman & Wakefield Indonesia, pengelola Gedung BEI menyampaikan turut prihatin sedalam-dalamnya atas kejadian musibah yang terjadi di Gedung Tower II BEI pada 15 Januari 2018 lalu.

”Kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf, terutama kepada para korban terluka, seluruh penghuni gedung, dan masyarakat umum, atas ketidaknyamanan dari akibat insiden tersebut. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi perawatan medis dari korban terluka. Kami juga terus bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan. Dan kami akan terus melakukan yang terbaik untuk keamanan dan kelancaran dari pemulihan operasional dari fasilitas gedung serta seluruh layanannya,”paparnya.

Fokus dan prioritas utama PT First Jakarta International dan PT Cushman & Wakefield saat ini adalah senantiasa memastikan keamanan dan keselamatan seluruh individu, para penghuni gedung, pekerja, dan pengunjung yang berada di area fasilitas gedung. Manajemen telah melakukan berbagai tindakan penting untuk melanjutkan pemulihan operasional gedung, yakni menyelesaikan inspeksi terhadap semua sistem bangunan penting serta mendapat persetujuan dari para konsultan eksternal terkait.

Selain itu, sebagai langkah pencegahan seluruh struktur mezzanine di area lobi telah dilengkapi dengan dukungan struktural tambahan. “Akses publik ke Tower II akan dibuka kembali pada Rabu (24/1/2018) besok, agar para penghuni gedung dapat melanjutkan operasional bisnis mereka,"ujar Direktur Manajemen Properti & Fasilitas, PT Cushman & Wakefield Indonesia,Farida Riyadi.

Guna memastikan kelanjutan dari operasional bisnis, telah disediakan koridor akses yang aman di lantai dasar tower yang terkena dampak dari insiden. Selain itu, akses masuk dan pemeriksaan keamanan dari Tower II telah direlokasi ke aula utama gedung. (nos)

Advertising
Advertising