Nusantara

Pasca Gempa, UNICEF Identifikasi Anak-Anak

05-10-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - UNICEF dan tim pekerja sosial dari Kementerian Sosial telah mulai mengidentifikasi anak-anak yang terpisah dan anak-anak tanpa pendamping saat gempa dan tsunami Palu-Donggala. Tidak ada angka resmi, tapi laporan-laporan awal mengindikasikan tingginya jumlah anak-anak yang terpisah.

Dua belas posko telah didirikan di wilayah-wilayah yang terdampak untuk mengidentifikasi anak-anak yang kemungkinan terpisah dari keluarga mereka atau tidak didampingi oleh orang tua. Lokasi-lokasi ini juga digunakan sebagai ruang aman untuk anak-anak bermain.

Pesan-pesan tentang identifikasi dan rujukan tentang anak-anak yang terpisah dan tanpa pendamping telah disirkulasikan melalui media digital dan papan-papan pengumuman di lokasi-lokasi pengungsian sedang dilakukan.

"Sejak gempa dan tsunami terjadi di Sulawesi, UNICEF telah memobilisasi sumber daya untuk mendukung respon darurat Pemerintah,‚ÄĚkata Kepala Perlindungan Anak UNICEF Indonesia, Amanda Bissex, Jumat (6/10/2018).

Ia menegaskan pada hari-hari mendatang, pihaknya juga akan mendirikan ruang-ruang ramah anak, ruang kelas temporer dan membagikan perlengkapan rekreasional untuk membantu anak-anak mengatasi dampak bencana.

UNICEF membantu Kementerian Sosial untuk mengimplementasikan basis data Primero, satu-satunya sistem yang tersedia di Indonesia untuk membantu pelacakan dan reunifikasi keluarga. UNICEF telah mengembangkan Primero melalui koordinasi dengan Pemerintah sebelum gempa bumi ini terjadi.

Ketika kedaruratan terjadi, anak-anak membutuhkan perlindungan khusus untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan mereka. UNICEF dan Kementerian Sosial mempersiapkan pekerja sosial untuk menangani kasus kekerasan, pelecehan atau eksploitasi yang mungkin terjadi. Untuk membantu anak-anak menghadapi bencana, UNICEF dan para mitra juga akan memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak yang terkena dampak bencana. (nos)

Advertising
Advertising