Nusantara

Permak Limbah Mebel Jadi Usaha Kerajinan

30-10-2018

Serang, beritasurabaya.net - Bagi sebagian orang, limbah mebel bisa jadi tak berarti. Namun, bagi Suherman (35) limbah tersebut berpotensi menjadi emas.

Ia bersama Komunitas Cipta Handycraft Innovation Product (CHIP) yang dipimpinnya, berhasil mengolah limbah mebel milik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Serang Mill (IKS), salah satu pabrik APP Sinar Mas, menjadi usaha kerajinan seni dengan omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Menurut Suherman, usaha kerajinan tersebut bermula di awal 2017 lalu. Saat itu, ia berkesempatan untuk mengikuti proses pengadaan dari IKS yang sedang mencari vendor tambahan untuk mengolah kayu sisa peti kemas menjadi mebel untuk kegiatan CSR.

Namun, ukuran kayu peti kemas yang besar membuat ia kesulitan untuk membawanya ke workshop untuk diolah. “Saya lalu menawarkan diri kepada IKS untuk mengolah kayu-kayu kecil sisa mebel yang lebih mudah untuk saya bawa ke workshop. Saya bawakan contoh kandang burung yang pernah saya buat dan ternyata itu disukai oleh tim IKS. Dari situ, tim IKS lalu menantang saya dan teman-teman di CHIP untuk membuat kerajinan seni lainnya yang ternyata bisa kami penuhi,” ungkap Suherman.

Sejak saat itu Suherman dan rekan-rekannya di Komunitas CHIP mendapat kepercayaan untuk mengolah kayu sisa mebel IKS menjadi berbagai macam kerajinan seni. Dengan dukungan IKS, Komunitas CHIP terus berkembang dan kini mempunyai 12 anggota yang mampu memproduksi hingga ribuan barang kerajinan di setiap bulannya.

Barang-barang tersebut, antara lain, berupa gantungan kunci, miniatur kapal dan pesawat, miniatur ikon daerah, aneka lampu hias, bingkai foto, tempat tisu, piala, jam dinding hingga tempat sauna dan booth pameran. Adapun harga jual barang bervariasi mulai dari Rp5.000 (gantungan kunci) hingga Rp30.000.000 (tempat sauna).

Suherman mengatakan, mereka telah berhasil memasarkan barang kerajinan mereka ke Jakarta, Bogor, Bali, Bandung, Lampung dan beberapa daerah lainnya. Meskipun baru dimulai sejak awal 2017 lalu, barang kerajinan produksi komunitas CHIP telah mendapatkan banyak apresiasi baik dari kalangan pejabat daerah, industri maupun kementerian.

“Bahkan karya kami juga mendapatkan apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, yang secara khusus memesan 200 photo on wood sebagai cendera mata untuk delegasi acara “The Fourth Intergovernmental Review on Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Landbased Activities” (IGR-4) di Bali tanggal 31 Oktober - 1 November 2018,” katanya.

Suherman mengatakan terdapat perubahan signifikan terhadap omzet usahanya sebelum dan sesudah menerima manfaat dari IKS. “Perbedaannya cukup tinggi, jika dulu omzet maksimal komunitas hanya berkisar Rp15.000.000 sampai Rp20.000.000 per bulan, kini bisa mencapai Rp50.000.000 hingga Rp100.000.000,” ucapnya.

Keberhasilan usaha Komunitas CHIP juga berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan anggotanya yang terdiri dari berbagai latar belakang profesi seperti tukang kayu, fotografer, musisi, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. Setiap anggota mampu mendapatkan penghasilan tambahan yang beragam tergantung dengan banyaknya kerajinan yang mereka hasilkan. Jika mereka rajin, penghasilan tersebut bisa sesuai dengan UMR Provinsi Banten.

Sebagai putra asli Banten, Suherman yang telah memiliki satu orang istri dan satu orang anak mengaku bahwa dia berkeinginan untuk mempopulerkan kota Banten. Oleh karena itu hasil kerajinan yang dibuat banyak mengangkat beragam ikon Banten seperti Diorama Bendungan Lama Pamarayan, Miniatur Golok Ciomas, Miniatur Mercusuar Anyer, Miniatur Lumbung Baduy, Miniatur Benteng Kaibon, Miniatur Badak Ujung Kulon, hingga miniatur Kapal Karangantu.

Tak percuma, beberapa pejabat daerah Banten kini mulai banyak melirik hasil kerajinan Komunitas CHIP untuk digunakan sebagai cendera mata kegiatan pemerintah daerah. Sebagai salah satu pilar usaha Sinar Mas yang tahun ini merayakan 80 tahun hari jadinya, APP Sinar Mas dan seluruh unit usahanya berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitarnya.

Program pemberdayaan masyarakat melalui Komunitas CHIP adalah salah satu wujudnya. Didukung oleh IKS, kini CHIP telah mempunyai beberapa kelompok binaan yang tersebar di Tangerang Selatan, Pandeglang, Rangkas Bitung hingga Cilegon. Di Cilegon, Komunitas CHIP juga aktif memberikan pelatihan untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilegon.

“Misi pribadi saya selanjutnya adalah untuk memberikan manfaat kepada lebih banyak orang baik yang saya pekerjakan sendiri atau melalui workshop yang rutin kami adakan. Kami juga ingin membuat lebih banyak barang produksi dan mempunyai galeri seni yang bisa menjadi pusat tujuan oleh-oleh Banten,” harap Suherman.

Suherman juga menyampaikan bahwa keberhasilan usaha Komunitas CHIP tak akan terjadi tanpa dukungan penuh dari IKS. “Selain mendukung bahan baku, IKS juga rutin memberikan masukan akan kualitas barang, mendukung pemasaran, hingga memfasilitasi komunikasi kami dengan pemerintah khususnya Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perindustrian. Peran penting IKS lainnya adalah membentuk mental kami untuk berani bersaing dengan pengrajin lainnya yang sudah lebih dulu mapan,” kata Suherman.

CSR Public Relation PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, Serang Mill Dani K. Kusumah mengatakan, IKS percaya bahwa untuk menjalankan operasi yang berkelanjutan, perusahaan harus memberikan dampak positif kepada lingkungan dan warga di sekitarnya. “Program pemberdayaan komunitas melalui pemanfaatan limbah mebel ini adalah salah satu wujud komitmen kami untuk tumbuh bersama masyarakat, termasuk turut meningkatkan kesejahteraan komunitas di sekitar pabrik,”kata Dani. (nos)

Teks foto :

Pemberdayaan komunitas CHIP juga menjadi bentuk dukungan IKS pada program pemerintah Provinsi Banten dalam bidang pemberdayaan UMKM, pengembangan pariwisata, dan memunculkan budaya lokal Banten.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising