Peristiwa

Pendidikan Lingkungan Penting

07-12-2019

Surabaya, beritasurabaya.net - Ratusan siswa SD dan SMP, bersama sejumlah keluarga mengikuti Acara Awarding Surabaya Eco School di Gedung Graha Sawunggaling Lantai 6 Surabaya, Sabtu (7/12/2019). Para siswa yang mengikuti kegiatan berpakaian unik dari hasil daur ulang sampah.

Awarding Eco Shool merupakan kegiatan penyerahan penghargaan kepada siswa, sekolah dan keluarga yang peduli lingkungan. Gerakan lingkungan yang diawali dari sekolah ini digelar ke sembilan kalinya di Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri  Rismaharini dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, saat ini di beberapa daerah terjadi banjir. Ia bersyukur, Kota Surabaya tak mengalami hal itu.

Padahal, posisinya hanya terpaut 5 meter di atas permukaan laut. “Tapi kenapa kita tak mengalami seperti daerah lain itu, karena kita mengelola sampah dengan baik. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga lingkungan,”kata Wali Kota Risma.

Risma menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru yang telah memberikan bimbingan kepada para siswanya agar peduli terhadap lingkungan. “Sesungguhnya pahlawan itu adalah mereka yang bisa menjaga bumi ini dengan baik. Untuk itu, atas nama Pemkot Surabaya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya di hadapan para guru, siswa dan orang tua siswa.

Wali Kota Risma mengakui, tidaklah mudah dalam mengelola lingkungan. Namun, menurutnya bersama Tunas Hijau, jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka kontribusinya tak hanya bisa dirasakan untuk Kota Surabaya saja, melainkan juga dunia.

Tahun ini sudah ada 84 sekolah SD dan SMP yang zero waste. Ini artinya, di sekolah tersebut tidak ada sampah non organik kemasan makanan minuman sekali pakai di lingkungannya.

Surabaya Eco School 2019 merupakan program kegiatan peduli lingkungan, hasil kerjasama antara Tunas Hijau dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Di tahun 2019, kegiatan ini diselenggarakan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember. Capaian program ini, sebanyak 1.115 lubang biopori yang telah dibuat di sejumlah sekolah, untuk mengantisipasi genangan, 15.220 kilogram sampah organisk yang berhasil diolah, 7.200 kilogram sampah kertas yang telah diolah menjadi barang yang bermanfaat, kemudian 12 ribu kilogramm jelantah yang telah diubah menjadi biodiesel. Selain itu, sedikitnya 9.306 tanaman hias dan 1.509 pohon yang ditanam di sekolah. (tia)

Teks foto :

Wali Kota saat menghadiri Eco School 2019.

Foto : Humas Pemkot Surabaya.

Advertising
Advertising