Hukum & Kriminal

SIPP Tingkatkan Kinerja Pengadilan

25-08-2017

Bandung, beritasurabaya.net - Setiap tahunnya, Pengadilan Negeri (PN) Bandung memilki ratusan perkara yang masuk. Tahun 2016, PN Bandung menerima rata-rata 600 gugatan perdata, 230 perkara khusus pengadilan hubungan industrial, 2000 perkara pidana umum, dan 112 perkara tipikor.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PN Bandung, Sutio Jumagi Akhirno, SH, MH saat menerima kunjungan para jurnalis dan tim EU-UNDP Sustain, Kamis (24/8/2017) kemarin. “Dengan adanya SIPP, kami dapat mencatat perkara dan dengan cepat menentukan majelis hakim dan jadwal sidang. Hal ini lebih jauh lebih efisien dari pada sebelumnya,”ungkapnya

Pada tahun 2016  yang lalu, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali telah meluncurkan SIPP versi terbaru,  yang  telah  disempurnakan  dengan fitur-fitur  informasi  tambahan  seperti  informasi tentang  direktori,  gugatan  sederhana,  informasi  pra -peradilan,  pelanggaran  lalu  lintas,  dan informasi  pengadilan  anak.   EU-UNDP  Sustain,  proyek  dukungan  terhadap  pembaruan peradilan  yang  didanai  Uni  Eropa  dan  diimplementasikan  oleh  UNDP  Indonesia,  mendukung Mahkamah  Agung  dan  pengadilan  dalam  pemutakhiran  sistem  teknologi  informasi  tersebut, termasuk mengintegrasikan data dari 800 pengadilan di Indonesia.

“Pengadilan Negeri Bandung merupakan salah satu dari lima belas pengadilan percontohan EU UNDP Sustain dalam mendukung implementasi SIPP,” ujar Ariyo Bimmo  Koordinator Sektor untuk Manajemen Perkara dalam kata sambutannya.

Dengan  adanya  SIPP,  maka  setiap  perkara  yang  masuk  akan  langsung  dicatat  oleh  staf pengadilan, diproses untuk penunjukkan majelis hakim dan penentuan jadwal sidang lalu segera diunggah. Hal ini berarti masyarakat memiliki akses yang lebih besar terhadap informasi perkara secara daring, yang bisa diakses dari mana saja.

“Kemudahan informasi perkara ini tentu saja memutus mata rantai pungutan liar,”tambah Sutio Jumagi Akhirno.  SIPP dapat diakses melalui  setiap situs pengadilan. (nos)

Advertising
Advertising