Hukum & Kriminal

5 Tahun Tak Daftar Ulang, Registrasi Dihapus

04-10-2012

Surabaya, beritasurabaya.net - Direktor Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur akan memberi sanksi penghapusan registrasi kendaraan bermotor (ranmor) yang lebih dari 5 tahun belum daftar ulang dan 2 tahun kepada pemilik kendaraan apabila tidak memperpanjang di kantor bersama Samsat.

Pada wartawan, Kamis (4/10/2012), Kasubdit Regident Ditlantas Polda Jatim AKBP Valentino A Tatareda, mengatakan, dalam pasal 64 ayat 1 dan pasal 110 ayat 1 Perkap Nomor 5 tahun 2012, segera melakukan register ulang pada kantor bersama Samsat, bayar pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ di samsat terdekat.

Namun, sebelum dinyatakan bodong, tiga bulan sebelum masa injury time 2 tahun berakhir, petugas akan memberi surat peringatan. Kalau pemilik tetap bandel tidak membayar pajak dan register, maka kendaraan akan di-black list dan dianggap ilegal.

Ia menambahkan, sebagai salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat, Ditlantas Polda Jatim akan menggelar operasi simpatik. Tujuannya untuk menertibkan pengguna kendaraan yang belum memperpanjang dan memperbarui STNK.

Menurut data dari Ditlantas, dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Timur, kendaraan yang tidak daftar ulang atau tidak melakukan pengesahan STNK periode Agustus 2012 sebanyak 22,88 persen dari jumlah kendaraan jumlah obyek (5 tahun).

Sebanyak 2.861.074 kendaraan yang mangkir daftar ulang, terdiri dari mobil penumpang sebanyak 116.313 unit. Bus sebanyak 3.621 unit. Mobil barang 69.826 unit. Sepeda motor 2.671.213 kendaraan dan alat berat/besar sebanyak 101 kendaraan.

Sedangkan kendaraan yang wajib obyek 5 tahun hingga Agustus 2012 terdiri dari, mobil penumpang 934.690 unit. Bus 20.884 unit. Mobil barang 441.945 unit. Sepeda motor 11.104.959 unit dan alat berat/besar 1.729 unit. Dari jumlah objek pajak ranmor yang tidak daftar ulang, paling besar berada di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang dan Jember.

Sementara itu, data tunggakan 31 Desember 2011 dan pencairan tunggakan sampai 24 September 2012, untuk jenis tunggakan Tertagih senilai Rp 554.619.859.957. Yang bisa dicairkan sebesar Rp 151.836.426.152. Sisa tunggakan menjadi Rp 402.783.433.805.

Sedangkan tunggakan Tak Tertagih sebesar Rp 336.517.258.340. Dari nilai tersebut, yang sudah dicairkan sebesar Rp 41.205.670.800. Sisa tunggakan mencapai Rp 295.311.587.540.

Maka itu pihaknya berharap dengan adanya peraturan baru ini masyarakat dapat segera melakukan pengurusan dan pendaftaran ulang ke kantor samsat bersama. (tia/jnr)

Advertising
Advertising