Hukum & Kriminal

Tujuh Pelaku Narkoba Ditangkap di Bandara Juanda

25-01-2013

Surabaya, beritasurabaya.net - Tujuh tersangka komplotan atau jaringan narkoba yang ditangkap pihak keamanan di Bandara Juanda, Senin (14/1/2012), melalui penerbangan domestik.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Drs Iwan A Ibrahim saat jumpa pers di kantor BNNP Jatim Jalan Ngagel Madya V Surabaya, Jumat (25/1/2013), mengatakan tujuh tersangka ini merupakan bagian jaringan narkoba antar provinsi yang melayani pasar Batam, Medan, Jakarta, Surabaya, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.

Tujuh tersangka ini ada berperan sebagai kurir, penjual, pembeli, dan penghubung. Kata Iwan, penangkapan tersangka pertama yang dilakukan oleh pihak keamanan bandara yaitu Ijul Fadly Ahmad warga Jl. Citaro gg II/30 Samarinda akhirnya mengembangkan dan menangkap tujuh tersangka yakni tiga diantaranya bersembunyi di Surabaya. Mereka adalah Sunardi (49) dan Yudi Setyawan (42) warga Krembangan serta Gatot Setyo (52) warga Sedati, Sidoarjo.

Sedangkan empat orang lainnya diburu bersembunyi di kawasan terpencil Dusun Penyampon, Lumajang. Mereka adalah Ahyat Malawat (41) warga Batam, Evi Susanti (47) warga Sedati, Muliati (43) warga Lubuk Baja, dan Dio Rahma (18) warga Waru, Sidoarjo.

''Sebagian dari mereka memang orang lama dalam kasus narkoba. Untuk barang bukti yang diamankan ia mengatakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi dan Polda Jawa Timur dalam dua gelombang penangkapan di Jawa Timur mencapai hampir Rp7 miliar. Penangkapan pertama dalam penyelundupan sabu yang gagal Senin lalu saja nilainya Rp800 juta sebesar 534 gram,''ujarnya.

Selain itu juga BNNP dan polisi juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti penting seperti 11 rekening BCA. Ia menduga uang yang ada di 11 rekening itu adalah hasil penjualan narkoba.

Iwan menambahkan BNNP dan polisi juga saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap tiga tersangka jaringan narkoba tersebut yaitu F,S, dan R. Iwan mengaku masih dalam penyelidikan. termasuk dugaan sebuah pabrik atau laboratorium pembuatan sabu di Jawa Timur.

Menurutnya, BNNP bersama Polda Jawa Timur sudah mengendus keberadaan pusat produksi sabu di Jawa Timur sejak lama. Dari jaringan yang terungkap ini, disimpulkan produksi sabu Jawa Timur banyak didistribusikan ke Kalimantan, Medan, Batam, Jakarta, dan Sulawesi Selatan menggunakan jalur udara di Surabaya. (tia/jnr)

Advertising
Advertising