Laporan Khusus

Perkuat Pasar Internasional, Manfaatkan Fitur GMB

14-06-2017

Sidoarjo, beritasurabaya.net - Menjadi pengusaha snack (makanan ringan) yang sukses harus tahan hadapi resikonya. Strategi marketing perlu mengikuti perkembangan bisnisnya termasuk memanfaatkan platform online.

Inilah yang menjadi kunci kesuksesan pemilik Roemah Snack Mekarsari, Ida Widyastuti, yang akan dipaparkan pada Konferensi Womenwill di Surabaya, Kamis (15/6/2017) besok. Konferensi Womenwill ini diikuti lebih dari 1000 pebisnis perempuan yang menggunakan platform online dalam mengembangkan bisnisnya.

Ditemui di Roemah Snack Mekarsari yang berlokasi di Pondok Jati Sidoarjo, Ida mengatakan, platform online mulai digunakan dalam strategi pemasaran produk sejak 2005. Ini seiring dengan produk snack mulai diminati di Hong Kong, Korea, Timur Tengah, China dan beberapa negara lainnya.

Platform online yang digunakan saat itu adalah membangun website www.mekarsarisnack.com. Sekarang, dikembangkan melalui fitur Google My Business (GMB) atau Google Bisnisku untuk meningkatkan brand awareness masyarakat terhadap Mekarsari.

“Semenjak kami menggunakan GMB, dampaknya sangat besar. Kami rasakan sekali terutama dalam pemasaran,”tukas Ida.

Fitur (GMB), papar Ida, menjelaskan tentang informasi lokasi, nomor telpon, alamat email dan informasi jam buka lokasi usaha yang sangat bermanfaat untuk mempermudah para pelanggan ataupun calon pelanggan melihat profil perusahaan dan macam-macam jenis produk.

Penggunaan platform online, diakui Ida, sangat mendukung pemasaran produk keripiknya di luar negeri. Calon buyers bisa melihat produk dan variannya.

Selain itu, dirinya aktif mengikuti pameran di luar negeri untuk membangun jaringan terutama distributor makanan ringan. “Selama ini yang menjadi kelemahan pengusaha kecil di Indonesia adalah tidak tahan menghadapi resikonya. Pengalaman yang saya alami, rugi puluhan juta tetap harus dihadapi. Bahkan harus rela bayar biaya uji lab di luar negeri saat calon buyers minta dikirim contoh produk,”ceritanya.

Berkat kesabaran dan keuletan dalam menjalankan bisnisnya, Ida mendapat order lumayan dari luar negeri sejak 2013. Produk yang diekspor mulai keripik pisang, kerupuk dan sambal.

Untuk ke Korea, kata Ida, ada 20 item produk dan di Hong Kong sebanyak 110 item produk. Pada 2013, Ida mulai serius ekspor ke negara-negara tersebut dengan sasaran pasarnya adalah TKI.

”Saat ini fokus saya bisa membidik langsung modern channel di negara-negara tersebut. Komposisi produk antara yang diekspor dan di pasar domestik sekitar 70 persen dan 30 persen,”katanya.

Ida menegaskan negara yang menjadi pesaing produk keripik pisang yakni Thailand dan Pilipina. Kedua negara tersebut juga memiliki tanaman pisang seperti halnya di Indonesia.

Meski demikian, keripik pisang asal Indonesia sangat diminati di luar negeri karena ukuran pisang relatif besar, rasanya enak tidak sepo dan kemasannya sudah cukup modern. Dari pengalaman mengikuti pameran di luar negeri, Ida jadi paham bahwa negara-negara yang memiliki 4 musim merupakan pasar potensial untuk keripik pisang.

”Kenapa keripik pisang ini lebih banyak saya ekspor keluar negeri karena di Indonesia sendiri keripik pisang snack yang biasa saja. Beda dengan di luar negeri, semakin banyak yang suka bahkan di kemasannya diberi label oleh negara tempat kita ekspor produk,”tambahnya.

Awali Emping Mlinjo

Bisnis yang dijalankan Ida sejak 2002 semula hanya untuk mengisi waktu luang setelah menikah. Saat itu, Ida memilih memasarkan emping mlinjo di sekitar Jawa Timur.

"Saya dulu sampai dijuluki Ida Bakul Emping oleh para pedagang toko di pasar “bejek”. Meskipun usaha emping mlinjo meraih kesuksesan, tahun 2004, saya memutuskan beralih produk dengan pertimbangan banyaknya penyakit yang disebabkan mlinjo,”ujarnya.

Ida akhirnya merintis usahanya dengan memproduksi camilan berbahan baku pisang dan mendirikan Roemah Snack Mekarsari. Seiring berkembangnya waktu, Roemah Snack Mekarsari semakin tumbuh dan menapaki tangga kesuksesan dengan bekerjasama dengan 50 UKM yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

”Saya merangkul UKM mengingat Roemah Snack Mekarsari selain mempunyai produk utama yakni keripik pisang, tetapi juga menjadi wadah membantu pemasaran para usaha keciI dan menengah (UKM) yang mempunyai produk lain tetapi tidak bisa melakukan pemasaran dan promosi mandiri secara maksimal,”ungkapnya.

Keistimewaan dari produk Mekarsari adalah bahan alami yang digunakan dalam proses produksi. Rasa dan aroma khas berasal dari pisang asli, bukan dari perasa makanan.

Hal inilah yang membuat produk-produk Mekarsari semakin diminati, baik pasar domestik maupun mancanegara. Hingga saat ini produk-produk Mekarsari telah tersebar diseluruh wilayah indonesia, baik di pulau Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, lrian dan Sumatera. (noer soetantini)

Teks foto :

Pemilik Roemah Snack Mekarsari, Ida Widyastuti, menjelaskan produk keripik yang sudah diekspor ke Korea, Cina, Hong Kong dan Timur Tengah.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising