Laporan Khusus

34 Persen UKM Wanita Masih Bisnis Mikro dan Kecil

15-06-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - Banyak wanita Indonesia ingin berbisnis namun tidak tahu harus memulai dari mana atau dengan cara apa. Untuk itu, Womenwill Indonesia menghapus kesenjangan peluang ekonomi.

Hal ini ditegaskan pimpinan program Womenwill untuk Google Indonesia, Fibriyani Elastria, saat membuka konferensi Womenwill “Membantu Wanita Indonesia meraih lebih banyak peluang ekonomi adalah kunci untuk mencapai emansipasi dan kesejahteraan mereka, Kamis (15/6/2017).

Menurut laporan IFC tahun 2016 dengan judul “UKM yang dimiliki Wanita di Indonesia” sebanyak 51 persen bisnis mikro dan kecil di Indonesia dimiliki wanita. Tetapi hanya 34 persen bisnis ukuran menengah yang dimiliki oleh kaum wanita.

Selain itu, 47 persen wanita pengusaha Indonesia jarang memanfaatkan teknologi, seperti komputer, dalam mengembangkan bisnis mereka. “Dari beberapa studi, kami mengetahui bahwa bisnis yang hadir secara online tumbuh 80 persen lebih cepat dari bisnis yang masih offline,”kata Fibriyani.

Pendekatan bisnis yang ditujukan khusus untuk para wanita Indonesia sangatlah penting. Oleh karenanya, melalui program Gapura (Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat) Digital, Google juga membuat fokus turunan utama program yakni konferensi Womenwill yang berjalan beriringan di sejumlah kota di Indonesia.

Acara ini gratis dan para peserta akan mendapatkan berbagai manfaat seperti inspirasi dari sesi ​sharing dengan wanita pengusaha yang telah berhasil membuktikan dirinya di dunia bisnis dan digital. Selain itu, mendapat edukasi dan solusi praktis tentang cara menggunakan teknologi untuk memajukan usaha secara mudah dan efisien.

Selain itu, memperoleh akses untuk bergabung dalam komunitas UMKM wanita yang memiliki pengalaman dan passion dalam teknologi melalui komunitas GBG (Google Business Group).

Fibriyani menambahkan. program Womenwill bertujuan membimbing komunitas wanita wirausaha dan mendorong mereka untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk membantu mereka berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Konferensi Womenwill resmi diluncurkan Google di 5 kota yang akan membahas topik utama seputar pengembangan bisnis kecil milik wanita pada 17 Mei 2017 yang lalu. Konferensi Womenwill pertama kali digelar di Jakarta.

Pada hari ini, konferensi serupa digelar di Surabaya dan dihadiri oleh sekitar 800 wanita pengusaha di Dyandra Convention Center di bilangan Genteng. Konferensi Womenwill yang sebelumnya juga diadakan di Bandung pada 24 Mei selanjutnya di Semarang (Juli), dan Denpasar (Agustus).

Dari beberapa studi, ungkap Fibriyani, menyebutkan bahwa bisnis yang hadir secara online tumbuh 80 persen lebih cepat dari bisnis yang masih offline. Program Womenwill bertujuan membimbing komunitas wanita wirausaha dan mendorong mereka untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk membantu mereka berkembang dengan memanfaatkan teknologi.

Turut hadir sebagai pembicara pada konferensi yakni pengusaha UMKM wanita di Surabaya, Ida Widyastuti, pemilik dari Roemah Snack Mekarsari.. Ida menjelaskan dampak signifikan yang dirasakan semenjak memutuskan bisnisnya going online.

“Teknologi sangat nyata dapat menjadi sarana percepatan usaha dan membuka banyak peluang. Dengan teknologi, dunia ada dalam genggaman kita. Walaupun begitu, kita tetap harus pandai-pandai memanfaatkannya. Be smart and be wise,”tukasnya.

Training Gratis Google

Sebelumnya, Google juga memberikan training gratis yang ditujukan bagi para pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) di Surabaya sejak tanggal 19 Mei 2017 di SUB Co. Melalui Gapura (Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat) Digital, Google menggelar di 10 kota.

Sejak peluncurannya di tahun 2014, Gapura telah menjangkau 7.000 UKM di 6 kota di Indonesia sebagai upaya membantu para pemilik UKM memperkenalkan merek mereka di Internet dan memberikan tips untuk memaksimalkan Internet dalam mengembangkan usaha mereka.

Lebih dari 100 juta masyarakat Indonesia menggunakan Internet untuk mencari informasi serta menemukan produk dan tempat-tempat baru. Sebuah riset dari Deloitte Access Economics menunjukkan bahwa para pemilik UKM Indonesia yang memanfaatkan Internet dalam memasarkan bisnis mereka mengalami peningkatan pendapatan hingga 80 persen dibandingkan dengan UKM yang tidak menggunakan internet.

Menurut Managing Director Google Indonesia, Tony Keusgen, Google berkomitmen membantu UKM untuk membawa usaha mereka ke ranah digital dan membantu Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

“Kami telah mendukung lebih dari 700.000 bisnis online. Melalui Gapura Digital, kami akan membantu lebih banyak lagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka dengan memanfaatkan kemampuan Internet”, tambahnya.

Training di 10 kota sudah dimulai dengan kelas pertama pada bulan Mei di Jakarta, Bandung, dan Surabaya, bekerja sama dengan sejumlah penyedia co-working space di kota-kota tersebut. Kelas-kelas selanjutnya akan diadakan di Semarang, Malang, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, Pontianak dan Medan.

Pelatihan ini diberikan gratis dan siapa pun dapat mendaftar di g.co/gapura digital Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari beragam informasi untuk memanfaatkan internet dalam memasarkan bisnis mereka, dengan materi-materi seperti Petunjuk untuk memasarkan bisnis di YouTube; Tips terkait SEO dan SEM; Petunjuk untuk menggunakan produk-produk dari Google. (noer soetantini)

Teks foto :

Kiri-Kanan : Fida Heyder (Head of SMB Marketing, Google Indonesia) dan Ida Widyastuti (pemilik Roemah Snack Mekarsari) menjelaskan kepada konsumer yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai aplikasi Google Bisnisku.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising