Laporan Khusus

Otomatisasi Membentuk Tempat Kerja Masa Depan

14-08-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - Tak dapat dipungkiri, robot akan menjadi rekan kerja kita. Setiap tugas berulang yang membutuhkan ketepatan dan kecepatan, namun sedikit penilaian, akan lebih baik dilakukan oleh robot.

Ketika manusia dipaksa mengerjakan proses manual dan membosankan secara berulang-ulang, hal itu dapat menyebabkan frustrasi seiring berjalannya waktu dan menjadi rawan kesalahan. Mengingat pasar tenaga kerja saat ini memiliki sedikit karyawan dengan kemampuan yang mumpuni, mempekerjakan manusia untuk tugas-tugas berulang tersebut sama artinya dengan menyia-nyiakan sumber daya yang berharga.

Solusinya adalah Otomatisasi Proses Robot (Robotic Process Automation/RPA) dan hal ini kini telah tersedia di Asia. Melalui RPA, perusahaan-perusahaan di Asia dapat mengotomatisasi banyak proses berulang, baik di front office maupun back office, dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas agar menjadi lebih kompetitif dalam lanskap digital masa kini.

Meskipun IDC memperkirakan 40 persen inisiatif transformasi digital di Asia Pasifik akan didukung oleh kemampuan Artificial Intelligence (AI) pada tahun 2020, hanya 12 persen Chief Information Officer (CIO) di wilayah ini yang meyakini bahwa AI akan memberikan dampak positif bagi bisnis mereka dalam lima tahun ke depan.

Menurut Presiden Wilayah Asia Pasifik, NICE Ltd, Darren Rushworth, adalah lumrah jika para CIO yang dibebani dengan penyusutan anggaran dan peningkatan tuntutan dari para pengguna bisnis menjadi skeptis terhadap kemunculan teknologi baru lainnya. Yang ingin mereka ketahui adalah bagaimana teknologi tersebut akan berfungsi. Apakah teknologi tersebut akan benar-benar memenuhi janjinya serta berapa besar Return on Investment (ROI) yang dihasilkan ?

Darren Rushworth menjelaskan kepuasan pelanggan berbicara tentang memberikan apa yang pelanggan inginkan. Seluruh industri saat ini berada di bawah tekanan yang amat besar untuk menyediakan pengalaman pelanggan yang luar biasa di dunia yang berpusat pada pelanggan ini, sekaligus menjaga biaya serendah mungkin.

”Dengan mengganti tugas-tugas manual yang panjang dengan proses otomatis yang lebih cepat, perusahaan-perusahaan di Asia di seluruh industri kini dapat meraih kepuasan pelanggan dan penghematan biaya yang lebih tinggi,”ujarnya.

Bahkan, dirinya menyaksikan satu perusahaan layanan finansial berhasil mengurangi rata-rata waktu penanganan panggilan sebesar 82 persen melalui otomatisasi seluruh proses notifikasi pelanggan. Ketika RPA mengambil alih pekerjaan rutin namun penting ini, petugas-petugas Call Center kini dapat berfokus pada pekerjaan-pekerjaan yang lebih bernilai tambah, seperti investigasi penipuan dan layanan pelanggan.

Perusahaan tersebut kini menangani lebih dari 8.000 notifikasi setiap bulannya, dengan 99 persen tingkat akurasi, dan memastikan kepuasan di seluruh perjalanan pelanggan. Hal yang sama juga berlaku di seluruh industri, dimana sebuah perusahaan ritel menghilangkan 100 persen kesalahan entri pesanan dengan mengadopsi RPA untuk memfasilitasi permintaan pengiriman dan tindak lanjut pelanggan.

Hal ini menghasilkan peningkatan akurasi bagi perusahaan, berkembangnya basis pelanggan setia yang bahagia, serta peningkatan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun. “Robot-robot kini mengambil alih pekerjaan kita. Hal ini merupakan ketakutan yang nyata bagi banyak pegawai saat ini, tapi sesungguhnya RPA berfungsi paling baik saat bekerja bahu-membahu dengan manusia, tidak dengan menggantikan kita,”ungkapnya.

Walaupun RPA dapat berfungsi sebagai tool mandiri untuk proses-proses otomatis, RPA juga membantu karyawan melakukan tugas-tugas dengan cepat dan lebih akurat. Dengan membebaskan para karyawan dari tugas-tugas remeh yang berulang, mereka dapat mengerjakan pekerjaan yang lebih strategis dan diberikan peluang memperoleh keterampilan baru agar senantiasa relevan dan kompetitif.

Sementara menurut para analis industri, RPA memungkinkan perusahaan enterprise mengeksekusi proses bisnis sebanyak lima sampai sepuluh kali lebih cepat, dengan rata-rata 37 persen sumber daya yang lebih sedikit. Keuntungan produktivitas ini tidak mengakibatkan hilangnya pekerjaan, tetapi memungkinkan perusahaan menyebarkan kembali pegawai-pegawainya untuk menangani tugas-tugas dengan nilai yang lebih tinggi dan volume pekerjaan yang jauh lebih besar.

Misalnya, ketika perusahaan transportasi mengimplementasikan RPA untuk penjadwalan pengiriman ulang paket-paket mereka, para petugas pusat layanan pelanggan dibebaskan dari proses rutin dan tugas dengan tingkat stres yang tinggi, sehingga memungkinkan mereka menjadi lebih proaktif dan produktif dalam hubungan mereka dengan para pelanggan.

Sambil menyelam minum air, RPA memungkinkan perusahaan meningkatkan layanan pelanggan, sekaligus tingkat kepuasan karyawan. Otomatisasi ada selama bertahun-tahun dan RPA hanya meningkatkannya satu level lebih tinggi, dengan membawanya dari lantai pabrik ke kantor-kantor, pusat layanan pelanggan, fungsi manajemen risiko, dan banyak lagi.

“Bila keuntungannya adalah pelanggan yang lebih bahagia, karyawan yang lebih bahagia, peningkatan produktivitas, dan pertumbuhan pendapatan, tidak ada alasan untuk tidak memulainya hari ini,”pungkas Darren Rushworth. (noer soetantini)

Advertising
Advertising