Laporan Khusus

JAPFA Foundation Garap PKL SMK Agribisnis

16-10-2017

Jakarta, beritasurabaya.net - JAPFA Foundation terus meningkatkan dedikasi, peran, dan dukungan perusahaan terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan agrikultur. Satu diantaranya, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kerjasama Peningkatan Keterampilan Pendidikan Agrikultur antara SMK Binaan JAPFA Foundation dan JAPFA Group, Senin (16/10/2017), di Hotel Harris Jakarta.

Sejak tahun 2015, JAPFA Foundation secara berkelanjutan memfokuskan diri pada pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang agribisnis dan agroteknologi dalam bentuk pendampingan peserta pendidik berupa Praktek Kerja Lapangan (PKL), menciptakan ruang jejaring dan berbagi antar Kepala Sekolah, kursus Bahasa Inggris, hingga bantuan biaya pendidikan dalam bentuk Beasiswa Prestasi SMK bidang agribisnis dan agroteknologi.

Guna terus meningkatkan dedikasi, peran, dan dukungan perusahaan terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan agrikultur, tahun ini JAPFA Foundation berencana mendukung pelaksanaan Praktek Kerja Usaha dalam bentuk menghubungkan kebutuhan praktik di SMK-SMK dengan unit-unit dari JAPFA Group beserta seluruh anak perusahaannya.

Senior Program Manager JAPFA Foundation, Wahono Kolopaking, mengatakan, Praktek Kerja Lapangan merupakan program magang peserta didik di SMK bidang agribisnis dan agroteknologi di industri, maupun masyarakat. PKL ini bertujuan agar peserta mendapatkan pengetahuan praktis dan keterampilan lapangan terkait program studi keahlian yang ditekuni.

“Diharapkan dengan Praktek Kerja Lapangan ini, peserta didik berhasil meningkatkan keterampilan sekaligus daya saing sumberdaya manusia,”ujarnya.

Sebagai langkah awal memulai program ini, ungkap Wahono, dilakukan koordinasi dalam rangka menyatukan persepsi program Praktek Kerja Lapangan antara lembaga pendidikan yang dimaksud dengan pelaku DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri). Selain itu, forum diskusi ini dapat menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri.

Pembahasan yang dilakukan dalam forum diskusi ini antara lain adalah agar setiap peserta dapat bersama memahami manajemen praktek kerja, permasalahan yang ada pada praktek kerja, dan juga solusi terhadap permasalahan tersebut. Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat membahas mengenai solusi kreatif dari kelengkapan dari sarana dan prasarana praktek kerja di sekolah, sekaligus dapat menjembatani proses penyambungan di antara kesenjangan teknologi yang ada.

“Hal ini merupakan target tercapainya kelak grand design dan roadmap pendidikan SMK jurusan Agribisnis dan Agroteknologi oleh JAPFA Foundation,”tambah Wahono.

Adapun peserta FGD ini yakni SMK-SPP Negeri Pelaihari Tanah Laut Kalimantan Selatan; SMK Farming Pati Jawa Tengah; SMK Hasanudin Kandanghaur Indramayu Jawa Barat; SMKN 01 Cangkringan Sleman Jawa Tengah; SMKN 01 Kalibagor Banyumas Jawa Tengah; SMKN 01 Plosoklaten Kediri Jawa Timur; SMKN 02 Purbalingga Jawa Tengah; SMKN 02 Subang Jawa Barat; SMK-PP Putra Jaya Stabat Langkat Sumatera Utara; SMKN 4 Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan; SMKN 1 Tambaloka Sumba Barat Daya NTT; SMKN 1 Negerikaton Pesawaran Lampung; SMKN 2 Negara Jembrana Bali.

Sementara itu, H Syamsuri S.Pt, MM Kepala SMK-SPP Negeri Pelaihari Kalimantan Selatan, satu diantara peserta FGD, mengatakan, FGD ini cukup penting dilakukan sehingga lebih mendekatkan kompetensi siswa dengan kebutuhan pelaku dunia usaha/industri (DUDI) bahkan mengatasi gap antara DUDI dengan sekolah. “Ini juga akan membantu siswa untuk pelaksanaan PKL, membangun disiplin dan etos kerja para siswa termasuk magang bagi guru produktif serta membantu kendala sarana prasarana di sekolah,”tukasnya.

Ia berharap lulusan mempunyai kompetensi untuk menjadi wirausaha atau menjadi mitra binaan Japfa selain kesempatan dan peluang kerja di DUDI. “Sekolah ingin menghasilkan lulusan wirausaha sebanyak-banyaknya dengan bantuan pembinaan dari pemerintah maupun dunia usaha/industri pada saat siswa lulus sebagai waktu transisi untuk menjadikan wirausaha muda seiring program Kementan terkait regenerasi petani melalui PWMP (penumbuhan wirausaha muda pertanian),”tambah Syamsuri.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SMK Farming Pati, Ngestiningsih Widi. Kegiatan FGD ini akan menjadi pintu masuk bagi sekolah untuk bekerjasama dengan industri khususnya dari unit-unit dari JAPFA Group beserta seluruh anak perusahaannya.

Melalui kegiatan ini terjalin komunikasi sehingga masing-masing saling tahu apa yang diinginkan seperti sekolah maunya apa dan industri bisanya melakukan apa. Kemudian, juga diidentifikasi kesenjangan pengetahuan apa yang ada antara sekolah dan industri, penyebabnya apa, solusinya bagaimana dan stakeholder mana yang diajak kerjasama dalam mengatasinya.

Selain itu telah diidentifikasi kebutuhan sarana prasarana dari masing-masing sekolah. Selanjutnya, JAPFA Foundation yang akan menjembatani unit sehingga terjadi tindakan riil sebagai tindaklanjut,”pungkasnya. (noer soetantini)

Teks foto :

Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kerjasama Peningkatan Keterampilan Pendidikan Agrikultur antara SMK Binaan JAPFA Foundation dan JAPFA Group, yang berlangsung hari ini di Jakarta.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising