Laporan Khusus

Surabaya Ada The Hub, Lahirkan Technopreneur Dunia

17-10-2017

Surabaya, beritasurabaya.net - Ingin jadi technopreneur (entrepreneur bidang teknologi) kelas dunia ? Tidak perlu jauh-jauh mencari “sekolah”-nya. Di Surabaya ada The Hub, Android Learning Center pertama di Indonesia, yang didirikan oleh dua anak muda yakni seorang technopreneur bernama Adi Surya dan praktisi bidang Pendidikan dan Bisnis, Agustinus Nugroho.

Mereka berdua menawarkan pembinaan calon technopreneur yang berfokus pada pengembangan aplikasi smartphone dengan basis komunitas. Program pembelajaran The Hub yang masih berada dalam fase soft launching hingga bulan Desember ini, diawali dari pengenalan pemrograman dasar hingga pembuatan aplikasi siap jual.

Uniknya, aplikasi siap jual yang nantinya akan dihasilkan para coders binaan The Hub merupakan aplikasi kreasi sendiri dari para coders tersebut. Pembentukan The Hub sendiri berawal dari persahabatan Adi Surya dan Agustinus Nugroho. Walaupun berasal dengan latarbelakang yang berbeda, mereka memiliki sebuah passion yang sama yakni di bidang pendidikan.

Dalam perjalanan hidup mereka, kedua orang ini memiliki values (nilai-nilai) yang akhirnya menjadi values The Hub itu sendiri. Mereka menamakan values tersebut “The Free Philosophy” yang merupakan singkatan dari Freedom, Rigorous, Endurance dan Excellence.

Pada prakteknya, mereka memimpikan kebebasan bagi mereka dan bagi orang lain. Dan cara yang paling efektif untuk memberikan jalan menuju kebebasan tersebut adalah melalui pendidikan.

”Memberikan kail jauh lebih berguna bagi orang lain daripada memberikan ikan saja,”kata Adi Surya yang juga seorang trainer dalam bidang teknologi aplikasi smartphone. Adi Surya telah melatih banyak coders yang bekerja di CrossTechno untuk mengenal dan menguasai programming Android.

Sebagai perantauan yang telah tinggal lama di Surabaya, para founders The Hub memiliki sebuah cita-cita yang ambisius. Mereka ingin menjadikan Surabaya sebagai pusat pembelajaran pembuatan aplikasi smartphone, baik aplikasi standar maupun aplikasi yang lebih modern seperti Virtual Reality maupun implementasi Internet of Things.

Untuk mencapai hal ini, The Hub yang memiliki slogan “We are technopreneurs creating technopreneurs” memutuskan untuk tidak berhenti sebagai Android Training Center. Para coders The Hub akan dibekali ilmu bisnis dan manajemen agar mampu menjalankan aplikasi buatan coders tersebut sebagai sebuah bisnis yang nyata.

Pengalaman Agustinus Nugroho sebagai konsultan bisnis yang tergabung pada Magna Consulting Group, telah menangani baik UMKM maupun perusahaan yang besar menjadi penting. Setelah melalui pelatihan selama kurang lebih 12 bulan, para coders diharapkan naik kelas menjadi technopreneurs dengan usaha mereka masing-masing.

”Agar pembelajaran menjadi efektif, The Hub membatasi peserta pelatihan menjadi 4 orang dalam 1 kelas, dimana kelas tersebut dilaksanakan 2x dalam seminggu. Satu hari akan difokuskan untuk pemberian materi, sedangkan hari lainnya digunakan untuk konsultasi tugas, business plan, maupun sekedar berkumpul untuk melakukan coding (pembuatan aplikasi) bersama-sama,”papar Agustinus.

The Hub berencana untuk melakukan grand launching pada minggu pertama bulan Desember 2017. Center pertama yang didirikan beralamat di Dharmahusada Indah Barat II-A47/75 ini akan beroperasi sebagai pusat pembelajaran dan co-working space yang dikhususkan untuk para coders baik coders binaan The Hub maupun umum.

Ada 5 level untuk menyelesaikan program satu paket yakni Basic Programming; Android Programming; Android Mastery; Entrepreneur Program dan Technopreneur Program. Level tersebut di atas di tempuh dalam satu tahun. Setelah mereka lulus, akan tetap dimonitor karena tergabung dalam coder’’s community. Intinya tetap belajar bersama.

Sedangkan peralatan belajar membawa sendiri, yakni laptop atau notebook dengan kapasitas Ram minim 4GB dan prosesor minim 2GHz. Di TC hanya menyediakan wifi saja. Satu kelas maksimal 6 orang. Buka kelas bisa 2 orang saja. (noer soetantini)

Teks foto :

Pendiri The Hub Adi (kanan) dan Agustinus (kiri) ingin menjadikan Surabaya sebagai pusat pembelajaran pembuatan aplikasi smartphone, baik aplikasi standar maupun aplikasi yang lebih modern seperti Virtual Reality maupun implementasi Internet of Things.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising