Laporan Khusus

Komunitas Saham Dukung BEI Edukasi Pasar Modal

28-02-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Keberadaan komunitas investor saham sangat membantu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam melakukan edukasi pasar modal ke masyarakat. BEI sendiri dalam mengedukasi pasar modal harus dibantu komunitas yang memang sudah merasakan manfaat berinvestasi di pasar modal.

Hal ini ditegaskan Direktur BEI, Nicky Hogan, saat meresmikan Warung Nabung Saham di Wakul Suroboyo, Selasa (27/2/2018) malam, bersama komunitas saham CUANers Indonesia dan PT Mirae Asset Sekuritas.

Nicky menjelaskan sampai saat ini tercatat 380 lebih komunitas investor baik yang ada di perguruan tinggi (kampus) maupun di luar kampus. “Di kampus, setiap Galeri Investasi memiliki Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Di luar kampus, banyak komunitas dengan nama berbeda-beda seperti Demokrasi Saham (Desah), Budak Profit dan CUANers yang cikal bakalnya dari Surabaya ini,”tukas Nicky.

Untuk aktivitas komunitas, kata Nicky, BEI tidak memfasilitasi tapi melibatkan mereka dalam kegiatan BEI seperti saat peringatan ulang tahun ke-40, tahun lalu. BEI memfasilitasi dengan mengundang mereka datang ke Jakarta mengikuti seminar.

Keberadaan komunitas baik yang ada di kampus maupun di luar kampus, diakui Nicky, mampu meningkatkan jumlah investor saham. Saat ini jumlah investor pasar modal saham dan reksadana 1,2 juta investor. Dari 1,2 juta sebanyak 650 ribu investor adalah investor saham.

”Lebih dari 30 persen investor adalah kelompok anak muda dengan rentang usia 17 sampai 30 tahun. Dominasi usia muda sangat besar yakni 30 persen. Meskipun secara nilai transaksi tidak besar tapi kita bicara untuk masa depan para pemuda di pasar modal Indonesia,”ungkapnya.

Nicky menambahkan tahun ini BEI targetkan jumlah investor pasar modal minimal kenaikan 20 persen dari jumlah investor yang ada. Khusus investor saham sampai akhir tahun ini mencapai 750 ribu, dimana 250 ribu adalah investor muda.

Sementara itu, Founder Komunitas CUANers Indonesia, Yusli Erwandi (Cak Yuz), mengatakan jumlah anggota sejak dibentuk Desember 2017 sebanyak 122 investor. Anggotanya termuda usia 20 tahun hingga mereka yang memasuki masa pensiun.

”Rata-rata profesi anggota komunitas adalah karyawan atau usia produktif. Mereka baru 1 tahun berinvestasi di saham dengan profit rata-rata lebih dari 100 jutaan. CUANers ini terbentuk karena masih cukup banyak masyarakat kita yang “buta” tentang pasar modal Indonesia. Kami bersinergi dengan BEI mengingat tugasnya sangat berat,”papar Cak Yuz.

Cak Yuz menegaskan base camp CUANers ada di Wakul Suroboyo dan komunitas berjalan tanpa ada profit oriented. Komunitas ingin berbagi pengetahuan tentang pasar modal bagi masyarakat yang berminat investasi, termasuk mengajari cara trading yang nyaman dan aman.

CUANers Indonesia, kata Cak Yuz, akan terus menjaring anggota termasuk di luar Surabaya. Diantaranya, ke Makassar untuk memperkenalkan industri pasar modal dimana 23 orang siap menerima “ilmu”. Dari 23 orang 4 diantaranya sudah mempunyai akun berinvestasi saham.

Setelah dari Makassar, melanjutkan ke Palangkaraya edukasi 30 orang dimana separuh diantaranya sudah punya akun. “Intinya, kami berbagi ilmu, mengajari dan mengenalkan pasar modal Indonesia. Kami bebaskan mereka pilih sekuritas dan begitu sudah punya akun, langsung menjadi anggota komunitas,”pungkas Cak Yuz. (noer soetantini)

Teks foto :

Direktur BEI, Nicky Hogan (tengah) menyerahkan buku “Yuk Nabung Saham” karya tulisnya kepada investor baru dari Komunitas CUANers. Didamping Cak Yuz (kiri) dan Direktur PT Mirae Asset Sekuritas, Arisandhi (dua dari kiri).

Foto : Titin.

Advertising
Advertising