Laporan Khusus

Propan Dukung Pengembangan Arsitektur Nusantara

12-03-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Dedikasi PT. Propan Raya terhadap Arsitektur Nusantara bisa dikatakan sangat luar biasa. Tak heran, jika Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya menobatkan PT. Propan Raya sebagai lokomotif pengembangan Arsitektur Nusantara.

Di tahun ini, ada banyak kegiatan yang diusung PT. Propan Raya terkait dengan Arsitektur Nusantara. Salah satunya adalah mendukungan acara Seminar dan Sarasehan Arsitektur Nusantara 2018.

Arsitektur Nusantara sudah mendarah daging di tubuh PT. Propan Raya. Sejak perusahaan ini didirikan pada tahun 1979, Presiden Direktur PT. Propan Raya, Hendra Adidarma, sudah memikirkan bagaimana membuat sebuah produk cat yang bias memperkuat sekaligus memperindah bangunan Arsitektur Nusantara. Di titik ini Hendra Adidarma sangat sadar bahwa banyak bangunan Arsitektur Nusantara terbuat dari kayu yang perlu dilindungi.

Dari produk, kemudian lahir Warna Nusantara. Inspirasinya lahir dari keindahan negeri yang kaya akan warna, budaya, dan flora-faunanya. Nama-nama yang dipilih PT. Propan Raya pun sangat khas dengan Nusantaranya, dari mulai Pusako Minang Sumatera Barat, GeloraToraja Sulawesi selatan, Kalimantan Si Paru-Paru Bumi, Eksotika Bali, Karisma Yogyakarta, dan Etnika Nusa Tenggara Timur.

Direktur PT. Propan Raya Yuwono Imanto menerangkan bahwa inovasi yang dilakukan perusahaan terus berkembang. Bukan hanya pada produknya saja, tetapi pada kegiatan dan program CSR-nya juga.

” Sayembara Desain Arsitektur Nusantara menjadi salah satu bukti nyata PT. Propan Raya mendukung Arsitektur Nusantara,” tambah Yuwono Imanto sebagai salah satu pencetus ide Sayembara Arsitektur Nusantara.

Tercatat, sudah 5 kali PT. Propan Raya menyelenggarakan sayembara Desain Arsitektur Nusantara. Sayembara Desain Rumah Budaya Nusantara (2013), Sayembara Desain Desa Wisata Nusantara (2014), Sayembara Desain Bandar Udara Nusantara (2015), Sayembara Desain Rumah Wisata (Homestay) Nusantara (2016), dan Sayembara Desain Restoran Nusantara (2017).

Sementara CEO PT.Propan Raya, Kris Rianto Adidarma membeberkan program lainnya terkait Arsitektur Nusantara. Selain menyelenggarakan Sayembara Desain Arsitektur Nusantara, PT. Propan Raya juga pernah melakukan kegiatan Konsorsium Kota Tua Jakarta bersama Dinas Pariwisata Provinsi DKI dan revitalisasi Kota Tua Jakarta, melakukan pengecatan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Mendukung pelestarian budaya dan arsitektur tradisional Wae Rebo, serta masih banyak lagi.

Kali ini, PT. Propan Raya bekerjasama Fakultas Arsitektur Desain dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (FADP ITS) mendukung acara Seminar dan Sarasehan Arsitektur Nusantara. Acara ini diselenggarakan dalam rangka menempatkan Arsitektur Nusantara sesuai jati dirinya dalam perkembangan Arsitektur Indonesia diantara arsitektur mancanegara.

Dilaksanakan pada 12-14 Maret 2018, acara ini sengaja dipilih bertepatan dengan masa purna tugas (pensiun) Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo, M. Arch. Beliau adalah seorang pendidik di Departemen Arsitektur FADP-ITS yang selalu berusaha membenahi Arsitektur Nusantara dalam sudut tinjau ilmu arsitektur dan berusaha meletakkan Arsitektur Nusantara setara dengan manacanegara.

Mengambil tema “Peng-Konteks-an Arsitektur Nusantara”, acaranya dikemas dalam bentuk Sarasehan (diskusi panel), Malam Ramah Tamah (Bojana Purnaning Jejibahan), Seminar Nasional, dan Arsitektur Tour ke Bangkalan, Madura. Peserta yang mengikuti acara ini adalah anggota IPLBI, dosen, mahasiswa, pemerhati budaya dan arsitektur, serta arsitek.

Pada hari pertama, Sarasehan Arsitektur Nusantara. Acara ini merupakan kegiatan diskusi atau debat mengenai penerapan Arsitektur Nusantara sebagai pendekatan desain arsitektur. Pembicara/panelis dalam kegiatan ini adalah Eko Agus Prawoto, Yori Antar, Budiman Hendropurnomo, Gunawan Tjahyono, Adhi Moersid, Putu Mahendra, Popo Danes, Edwin Nafarin, Ary Indra, Sutrisno Murtijoso, dan Ahmad Djuhara.

Panelis yang diundang bukan semata-mata merupakan sosok-sosok yang sepakat dengan penyetaraan arsitektur nusantara. Dari sinilah diharapkan muncul pengkayaan pandangan akan pengkonteksan Arsitektur Nusantara di masa kini.

Hari kedua, Seminar Nasional Arsitektur Nusantara merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Laboratorium Perkembangan Arsitektur FADP-ITS. Tujuannya, untuk menelaah lebih jauh mengenai Arsitektur Nusantara dalam konteks keilmuan dan akademik. Pembicara Prof. Ir. Ryadi Adityavarman, M. Arch (Kansas State University).

Hari ketiga, kegiatannya adalah Arsitektur Tour ke Bangkalan, Madura. Acara ini untuk mengamati dan mempelajari secara langsung objek Arsitektur Nusantara di Bangkalan, Madura. Peserta dapat menikmati Arsitektur Tanean Lanjhang. Selain itu, peserta akan diajak menikmati kekhasan Madura baik dari objek wisata alam maupun budya dan kuliner.

“Semoga dengan adanya acara ini akan melahirkan inspirasi-inspirasi desain pada karya para arsitek, terutama generasi muda. Jangan sampai Arsitektur Nusantara tinggal nama. Mari kita jaga bersama-sama, Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Salam Arsitektur Nusantara,” tutup Yuwono Imanto. (noer soetantini)

Teks foto :

Pembicara/panelis dalam kegiatan Sarasehan Arsitektur Nusantara adalah Eko Agus Prawoto, Yori Antar, Budiman Hendropurnomo, Gunawan Tjahyono, Adhi Moersid, Putu Mahendra, Popo Danes, Edwin Nafarin, Ary Indra, Sutrisno Murtijoso, dan Ahmad Djuhara.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising