Laporan Khusus

JAPFA Foundation Dukung SMK Hasanudin Berkualitas

21-03-2018

Indramayu, beritasurabaya.net - JAPFA Foundation melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan SMK Hasanudin Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). Ini bentuk komitmen terhadap peningkatan sumberdaya manusia di sektor pendidikan terutama dalam bidang Agribisnis & Agroteknologi.

MoU dilakukan Head of JAPFA Foundation, Andi Prasetyo dengan Kepala Sekolah SMK Hasanudin Kandanghaur, Priyanto, S. Hut, disaksikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat, Ai Nurhasan AP, MSi. Penandatanganan MoU ini dimaksudkan sebagai perwujudan rencana kerjasama JAPFA Foundation dengan SMK Hasanudin Kandanghaur.

”Tujuan umum dari penandatanganan Nota Kesepahaman ini adalah menindaklanjuti dokumen Grand Design yang telah disusun bersama antara SMK Hasanudin Kandanghaur dan JAPFA Foundation,”ujar Andi Prasetyo.

JAPFA Foundation berharap dengan menggunakan dokumen Grand Design Pendidikan Agrikultur sebagai alat analisis dan pengembangan program, maka proses pemetaan situasi hingga penyusunan program dapat dilakukan secara sistematis dan beorientasi hasil yang berkelanjutan. Sedangkan tujuan khusus dari penandatanganan Nota kesepahaman ini, untuk meresmikan hubungan kerjasama antara SMK Hasanudin Kandanghaur dan JAPFA Foundation, sehingga semua hasil diskusi kebutuhan SMK Hasanudin dalam dokumen Grand Design untuk meningkatkan kualitas pendidikan dapat segera dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah disepakati.

Hasil yang diharapkan dapat tercapai setelah pelaksanaan kerja sama ini adalah dapat mengubah banyak hal yang selama ini menjadi kendala bagi SMK Hasanudin untuk berkembang menjadi sekolah yang memiliki kualitas pendidikan yang bagus untuk generasi muda dalam komunitas nelayan.

Kepala Sekolah SMK Hasanudin Kandanghaur, Priyanto, S. Hut, mengatakan, dengan adanya MoU ini akan dapat memberikan kemanfaatan sebesar-besarnya bagi sekolah terutama untuk para siswa. “Semoga anak didik kami akan mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif yang pada akhirnya akan mendapatkan kesempatan kerja yang layak,”ujarnya.

Priyanto menjelaskan SMK Hasanudin memiliki siswa reguler 230 siswa dari 3 kelas dan 3 kejuruan. Diharapkan, mereka mampu menjadi prototipe sehingga ke depannya SMK Hasanudin yang berbasis kelautan dan kearifan budaya lokal akan menjadi sekolah yang diminati. Ini mengingat potensi alam kita terutama laut tidak akan pernah habis dan bisnis kuliner tidak akan pernah berhenti sepanjang hayat.

Pada dasarnya, ditegaskan Priyanto, siswa yang masuk ke SMK Hasanudin tidak melihat sekolah itu kejuruan atau umum. Bagi mereka sekolah yang dicari adalah yang bisa membekali keterampilan dan pengetahuan serta sikap positif agar bisa mengantarkan mereka mendapatkan pekerjaan yang layak.

”Guna menyikapi hal tersebut, SMK Hasanudin harus bisa mencetak lulusannya dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif agar bisa diterima oleh dunia usaha maupun dunia industri. Kami sangat mendukung adanya kurikulum 2013 yang menekankan siswa harus lebih inovatif, kreatif, produktif dan mandiri serta memiliki sikap mental dan moral yang baik. Sekali lagi kami hanya bisa berdoa dan berharap semoga MoU antara SMK Hasanudin dan JAPFA Foundation bisa memberikan sumbangsih dalam ikut serta mencerdaskan anak bangsa. Semoga JAPFA Foundation tetap eksis dalam berbisnis, tetap jaya dalam berkarya dan tetap peduli pada anak anak negeri,”paparnya.

Priyanto menambahkan selama ini lulusan SMK Hasanudin banyak bekerja di perusahaan pengolahan ikan. Melalui MoU dengan JAPFA Foundation, dapat memberikan kesempatan kerja bagi anak didik seluas-luasnya, termasuk industri peternakan dan sebagainya. (noer soetantini)

Teks foto :

MoU antara JAPFA Foundation dengan SMK Hasanudin Kandanghaur yang dilakukan oleh Head of JAPFA Foundation, Andi Prasetyo (kanan) dengan Kepala Sekolah SMK Hasanudin Kandanghaur, Priyanto, S. Hut (kiri) dan disaksikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat, Ai Nurhasan AP, MSi (tengah).

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising