Laporan Khusus

Morinaga Childkid Soya Solusi Terbaik Alergi

25-05-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Alergi pada anak dapat diatasi. Dan bunda bisa mencegah timbulnya penyakit akibat mewarisi bakat alergi dari orang tuanya selama mengetahui dan memahami soal alergi.

Hal ini disampaikan Guru Besar Bagian Anak Alergi dan Immunologi dari RSCM/FKUI, Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir,Sp.A(K), dalam Program Parenting Seminar skala nasional persembahan Kalbe Nutritional, baru-baru ini di Jakarta.

Menurut dr Zakiudin, jika alergi tidak dipahami dan dicegah oleh bunda, maka tumbuh kembang Si Kecil akan terhambat karena kegiatan belajar, bermain serta aktifitas stimulasinya terganggu. Dan jika alergi tidak diatasi, maka penyakit seperti Dermatitis Atopik, hanyalah gejala awal alergi dan kondisinya bisa memburuk yang dikemudian hari bisa muncul penyakit alergi lain seperti asma dan rhinitis alergi.

”Walaupun Dermatitis Atopik ini tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah. Antara lain, dengan mengindentifikasi pemicu dan menghindarinya serta menerapkan perawatan untuk menjaga kelembaban kulit dengan produk hipoalergenik yang tidak mengandung parfum,”ujarnya.

Penyebab Dermatitis Atopik, tegas dr Zakiudin, masih belum dapat seluruhnya dikenali dengan pasti. Namun 50 persen penyebabnya berasal dari faktor eksternal seperti kondisi lingkungan sekitar yang terlalu kering, bahan pencetus iritasi kulit seperti jenis sabun atau deterjen tertentu, debu, rumput serta serbuk dari tumbuhan berbunga (pollen), sementara 50 persen penyebab lainnya dicetuskan oleh makanan.

Ia menjelaskan ada 8 makanan utama yang dianggap bisa mencetus alergi atau yang umumnya dikenal sebagai The Big 8, yakni, susu, telur, ikan , jenis makanan laut tertentu seperti udang misalnya, gandum, kacang tanah, kacang kedelai serta kacang pohon seperti, walnut, almond, hazelnut, cashew dan pistachio.

Susu atau alergen protein susu sapi, ungkap dr Zakiudin, menjadi salah satu pencetus paling umum di dunia dengan angka kejadian yang mencapai 2 hingga 7.5 persen yang mana 0.5 persen terjadi pada Si Kecil yang masih mendapatkan ASI eksklusif. “Salah satu pencegahan alergi terhadap makanan bisa dilakukan dengan memperkenalkan berbagai jenis makanan sedini mungkin, memberikan ASI secara eksklusif. Atau jika bunda tidak dapat memberikan ASI, anak dapat diberikan susu yang telah diformulasikan secara khusus seperti susu dengan protein terhidrolisat parsial,”tambah dr Zakiudin.

Edukasi Morinaga Soal Alergi

Morinaga dari masa ke masa, secara konsisten melakukan edukasi mengenai alergi mulai dari pemahaman, pencegahan dan solusinya, melalui program tetap yakni Morinaga Allergy Solution. Ini solusi alergi untuk Si Kecil melalui sinergi nutrisi yang tepat, hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang.

Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals, Dewi Angraeni, menjelaskan, Morinaga Allergy Solution terdiri dari tiga keunggulan, yang pertama, solusi nutrisi mencegah alergi dan mengatasi alergi susu sapi. Kedua, tersedianya produk nutrisi untuk anak dari lahir sampai usia 12 tahun.

Dan yang ketiga, sinergi nutrisi yang tepat dan mencakup Brain Care, Body Defense dan Body Growth. “Menurut hasil survei terhadap ibu-ibu di Indonesia dengan anak usia antara 1-3 tahun yang alergi susu sapi, 9 dari 10 ibu merasa puas dan merekomendasikan Chil Kid Soya sebagai solusi terbaik alergi. Artinya, Chil Kid Soya sesuai untuk konsumsi Si Kecil yang alergi dan memiliki nutrisi yang diperkaya, setara dengan kebaikan susu sapi untuk tumbuh kembang Si Kecil,”tukas  Dewi.

Pentingnya isu mengenai alergi yang tidak diatasi dengan baik karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai alergi pada Si Kecil, merupakan salah satu motivasi Morinaga menggelar seminar edukasi bagi para orang tua. Program Parenting Seminar skala nasional persembahan Kalbe Nutritional akan dijalankan di banyak Rumah Sakit di 5 kota besar di Indonesia, sebagai program edukasi yang membahas fakta mengenai alergi, penyakit lainnya yang terkait secara cara penanganan dan pencegahannya.

Astrid Tiar, pengguna Morinaga Chil Kid Soya, menceritakan pengalaman buah hatinya, Anabel, yang alergi terhadap susu sapi. Sebagai konsumen, Astrid merasakan banyak manfaat dari berbagai fasilitas yang disediakan dalam program Bunda Morinaga, seperti website cekalergi.com yang memudahkan dirinya dalam menggali informasi mengenai alergi.

“Banyak sekali pemahaman yang keliru mengenai alergi dan penyakit lainnya yang terkait. Dengan memiliki informasi yang jelas, Bunda akan bisa menangani alergi Si Kecil dan memberikan dukungan yang tepat agar Si Kecil yang alergi bisa tetap berprestasi,”ungkap Astrid.

Business Unit Head Nutrition for Kids Kalbe Nutritionals, Helly Oktaviana, mengatakan, tujuan utama dari program Bunda Morinaga adalah mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya pemahaman mengenai alergi Si Kecil serta memberikan dukungan edukasi kepada para Bunda untuk bisa selalu mandiri. “Karena Morinaga percaya bahwa di balik setiap anak yang multitalenta, ada seorang Bunda Morinaga yang hebat,”tambahnya.

Dukung Program World Allergy Week

Senior Brand Manager Kalbe Nutritionals, Dewi Angraeni, menegaskan Morinaga sebagai salah satu brand unggulan PT Kalbe Nutritionals, secara berkesinambungan mendukung program tahunan World Allergy Week dengan rutin setiap tahunnya melalui berbagai program edukasi. “Program Parenting Seminar skala nasional sebagai program edukasi tahunan untuk meningkatkan pemahaman bunda akan alergi dan penyakit lainnya yang terkait dalam rangka World Allergy Week 2018. Sekaligus menggagas pelatihan dan sumber daya untuk melakukan diagnose dan tindakan pencegahan.

World Allergy Week merupakan program tahunan inisiasi World Allergy Organization (WAO) dengan fokus topik dunia tahun 2018 ini adalah Dermatitis Atopik atau Eksim. Dermatitis Atopik merupakan penyakit radang kulit yang tidak menular dan bisa kambuh secara berkala, tapi juga bisa mencapai titik kronis.

”Umumnya, episode pertama terjadi sebelum Si Kecil berusia 1 tahun, yang selanjutnya bisa hilang dan timbul kembali. Prevalensi jenis kulit Dermatitis Atopik pada anak diperkirakan mencapai 10-20 persen, sementara pada orang dewasa sekitar 1-3 persen,”pungkas Dewi. (noer soetantini)

Teks foto :

Si Kecil bisa beraktivitas maksimal meskipun menderita alergi asal bunda segera mengatasinya dengan mengetahui dan memahami apa itu alergi. Si Kecil terlihat ceria bersosialisasi di kegiatan Kalbe Morinaga Allery Week.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising