Laporan Khusus

Tampil Menarik Jadi Kebutuhan, Industri Tumbuh

05-06-2018

Jakarta, beritasurabaya.net - Berpenampilan menarik merupakan keinginan bagi setiap pribadi, terutama wanita. Kebanyakan orang beranggapan bahwa berpenampilan menarik merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi, baik menarik secara fisik maupun menarik dari dalam diri.

Kondisi ini yang mendorong pertumbuhan industri kecantikan, termasuk klinik estetika sekarang bertumbuh pesat. Kalau dulu, perawatan kecantikan hanya dapat dinikmati oleh kalangan bangsawan, kali ini siapapun dapat menikmatinya meski tetap bergantung pada uang yang dimilikinya.

Berdasarkan hasil survei Euromonitor International tahun 2016, negara-negara berkembang memiliki kontribusi sebesar 51 persen bagi industri kecantikan global, termasuk di antaranya Indonesia yang memiliki pasar yang dinamis. Bahkan, Indonesia diestimasikan akan menjadi pasar pertumbuhan utama untuk industri kecantikan pada 2019 mendatang.

Pernyataan di atas semakin diperkuat oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mengatakan bahwa industri kecantikan dalam negeri tumbuh 20 persen pada tahun 2017. Pertumbuhannya sampai dua digit atau empat kali lipat dari pertumbuhan ekonomi nasional. Kemenperin pun menempatkan industri kecantikan sebagai sektor andalan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035.

Mencermati hasil survei dua tahun berturut-turut tersebut, menandakan bahwa dunia estetika sudah bukan lagi hal yang bisa dianggap sepele. Kini, pria dan wanita baik tua dan muda sudah mulai sadar akan pentingnya merawat tubuh dan kulit mereka.

Penampilan menjadi salah satu faktor penting yang mampu menciptakan rasa percaya diri bagi mereka. Harapannya, dengan terlihat menarik dan percaya diri, seseorang dikatakan akan dapat bekerja dengan baik bagi lingkungan maupun kariernya. Segala aura positif dalam dirinya pun akan muncul tanpa diduga dan disengaja.

“Banyak kisah indah yang saya dengar langsung dari pasien-pasien kami diruang perawatan, bagaimana prosedur estetika ini bisa membawa hidup mereka ke arah yang positif,” ujar Founder Jakarta Aesthethic Clinic (JAC), dr. Olivia Ong, saat menggelar “Beautiful & Successful” Bersama Jakarta Aesthethic Clinic dengan sahabat-sahabat JAC yakni Elzan Aziz dan Donna Agnesia, akhir Mei lalu.

Tanpa disadari pula, sekarang ini banyak perusahaan yang sudah mulai menempatkan syarat “berpenampilan menarik” pada kategori pelamar. Syarat ini bahkan bersifat mutlak bagi posisi tertentu, yang berlaku bagi pria dan wanita.

Tak ayal, kalau muncul data riset lain yang mengatakan bahwa saat ini terdapat 4 prosedur estetika yang paling banyak dilakukan orang di seluruh dunia, antara lain, Soft Tissue Filler, Botulinum Toxin, Skin Tightening dan Body Contouring.

Bukti lain yang diakui oleh dr. Olivia Ong, adalah meningkatnya jumlah pasien JAC yang cukup signifikan. Di tahun kesepuluh sejak dr. Olivia Ong merintis JAC diawal sampai pindah ke gedung baru di Gunawarman 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat ini pasien JAC sudah mencapai total 5.295 pasien. Peningkatan persentasi pasien sekitar ±30 persen per tahunnya dengan dominasi jenis perawatan Soft Tissue Filler yang paling digemari.

Soft Tissue Filler, Botulinum Toxin, Peeling Komedo, Skin Tightening dan Body Contouring telah menjadi treatment-treatment favorit pasien yang datang khusus ke JAC,” tambah dokter yang sudah memulai praktek kedokteran estetika sejak 2008.

Dengan didukung oleh tim dokter yang profesional dan berpengalaman dibidangnya serta memiliki sertifikat international, JAC berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik bagi para sahabat atau pasien JAC. Selain itu klinik JAC selalu memilih menggunakan produk yang berkualitas dan aman serta teknologi yang mutakhir untuk menghasilkan hasil yang optimal. Klinik estetika ini selalu siap memberikan perawatan personal yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.

April tahun 2018, dr. Olivia Ong mengikuti konferensi estetika dan anti-aging terbesar dunia, Aesthetic and Anti-Aging Medicine World Congress (AMWC) di Monte-Carlo, Monaco. Dalam kunjungannya tersebut, dr. Olivia Ong membawa berita ter-update dari dunia kedokteran estetika yakni kombinasi treatment yang tepat ditangan para dokter yang tepat dan terampil, akan memberikan hasil yang tidak pernah biasa dan keamanan jangka panjang.

Seperti diungkapkan Elzan Aziz, Entrepreneur muda di bidang F&B yang merupakan salah satu pasien Jakarta Aesthetic Clinic (JAC). Dirinya sudah 4 tahun mempercayakan perawatan kulit dan wajah di JAC. Selama kurun waktu tersebut ia merasakan pelayanan JAC semakin excellent, dari mulai services dan products quality-nya sangat baik. Ditambah lagi dengan tim dokter yang memang expert dibidangnya.

”Hal ini membuat saya sebagai pasien merasa sangat aman dan nyaman. Selalu ada energi positif yang saya rasakan setiap berkunjung ke JAC sebagai salah satu klinik kecantikan terkemuka di Jakarta yang mampu bring out my natural beauty,”ujar Elzan Aziz.

Kebahagiaan senada juga disampaikan oleh Donna Agnesia selaku aktris, model dan presenter Indonesia ini. Menurut Donna, pelayanan di JAC mulai dari staf di bagian penerima tamu hingga dokter-dokter JAC sangat ramah dan membantu pasien.

“JAC itu inovatif, selalu update dengan perkembangan teknologi terbaru di bidangnya. Alat-alat yang digunakan terkini sehingga membuat nyaman pasien. Apalagi sosok dr. Olivia Ong yang dikenal publik kecantikan sangat mumpuni dibidangnya, menjadi salah satu keunggulan JAC sendiri. Dokter ini sangat detail kerjanya, serius sekali. Saya merasakan sendiri itu, sampai terkadang saya suka malu sendiri kalau dokter sedang detail menatap lama dan memahami kontur wajah saya,”jelas ibu 3 anak ini.

JAC bertekad untuk selalu menjadi klinik terdepan dan berkualitas dalam industri estetika di Indonesia dengan standar internasional yang membuat pasien merasa aman, nyaman dan puas dalam menjalani berbagai prosedur perawatan estetika tanpa pembedahan.

“Sungguh suatu kebahagiaan untuk kami bisa membantu lebih banyak pasien di JAC bukan hanya wajah tapi juga tubuh, kulit hingga rambut. Sesi konsultasi menjadi saat-saat istimewa bagi kami dalam mendengarkan dan merekomendasikan perawatan estetika yang tepat bagi para pasien. Semoga merekapun merasakan hal yang sama saat kami mulai mengerahkan keahlian dan keterampilan kami di ruang perawatan, dengan sepenuh hati,” tutup dr. Olivia Ong yang tahun lalu berhasil membawa JAC mendapatkan juara pertama se-Indonesia dan second runner-up se-Asia Pasifik untuk kategori perawatan Ultherapy di Golden Record Awards 2017. (noer soetantini)

Teks foto :

Sharing Treatment JAC bersama Donna Agnesia (kiri) dan Founder Jakarta Aesthethic Clinic (JAC), dr. Olivia Ong (kanan).

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising