Laporan Khusus

Kejuaraan Tenis Meja Dispora Garap Bibit Unggulan

06-07-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Sebagai ajang untuk mendukung salah satu program yang dicanangkan pemerintah yakni “Mengolahragakan Masyarakat dan Memasyarakatkan Olah Raga”, Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dispora) Jawa Timur bersama dengan Ikatan Alumni Petra (IKAPETRA) dan Perkumpulan Tenis Meja Harapan Cerah Insan yang Sejati (HCIYS) Surabaya, menggelar Kejuaraan Terbuka Tenis Meja Piala Dispora Jatim pada 6-8 Juli 2018 di GOR PTMSI Jawa Timur.

Ketua Umum panitia kejuaraan, Ariawan berharap, kejuaraan ini mampu menjadi wadah dalam mencari bibit atlit profesional tenis meja yang berpotensial di Jawa Timur. Ajang yang mempertandingkan sebanyak 7 partai yakni kelompok umur usia 13, 16 dan 18 tahun kebawah putra dan putri, serta non Tim PON 2016 ini juga ingin memberi kesempatan pada atlit di luar tim PON untuk dapat mengembangkan potensinya.

“Kami ingin mereka memiliki kesempatan untuk saling bertanding dengan atlit-atlit se-Jawa Timur sehingga mereka terdorong untuk selalu belajar dan mengembangkan skill-nya,”imbuh Ariawan.

Kejuaraan yang memperebutkan total hadiah senilai lebih dari 80 juta ini diikuti oleh 360 orang peserta yang datang dari 62 perkumpulan tenis meja, perusahan maupun masyarakat umum di Jawa Timur dan sekitarnya. Partai yang menyumbang peserta terbanyak ada pada kategori usia 16 tahun ke bawah yakni 116 orang, diikuti dengan kategori usia 13 tahun ke bawah sebanyak 88 orang, kategori Non TIM PON 2016 sebanyak 81 orang dan kategori usia 18 tahun ke bawah yaitu sebanyak 75 orang.

Selain hadiah uang tunai, pemenang dari setiap partai nantinya akan mendapatkan beasiswa selama 1 tahun. Acara yang berlangsung selama 3 hari mulai dari Jumat hingga Minggu ini dibuka dengan sambutan dan pemukulan bola pertama oleh Ketua Umum PP PTMSI, Komjen Pol (Purnawirawan) Drs. Oegroseno SH; dan Kepala DISPORA Jawa Timur, Drs. Supratomo M.Si.

“Saya harap kejuaraan ini mampu meningkatkan semangat disiplin, sportifitas, prestasi atlit dan juga para pemerhati Tenis Meja khususnya di Jawa Timur. Semoga dengan adanya kejuaraan ini juga, bisa mendukung para atlit untuk membawa nama harum Indonesia di mata dunia,”ujar Komjen Pol Oegroseno pada prosesi pembukaan kejuaraan.

Komjen Pol Oegroseno menilai kejuaraan ini merupakan salah satu kanal bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan menjadi atlit di level daerah maupun internasional. Kejuaraan ini juga sangat positif bagi generasi muda sehingga bisa menghindarkan diri dari pengaruh narkoba maupun pergaulan bebas.

”Kejuaraan tenis meja komitmen kami menciptakan atlit dunia, membangunkan atlit “raksasa” dari Indonesia. Ini tidak sulit mengingat kualitas permainan atlit tenis meja Indonesia tidak kalah hebat dengan negara lain,”ujarnya.

Komjen Pol Oegroseno menegaskan pembinaan atlit tenis meja di negara-negara tetangga dilakukan lebih intensif. Sayangnya di Indonesia, yang bisa melakukan adalah induk organisasi masing-masing jenis olah raga.

”Dan kami mengambil peran ini agar atlit tenis meja Indonesia terus mampu menembus level internasional. Dari Madura, Kartika atlit tenis meja saat ini belajar di China. Ini hasil dari bagian “pembibitan” yang kami lakukan. Selain itu, tenis meja merupakan olah raga yang murah meriah, tidak butuh latihan fisik yang keras dan tidak butuh tempat yang lebih luas. Kami ingin membudayakan tenis meja pada masyarakat,”pungkasnya. (noer soetantini)

Teks foto :

Acara pembukaan yang berlangsung meriah juga dihadiri oleh DR. Haji Marzuki Rofii SH, MBA, M.Si, M.Pdi, Ketua Umum PTMSI Provinsi Jawa Timur; Mansjur Tandiono, Sesepuh dan Pembina PTM HCIYS; serta DR. Drs. Wiyono Pontjoharyo MM.CMA.AK, Ketua Umum PTM HCIYS.

Foto : Istimewa.

Advertising
Advertising