Laporan Khusus

Harga Properti di Sydney Bakal Tumbuh Satu Digit

07-08-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Harga properti di Sydney, Australia, diprediksi terus tumbuh dengan persentase satu digit. Didukung pengawasan dari Australian Prudential Regulation Authority (APRA) semakin perkuat pasar hunian di Sydney terhadap praktek kredit macet.

”Ini mungkin akan sedikit melambatkan pertumbuhan dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang mampu membuat pasar terhindar dari resiko,”tegas CEO dan Komisaris Crown Group, lwan Sunito, Selasa (7/8/2018).

Dengan populasi di Sydney yang terus tumbuh, tingkat pengangguran serta suku bunga yang relatif rendah dan stabil, pasar tenaga kerja yang kuat dan pendapatan yang meningkat akan mendorong pertumbuhan harga properti di kota ini.

Iwan Sunito mengatakan pasar properti mewah di Australia juga terus meningkat. Hasil survei Knight Frank, konsultan properti global, menunjukkan Australia menjadi tujuan global ketiga yang paling diminati setelah London dan New York bagi para orang-orang super kaya yang berencana untuk beremigrasi.

Besaran anggaran yang dialokasikan untuk properti diperkirakan meningkat hingga 23 persen dari orang-orang super kaya global yang mempertimbangkan untuk membeli hunian internasional pada tahun ini. Sementara jumlah individu super kaya di Australia dengan aset bersih lebih dari Rp.700 miliar tumbuh sebesar 10 persen pada 2017.

”Sejak 2014, penjualan hunian “prime” di Sydney dengan harga lebih dari Rp.30 miliar meningkat setiap tahun. Padahal harga hunian prime di sini naik 8,7 persen dibandingkan pada 2017. Ini menjadikan Sydney memiliki performa pertumbuhan terbaik ke-9 secara global, sedangkan Melbourne berada di urutan ke-10 dengan pertumbuhan sebesar 8,3 persen,”paparnya.

Pembeli rumah pertama juga meningkat pesat. Menurut data terbaru dari CoreLogic, persentasenya meningkat dari 7,5 persen pada awal 2017 menjadi hampir 15 persen pada akhir tahun lalu. Hal ini berkat kebijakan First Home Owners Grant (FHOG) yang diberlakukan pemerintah New South Wales. Hibah Rp105 juta diberikan kepada mereka yang membangun hunian baru senilai hingga Rp.7,5 miliar. Pembeli hunian baru senilai hingga Rp.6 miliar juga berhak mendapatkan hibah yang sama yakni Rp105 juta.

”Pasar saat ini menjadi lebih menguntungkan bagi para pembeli hunian pertama dan upgraders bisa menjadi lebih mudah untuk melakukan langkah pertama mereka membeli properti mereka sendiri di pasar properti yang stabil dan sehat,”pungkas Iwan Sunito. (noer soetantini)

Teks foto :

Jajaran manajemen Crown Group saat memaparkan prediksi harga properti di Sydney.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising