Laporan Khusus

OJK Minta SRO Buka Akses Masyarakat ke Pasar Modal

14-08-2018

Surabaya, beritasurabaya.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta Self Regulatory Organization (SRO), calon emiten dan emiten, terus membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat baik melalui edukasi maupun fasilitas terkait investasi di pasar modal. Sampai saat ini, masih banyak masyarakat belum memiliki akses ke pasar modal dan belum paham tentang pasar modal.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso, di sela peresmian Galeri Investasi (GI) ke-400 di Tunjungan Plaza 2 Lantai 2, Selasa (14/8/2018). Hadir dalam peresmian GI Bursa Efek Indonesia (BEI) PT Pakuwon Jatim ini, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK I, Djustini Septiana, Kepala OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur, Heru Cahyono, Direktur Utama BEI Inarno Djayadi, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Friderica Widyasari Dewi, Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Stefanus Ridwan S dan Direktur Utama PT Danareksa Sekuritas Jenpino Ngabdi.

Wimboh menjelaskan keberadaan Galeri Investasi ini bisa menjadi tempat bagi masyarakat untuk menanyakan segala hal tentang pasar modal Indonesia. Pasar modal ini bisa menjadi intermediasi bagi masyarakat untuk mencari sumber pendanaan (fund raising) dan media investasi.

”Intermediasi ini tidak bisa dilakukan dengan mediasi perbankan meski jangka waktu penyimpanan dananya ada jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. fund raising dari pasar modal perlu dibudayakan pada masyarakat,”ungkapnya.

Masih banyak masyarakat yang belum paham pasar modal, kata Wimboh, diukur dari rasio kapitalisasi saham terhadap produk domestik bruto sebesar 52 persen di akhir 2017 dan DPK rasio dana masyarakat perbankan 39 persen. Dan jumlah Single Identification Number (SID) nasional baru 1,4 juta atau kurang dari 1 persen dari total penduduk.

Selain itu, ungkap Wimboh, perlu dilakukan sinergi kolaborasi sehingga makin banyak perusahaan yang terstimulasi melakukan IPO. “Kalau tahun lalu fund raising bisa diraih Rp256 triliun, diharapkan tahun ini bisa lebih tinggi lagi,”ujarnya.

Hal lainnya yang juga diingatkan Wimboh yakni likuiditas di pasar modal harus dilindungi dan harus terjaga serta integritas harus dijaga. “Informasi harus disampaikan dengan sebaiknya. Governance di bursa, emiten dan broker juga harus bagus integritasnya. Jangan sampai ada kasus tidak tuntas penyelesaiannya,”tambah Wimboh.

Kehadiran GI BEI di pusat perbelanjaan ini merupakan kolaborasi BEI dengan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Danareksa Sekuritas. Ini merupakan GI BEI yang pertama kali berlokasi di pusat perbelanjaan modern atau mal di Surabaya.

Peresmian Gl BEI ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mencari informasi terkait pasar modal di lokasi yang lebih strategis dan mudah dijangkau oleh khalayak. GI BEI PT Pakuwon Jati Tbk ini dibuka setiap harinya untuk umum, dengan jam Operasional sesuai dengan jam Bursa dan jam operasional PT Danareksa Sekuritas. Peresmian GI BEI ini merupakan yang ke-81 (delapan puluh satu) di tahun 2018 dan ke-57 (lima puluh tujuh) di Provinsi Jawa Timur.

Dengan peresmian GI BEI PT Pakuwon Jati Tbk ini, maka BEI telah memiliki 2 Galeri Investasi BEI yang pendiriannya bekerjasama dengan Perusahaan Tercatat. Galeri Investasi pertama yang didirikan bersama Perusahaan Tercatat adalah Galeri lnvestasi BEI PT Chitose International Tbk (CINT) yang berlokasi di Auditorium Gedung Showroom PT Chitose International Tbk di Kota Cimahi, Jawa Barat. 

Acara peresmian dilanjutkan dengan Seminar Investasi bersama narasumber praktisi dan inspirator pasar modal. Kegiatan Peresmian Galeri Investasi BEI PT Pakuwon Jati Tbk dan Seminar Investasi ini juga merupakan bagian dari rangkaian Perayaan Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang ke-41.

Dengan didirikannya Galeri Investasi BEI PT Pakuwon Jati Tbk ini, diharapkan akan meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal lebih jauh terkait investasi saham dan instrument pasar modal lainnya, karena lokasinya yang strategis berada di pusat perbelanjaan sehingga dapat memberikan kemudahan akses informasi pasar modal di sentra perbelanjaan atau tempat umum di Kota Surabaya, Jawa Timur. 

Sampai dengan 31 Juli 2018, total SID di Jawa Timur adalah 87.060, menjadikan provinsi tersebut salah satu destinasi investasi yang menarik bagi calon investor. Lima besar kota di Jawa Timur dengan jumlah SID terbanyak adalah kota Surabaya 35.431 SID. diikuti dengan Malang 9.825 SID, Sidoarjo 7.862 SID, Kediri 4.315 SID dan Gresik 2.987 SID. (noer soetantini)

Teks foto :

Peresmian GI BEI Pakuwon Jati yang dilakukan oleh SRO, PT Pakuwon Jatim Tbk, Danareksa dan OJK.

Foto : Titin.

Advertising
Advertising